terbaik
pada akhirnya, sampai detik kesekian dalam usaha saya memahami apa itu yang terbaik, saya memilih untuk menerima.
meski begitu, tak henti dan tak kunjung lelah hati dan pikir berharap serta meminta untuk yang terbaik.
pada akhirnya, sampai detik kesekian dalam usaha saya memahami apa itu yang terbaik, saya memilih untuk menerima.
meski begitu, tak henti dan tak kunjung lelah hati dan pikir berharap serta meminta untuk yang terbaik.
kadang, saat kehilangan diri dalam ketakutan dan kesengsaraan. dalam rutinitas dan konstanitas. dalam keputusasaan dan tragedi. kita bisa bersyukur atas satu hal kecil : kue, lagu, ataupun film kesukaan misalnya.
dan untungnya jika tak ada kue dan halhal favorit lainnya, kita bisa temukan keyakinan dalam tangan yang dikenal di kulit.atau tindakan yang baik dan penuh cinta.
atau dorongan yang lembut.
atau pelukan penuh cinta.
atau tawaran untuk menyamankan.
atau rahasia yang dibisikkan lembut.
atau mungkin sedikit potongan fiksi.
dan begitu banyak yang mungkin terlewatkan oleh mata awas kita meski telah berpapasan jalan.
dan harus diingat, semua ini : perbedaan, anomali, kepelikan yang diasumsikan hanyalah asesoris kehidupan, sebenarnya ada untuk tujuan yang lebih besar dan mulia. dan mereka disini untuk menyelamatkan
quotes from, stranger than fiction
dan pada akhirnya, pertanyaan yang terlontar dari kejutan pikir siang ini..
ketika semuanya berjalan sesuai dengan rencana dan keinginan, mana yang sekiranya saya pilih, berbahagia atau merasa cemas?
so let the sun shine in
face it with a grin
smilers never lose
and frowners never win.
so le the sun shine in
face it with a grin
open up your heart and let the sun shine in
pada kehilangan, dimana semua duka berpulang dan tetap ada. untuk air mata yang mengatasnamakan ketidakrelaan. saat jiwa direnggut waktu, dan keinginan hati untuk memainkan babak perpanjangan waktu meski itu sekedar penghiburan sendu.
untuk patahan rencana : ceritacerita tentang cinta, keinginan, citacita. ketiadaan obrolan panjang pendek yang tak terlalu sering meski kadang tak penting pun tetap membekas, menemani menjemput senja. petunjukpetunjuk besar kecil atas ketidaktahuan. pesanpesan singkat sekedar bertukar kabar dan melantunkan doadoa pembakar semangat untuk menghadapi ragu serta penat.
belum banyak diri ini mendulang ilmu dari pohon pengetahuanmu, hilang jiwa, hanyut diseret kumparan waktu. belum sempat janji temu kita yang terucap dalam kotak maya terpenuhi, jiwamu beranjak diboyong Empunya. meninggalkan kenangan, yang diingat bersama duka dan ketidakpercayaan. mungkin ini mengapa kita menyebutnya misteri. karena kita tidak akan pernah tahu kapan terjadi, dan kita sepakat menunggu giliran. berdiri dalam antrian panjang yang bernama hidup sambil mengecapi makna dan menorehkan arti.
mungkin nanti, jika suatu saat kita bertemu lagi, meski kau tak lagi mengenaliku, tersenyumlah, sebagai tanda kau baikbaik saja dan telah berbahagia di sana. tak putus doadoa untukmu. tak kan hilang segala tentangmu..
selamat jalan, pak!
mengenang seorang kawan
Susiawan Wijaya, R.I.P 2 September 2007