katanya niyh, negara kita adalah negara yang menjunjung tinggi segala keramahan dan kesopansantunannya. segala norma dan sebagainya. antara orang yang tak saling mengenal pun bisa terjadi perbincangan serius yang oleh orang lain tak akan pernah menyangka bahwa orangorang tersebut baru saja kenal, saling bertemu, bertukar kata.
nah, sebagai negara yang seperti itu, tentunya sedikit banyak donk yang udah pernah mengalami halhal demikian adanya? diajak ngobrol oleh orang yang kebetulan berada satu angkot dengan kita, berada dalam barisan antrian yang sama di ATM/BANK/kasir supermarket, ataupun antrian di bandara? gimana rasanya diajak ngobrol? pasti pada kompak menjawab, biasabiasa aja tuuuhh.. nah terus, klo diajak ngobrol tapi pertanyaanpertanyaan yang ada malah bikin risih.. milih menjawab jujur ato bohong ato malah diam aja tak bergeming berlagak buta tuli bisu?
seperti kejadian beberapa malam yang lalu, ketika saya baru pulang dari warnet, yang lagilagi dan lagi masih berlokasi di angkot [aah, soul connection antara saya dan angkot terlalu dalam, tak bisa diputus lagi sepertinya :D]
keadaan yang udah malam, membuat angkot yang ada tinggal sisasisa kehidupan, dan bisa dibilang atas faktor keberuntungan lah maka masih ada angkot yang mau menerima penumpang. dan sebagai penumpang solois, saya sangat berterimakasih dunk pada bapak sopir angkot yang bersedia mengangkut saya.
tapi bila perihalnya, bapak sopir angkot itu mengangkut saya dan kemudian mulai mengeluarkan pertanyaanpertanyaan kategori ‘merisihkan’, maka rasa terima kasih saya bisa dibilang berkurang, cenderung melaju secara drastis pengurangannya. yah seperti beberapa malam lalu,
“kok malam sekali pulangnya mbak/bu?”
“oo iyah, memang baru pulang” [jawaban saya sudah cenderung ngasal sejak awalnya]
“dari mana mbak/bu?”
“dari telkom pak” [klo yang ini jujur]
“oo kerja di situ? ngelembur yah?”
“hehehehehe..” [tidak mengatakan iya ataupun tidak, menghindari ke araharah end up yang menyebalkan]
jedah sejenak.. dengan harapan pak sopirnya sudah melihat kejengahan saya.. tapiiii.. berlanjut donk tentunya.. (more…)