adieu, kawan…
2007
pada kehilangan, dimana semua duka berpulang dan tetap ada. untuk air mata yang mengatasnamakan ketidakrelaan. saat jiwa direnggut waktu, dan keinginan hati untuk memainkan babak perpanjangan waktu meski itu sekedar penghiburan sendu.
untuk patahan rencana : ceritacerita tentang cinta, keinginan, citacita. ketiadaan obrolan panjang pendek yang tak terlalu sering meski kadang tak penting pun tetap membekas, menemani menjemput senja. petunjukpetunjuk besar kecil atas ketidaktahuan. pesanpesan singkat sekedar bertukar kabar dan melantunkan doadoa pembakar semangat untuk menghadapi ragu serta penat.
belum banyak diri ini mendulang ilmu dari pohon pengetahuanmu, hilang jiwa, hanyut diseret kumparan waktu. belum sempat janji temu kita yang terucap dalam kotak maya terpenuhi, jiwamu beranjak diboyong Empunya. meninggalkan kenangan, yang diingat bersama duka dan ketidakpercayaan. mungkin ini mengapa kita menyebutnya misteri. karena kita tidak akan pernah tahu kapan terjadi, dan kita sepakat menunggu giliran. berdiri dalam antrian panjang yang bernama hidup sambil mengecapi makna dan menorehkan arti.
mungkin nanti, jika suatu saat kita bertemu lagi, meski kau tak lagi mengenaliku, tersenyumlah, sebagai tanda kau baikbaik saja dan telah berbahagia di sana. tak putus doadoa untukmu. tak kan hilang segala tentangmu..
selamat jalan, pak!
mengenang seorang kawan
Susiawan Wijaya, R.I.P 2 September 2007
9 comments
Trackback e pingback
No trackback or pingback available for this article
masa ga bisa?
bisa koooooooooook…. ayo ayo komen ^^
ia, blogger indonesia lg berduka
aduh, jadi merinding bacanya..
ikut kehilangan juga walopun ga sesedih dirimu (apalagi calon istrinya ya? Pasti lebih sedih lagi..)
hidup memang penuh misteri
semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya…
menyesal sekali, saya tak pernah sempat minta maaf…
semoga dilapangkan jalannya, Amin!
bmampir ke beberapa blog, hampir smua berduka meninggalnya bebek Va..
smoga tenang disisiNya..
doh… Eva, akhirnya nyampe juga di sini.
Seorang kakek guruku pernah berkata, hidup ini menunggu panggilan-Nya. Kita harus selalu siap untuk itu.
iya… blogger indonesia yang kenal sama om bebek semua berduka..
semoga beliau tenang di sisiNya
amien…
ho-oh…