December 27th, 2007

keluhan

warna rasakata eva in categorized

haihai, selamat menikmati hari yang terlantun!

diawali dengan kepanikan yang menyebabkan munculnya rasa khawatir akan bernasib sama seperti bapak ini saat liburan enam hari kemarin, yaitu BATAL lantaran tiketnya SOLD OUT dengan sukses, disertai kendala lainnya. maka saya pun mulai kebatkebit tak tenang hati. saya dibangkucadangkan dengan hormat untuk urusan tiket-meniket ini. iyah, tentu saja saya mulai mutung. rencana kepulangan saya untuk berakhir tahun di rumah sedang sangat tidak aman. insecure. segala janji temu dan keinginan besar untuk menikmati rumah oma yang biasanya senyap itu, yang sekarang lagi rame nian lantaran keluarga yang tinggal di seberang pulau lagi pada mudik, terancam kelangsungan dan keberhasilannya.

jadi saya harus bagaimana?
entah.

transportasi andalan saya untuk pulang cuman satu ini. si bus gede dengan lama perjalanan dua puluh empat jam boleh lewat tak mungkin kurang, dengan penumpang yang selalu melebihi kapasitas. dan jelas, dengan harga tiket yang tidak membuat kere tentunya. klo mau alat transportasi yang terbangterbang itu, saya harus merelakan gaji satu bulan, yang mana menurut akal sehat saya *klo emang punya* tentu saja itu tidak mungkin menjadi pilihan yang bijak saat ini. mau alat transportasi yang mengarungi samudera lepas? hmm, itu apalagi. angkutan itu melalui pelabuhan kota ini HANYA dua kali dalam sebulan, dan minggu ini, bukan lah minggu si pengarung samudera lepas. atau mungkin mau si transportasi nan romantis yang berjalan di rel nan panjang itu? in my dream tentunya *doenk* wondering, kapan pulau berkontur berbukitbukit dan bergununggunung ini punya rel? *amiiiiinnn* :D

poor me?
iyah.
so i’ll pass another holiday di ruang sunyi?
gak mau!!
jadi saya harus bagaimana?
entah.

jadi penumpang gelap kek. jadi tak tahu malu dengan numpang mobil pribadi pegawai kantor tetangga yang kebetulan mo ke kota yang sama dengan saya kek. atau ngotot ke agen si bus besar supaya memberangkatkan dua bus sekalian pada harihari padat ini. sampai detik saya mengetik postingan ini dua pilihan terakhir masih seliweran di kepala saya dengan senang hati *tuink*

ya sudah, daripada saya berkelanjutan mengeluhkan halhal yang tak terlalu penting ini, mending saya bagibagi senyum yang lebar untuk mencerahkan hari yang mendung ini ^_____________^

yap, selamat menikmati hari yang terlantun! tak sabar menanti kejutan sang waktu yang lainnya buat saya di penghujung tahun ini :)

dan buat kamu, selamat hari ke dua puluh tujuh! di bulan, uhmm.. bulan apa sajah, heheheh… ;)

UPDATE 29.12.2007 :
FINALLY, i’m going home :-) CIHUYY! :-D ini sudah sepersekian perjalanan yang tertempuh. belum sampai separuh ;-) dengan kejadian bocor ban yang kesekian disertai adzan shubuh yang sedang berkumandang :-) perjalanan masih panjang, nak! :-P

December 24th, 2007

kota cahaya

warna rasakata eva in categorized
kita tak pernah mempunyai waktu yang cukup untuk menikmati sesuatu yang indah, makanya kita menyebutnya ISTIMEWA

kota cahaya, dengan kerlip indah dari udara. selalu menyita banyak tarikan nafas, dengan belalak mata yang enggan berkedip. dan saat kaki menjejak tanah, saya tau kota itu menyambut saya ramah dengan segala senyumnya. semakin dalam langkah menyeruak dengan rasa penasaran, saya tau akan banyak yang bisa saya temukan dan menciptakan kepuasan dalam benak.

sekali, saya jatuh cinta, berkalikali pada bangku taman di tepi trotoar depan sebuah gedung wakil rakyat di sebuah kota yang jauh. berkalikali. terlebih saat bangku itu terisi oleh saya dan dirinya yang disatukan oleh pagutan jemari. dengan temaram cahaya. dalam rintik lembut. riuh lalulalang orang tak saya pedulikan, dan saya akan biarkan diri ini tenggelam dalam perasaan jatuh cinta. sekali lagi. dan selalu. setiap saat saya kembali ke kota itu, meski dalam waktu yang tak pernah lama.

kemarin,dalam perjalanan sehari, lagilagi saya jatuh cinta. sebuah kota cahaya dengan pendar siang harinya yang menuai kagum. pada sebuah pelabuhan udara tepi laut. dengan jalanjalan panjang, yang terkadang terasa jauh tapi pada nyatanya dekat. pada bahasa yang untuk pertama kalinya saya dengarkan. pada pohonpohon tak bernama yang berbaris rapi dengan dedaunan bergaris mungil yang bergesekan lembut ketika ditepuk angin. teduh. membuai saya dalam anganangan. kemudian menuntun saya membisikkan satu lagi janji temu dengan sebuah kota.

untuk kota cahaya, dimana rasa meluruh bersama waktu, dan mengikat mimpimimpi saya dalam ceritanya, saya akan kembali. entah kapan. tapi saya akan kembali.

catatan sehari, 161207
wat mbak yati, terima kasih banyak udah mau saya recokin dengan pesanpesan singkat saya *wink* ;)

December 23rd, 2007

……

warna rasakata eva in uncategorized

sayang, malam ini terasa panjang dan sunyi, apalagi untuk hati kecilku yang sedang gelisah..
lelah menanyakan ‘kamu dimana?‘ maka kupilih pertengkaran sebagai bentuk kebersamaan kita..
dan biarkan ketukan hujan yang lemah menjadi musik pengiringnya..

sejenak, biarkan aku egois..
sambil berharap gelisah ini akan meluruh tersapu jejak basah sang hujan..

Next Page »