August 24th, 2007

mengalami

warna rasakata eva in categorized
jangan karena pelid sesuatu dan lain hal yang mestinya bisa dilanggar, kita sampe tidak mengalami apa yang mestinya kita alami

aah, itu wejangan singkat dari bapak tukang liburan ini
[halu paakkkk! postingannya keren, tapi diriku blom ngantor, jadi blom baca n liad foto fotonya, huhuhuhu… can’t hardly wait deuh] btw, wejangannya nancep niyh. tanggung jawab hayoh! hahaha..

mengalami sekian banyak hal. persilangan jalan. merasakan sekian banyak gejolak rasa, tawa, seutas senyum. semburat bahagia. selaksa harapan. tangis. sumur air mata yang entah dimana dan selalu menjadi misteri. kegalauan. keengganan mengakhiri. semuanya di mix jadi satu rasa yang entah bisa saya sebut sebagai apa. tapi yang jelas, wut a pleasure!

saya ingin mengalaminya lagi.
dengan kalian semua pastinya!!

uuuh.. dengan sedikit sangat berat hati, selamat datang kembali, diriku….

PS : laporan pandangan mata, dan postingan lengkap soal liburan, menyusul yahkz.. *wink*wink*

August 9th, 2007

libur tlah tiba!!

warna rasakata eva in categorized

horeee horeeee.. saya senang. cuti datang, saya pun melanglang! i’m in the goooooood moooooooooood!!!

yes rite, absolutely sure. saya akan pergipergi. kembali lagi donk pastinya, hanya sebentar sajah. minggu terjepit ini, sayang sekali klo tidak dimanfaatkan oleh seorang fakir cuti yang budiman seperti saya ini, sejenak saja, menyambangi wajahwajah orangorang yang mengagumkan itu [akhirnyah, akhirnyah!!!!] sebuah janji temu dengan sahabat gila saya. aaaahhhhhh.. dan tentu saja, dirinya.

mariiiiiiiiiiii……

o iyah, selamat mengalami bulan agustus!
selamat jatuh cinta!
selamat patah hati!
selamat bertambah umur berkurang usia!
selamat menutup usia!
selamat hidup!

enjoy! *cheerss*

so after all’s said and done.
i know I’m not the only one.
life indeed can be fun.
if you really want to.
sometimes living out your dreams.
ain’t as easy as it seems.
you wanna fly around the world.
in a beautiful balloon..

August 7th, 2007

ramah, sopan, ikan, cacing, kamuflase

warna rasakata eva in uncategorized

katanya niyh, negara kita adalah negara yang menjunjung tinggi segala keramahan dan kesopansantunannya. segala norma dan sebagainya. antara orang yang tak saling mengenal pun bisa terjadi perbincangan serius yang oleh orang lain tak akan pernah menyangka bahwa orangorang tersebut baru saja kenal, saling bertemu, bertukar kata.
nah, sebagai negara yang seperti itu, tentunya sedikit banyak donk yang udah pernah mengalami halhal demikian adanya? diajak ngobrol oleh orang yang kebetulan berada satu angkot dengan kita, berada dalam barisan antrian yang sama di ATM/BANK/kasir supermarket, ataupun antrian di bandara? gimana rasanya diajak ngobrol? pasti pada kompak menjawab, biasabiasa aja tuuuhh.. nah terus, klo diajak ngobrol tapi pertanyaanpertanyaan yang ada malah bikin risih.. milih menjawab jujur ato bohong ato malah diam aja tak bergeming berlagak buta tuli bisu?

seperti kejadian beberapa malam yang lalu, ketika saya baru pulang dari warnet, yang lagilagi dan lagi masih berlokasi di angkot [aah, soul connection antara saya dan angkot terlalu dalam, tak bisa diputus lagi sepertinya :D]

keadaan yang udah malam, membuat angkot yang ada tinggal sisasisa kehidupan, dan bisa dibilang atas faktor keberuntungan lah maka masih ada angkot yang mau menerima penumpang. dan sebagai penumpang solois, saya sangat berterimakasih dunk pada bapak sopir angkot yang bersedia mengangkut saya.
tapi bila perihalnya, bapak sopir angkot itu mengangkut saya dan kemudian mulai mengeluarkan pertanyaanpertanyaan kategori ‘merisihkan’, maka rasa terima kasih saya bisa dibilang berkurang, cenderung melaju secara drastis pengurangannya. yah seperti beberapa malam lalu,

“kok malam sekali pulangnya mbak/bu?”
“oo iyah, memang baru pulang” [jawaban saya sudah cenderung ngasal sejak awalnya]
“dari mana mbak/bu?”
“dari telkom pak” [klo yang ini jujur]
“oo kerja di situ? ngelembur yah?”
“hehehehehe..” [tidak mengatakan iya ataupun tidak, menghindari ke araharah end up yang menyebalkan]

jedah sejenak.. dengan harapan pak sopirnya sudah melihat kejengahan saya.. tapiiii.. berlanjut donk tentunya.. (more…)

Next Page »