November 27th, 2007

ada!

warna rasakata eva in categorized

setengah empat lewat tujuh menit di pojokan monitor. uhh, padahal badan serasa remuk, dan seharian ini saya sudah menyatakan kepada siapa saja, bahwa saya capek. bukannya saya mo sok-sok-an insomnia atau sok kuat atau gimanagimana, tapi ngantuk saya hilang, lenyap, sesudah melakukan rally nonton film ini dan ini. belum lagi tetabuhan halilintar dan kilat diluar, tambah membuat enggan mata memejam. ayamayam sudah mulai berkokok riuh lalu hening lagi. gerimis kecil menyentuh atap dengan lembutnya, harap saya itu bisa berlangsung sampai pagi nanti.

ada tanya saat ini, saya yang pergi dan kemudian kembali hanya untuk sejenak, bukan untuk menetap, kenapa masih bisa berharap semua tetap sama? kenapa saya merasa memiliki hak untuk mengharap bahwa waktu tak akan menciptakan perubahan yang banyak? padahal saya seperti sedang transit saja disini. ujungujungnya stempel tak tahu malu rasanya pas sekali bagi saya. tapi, bilamana saya tetap menemukan halhal yang tetap sama dengan caranya sendiri, saya seperti anak kecil yang diberikan begitu banyak permen dan coklat oleh orang asing. entah itu euforia sesaat atau apa, yang jelas perasaan seperti itu sangat menyenangkan. ekstase waktu yang tak bertepi. yang menghantarkan saya membumbung tinggi, dan kemudian membentur partikel detik, yang membantu saya untuk menjejak pijakan tanpa gamang. momentum.

“ada!” itu seruan saya pertama kali ketika menemukan sesuatu yang masih sama disini dan mungkin masih bisa terkejar sedikit.

s – e – d – i – k – i - t

satu sudut, entah pertigaan atau perempatan atau perlimaan. entah. biang macet pagi sampai siang hari saat saya harus berkejaran dengan jam terlambat sekolah ataupun jam terlambat ke kantor saat saya masih di sini. dulu. itu sekitar dua sampai delapan tahun lalu. ehw, time flies. biasa, dan saya harus purapura kaget atas waktu yang terbang ini. satu sudut, dimana tempat bimbingan belajar bertemu dengan tempat bermain play station, tempat makan gado-gado yang enak, yang klo diliad sekarang makin meluas tempatnya, dan sebuah rumah sakit jiwa, mengapit sebuah tempat mengisi bensin. iyah, sebuah sudut yang kompleks memang. dan di sudut itu pula, sejak saya melewati tempat itu, dan sampai sekarang, masih saja berdiri seseorang. lelaki, dengan jaket birunya yang bertuliskan nama sebuah organisasi keremajaan, dilengkapi topi coklat andalannya, dengan potongan rambut yang kadang gondrong kadang cepak. dengan jeans belel beserta kets butut tak kadang sendal jepit. masih dengan sketsa wajah yang sama. yang pada saat saya melihatnya, pertama kali lagi setelah sekian lama, memeluk tumpukan koran dengan tangan kiri, dan tangan kanan melambaikan koran andalan kota ini dengan headline : MANADO KEHILANGAN PENDAPATAN RP. 1,5 M.

“masih ada!” ketika saya menemukan satu lagi sesuatu yang ternyata masih dilaksanakan di sini.

sebuah perhelatan, merayakan sesuatu yang bertambah usianya, lombalomba, kreativitas dan olahraga. dan duduk melihat perhelatan itu berlangsung bersama teman semasa sma, seperti menancapkan cerita yang lama terulang lagi dan terus menghuni ruang yang sama di hati. de javu. bukan untuk mematahkan sayapsayap yang lagi berusaha mengepak lebar. sekedar mengenang, setelah sekian lama tak pernah bersisian.

“ternyata ada!” sempat membuat tertegun, kala satu orang masih bisa mengingat saya lengkap dengan peristiwa yang melatarinya.

seorang lelaki paruh baya. masih dengan angkot tuanya. dengan mata awasnya yang mengamati arus lalulintas jalan yang dilaluinya. kadang hatihati, kadang ngebut, mengejar butirbutir nasi setiap harinya. mungkin. kali ini angkotnya dilengkapi dengan musik. full musik. full angin. full asap. dan tentu saja, full penumpangnya juga. syukurlah. sebuah sapaan ketika saya turun dari angkot dan membayar jasanya, “dompetnya tidak jatuh lagi kan? udah diperiksa baikbaik?” sambil mengurai senyum yang melenyapkan rasa lelah saya. ternyata lelaki paruh baya itu masih mengenali saya : seorang penumpang yang merepotkan.

empat tahun silam. malam yang makin melarut, duduk di tepi jalan sambil menangis sesenggukan menanti sebuah angkot lewat lagi, enggan untuk pulang karena telah melakukan salah. menghilangkan dana pendaftaran kuliah gratis. dengan keyakinan yang entah darimana, berjudi dengan takdir, mempercayai bahwa yang hilang itu ada di angkot si lelaki paruh baya. dan entah keberuntungan dari mana, yang hilang ditemukan di angkot itu, masih utuh, teronggok di kursi belakang yang gelap.

ternyata takdir menakdirkan saya untuk melalui jalan itu untuk bisa sampai di saat ini. menceritakannya. tentang seorang lelaki paruh baya tanpa nama, dengan angkot tuanya, yang hanya bertukar kata dalam ucapan “terima kasih”.

iyah, tempat ini berubah, dan saya pun berubah, mengharapkan kedua perubahan itu bisa menuntun pada sesuatu yang sama pada suatu waktu di masa lalu bukanlah hal yang bijak, begitu? banyak yang hilang. ADA yang masih tertinggal meski mungkin tak tetap sama. setidaknya bisa mengikis rasa takut saya pada kota berwajah baru ini. yang saya perlukan hanya memencet tombol ’slow-motion-mode-on’ pada remote waktu yang sedang berputar di kepala saya, dan mengais tempattempat yang mungkin masih menyimpan guratan yang tak jauh berbeda nan sederhana.

7 Responses to ' ada! '

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' ada! '.

  1. crushdew said,

    on November 27th, 2007 at 8:11 am

    iyah va, pasti ada euforia itu….dimanapun dan kapanpun…

    *jangan menangis, yang ilang pasti kembali pun kadang dalam bentuk yang berbeda

  2. fitri mohan said,

    on November 27th, 2007 at 11:41 am

    di lingkaran teman-teman dekat saya, ada satu kalimat yang sedang sering2nya diucapkan “slow is beautiful”.
    pendek, tapi “daya tampar”nya lumayan. :)

    semoga dengan mendapati yang “ada” dan sederhana, semua akan dinikmati dalam adanya ya.

    OOT: iya nih skin lagi ganti. udah mulai bosen sama skin yang lama soalnya. :)
    have a nice day ya!

  3. ndutyke said,

    on November 27th, 2007 at 3:40 pm

    melamunkan masa lalu.
    berusaha menarik kembali pesan tersembunyi dari Tuhan,
    yang terselip dari setiap kejadian.

    pakabar evaaa? *peluk*

  4. yati said,

    on November 29th, 2007 at 6:59 pm

    kamu….ah, sukurlah, ADA!
    jangan suka lama2 kalo pergi atau ngilang ya!

  5. RhoMayda said,

    on December 5th, 2007 at 2:00 am

    gosipnya, things will never be the same again :)
    yang pernah kita temui, mungkin bisa kita temui lagi.
    tapi yang pernah terjadi, ngga akan terulang.
    rasanya, suasananya, cara kita ‘melihat’ akan berubah.
    saya pernah dikasih tahu, ketika seseorang berpindah ke lingkungan yang berbeda, bertemu dengan orang-orang yang lain, melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, kalau dengan itu semua dia ngga berubah, maka dia ngga berpikir. katanya, orang yang berpikir pasti akan berubah :)

  6. ichal said,

    on December 5th, 2007 at 2:34 pm

    ADA,, , menadakan keberadaan… tentang kini dan silam!!

  7. CS said,

    on December 6th, 2007 at 1:00 pm

    selamat menunaikan ibadah puisi

Leave a reply

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad: