adieu, kawan…

Sep
2007
07

posted by on uncategorized

9 comments

pada kehilangan, dimana semua duka berpulang dan tetap ada. untuk air mata yang mengatasnamakan ketidakrelaan. saat jiwa direnggut waktu, dan keinginan hati untuk memainkan babak perpanjangan waktu meski itu sekedar penghiburan sendu.

untuk patahan rencana : ceritacerita tentang cinta, keinginan, citacita. ketiadaan obrolan panjang pendek yang tak terlalu sering meski kadang tak penting pun tetap membekas, menemani menjemput senja. petunjukpetunjuk besar kecil atas ketidaktahuan. pesanpesan singkat sekedar bertukar kabar dan melantunkan doadoa pembakar semangat untuk menghadapi ragu serta penat.

belum banyak diri ini mendulang ilmu dari pohon pengetahuanmu, hilang jiwa, hanyut diseret kumparan waktu. belum sempat janji temu kita yang terucap dalam kotak maya terpenuhi, jiwamu beranjak diboyong Empunya. meninggalkan kenangan, yang diingat bersama duka dan ketidakpercayaan. mungkin ini mengapa kita menyebutnya misteri. karena kita tidak akan pernah tahu kapan terjadi, dan kita sepakat menunggu giliran. berdiri dalam antrian panjang yang bernama hidup sambil mengecapi makna dan menorehkan arti.

mungkin nanti, jika suatu saat kita bertemu lagi, meski kau tak lagi mengenaliku, tersenyumlah, sebagai tanda kau baikbaik saja dan telah berbahagia di sana. tak putus doadoa untukmu. tak kan hilang segala tentangmu..

selamat jalan, pak!

mengenang seorang kawan
Susiawan Wijaya, R.I.P 2 September 2007

9 comments

  1. MnX

Trackback e pingback

No trackback or pingback available for this article

Leave a Reply