January 31st, 2008

dua hati, di ujung januari

warna rasakata eva in categorized

pagi yang hujan di ujung januari. dua hati dengan keresahan yang beda menunggu sesuatu mereda. bukan hujan, karena ini bukan tentang hujan. tanpa katakata, menyeruak bisu. balutan wajah kaku tanpa barisan senyum. ada coba disitu, pun tak berbuah hasil.

“kenapa? ga lagi marahan kan?”
“nggak kok, cuman lagi ga ada soul connection nya”
“oow..”

sepi lagi, datang tanpa permisi. masih setia hujan bergulir, menyentuh telapak di akhir januari, mengiringi pagi ditemani dentingan sepeda penjaja sarapan instan yang datang bersama ramah senyuman.

“klo kamu, kenapa?”
“nggak, hanya mencoba tenang, berpindah ke jalur lambat ternyata tak mudah”
“hahaha, terima aja klo track kamu itu ga pernah lambat dari dulu. dan parahnya lagi, kamu itu pembosan. akut!”

nyanyian hujan di atap menderas, jatuhnya di telapak mulai lebih terasa. pagi yang basah, di penutup januari. ada banyak perihal. lalu lalang cerita menoreh pengertian baru. kadang sejalan, kemudian menghilang di tikungan berikutnya, ternyata hanya untuk mengantarkan bukan menemani.

“mereka kehilangan sosok, aku tau bagaimana rasanya. kita berdua tau, sangat tau pasti bagaimana rasanya, kan?”
“hmm…”
“aku ga minta banyak, hanya ingin dia tau klo aku disini, dan mengerti dia”
“hmm…”
“tapi, dia ga ngerti. ato ga tau. dia ga tau klo aku lagi ngerti dia, setidaknya mencoba mengerti, keadaannya, rasanya. dan itu, sakit”

hujan mulai menciptakan genangan, di jalanan basah, di beningnya dua mata.
satu hati terpekur, enggan mengingat lalu. ada perih di sudut hati. baginya, ketika kisah sudah menemui perjodohannya dengan titik dan satu kata tamat, maka cerita itu bukan untuknya, bukan kisahnya. akan ada cerita lain yang bisa menutup kejadiankejadian lalu dengan parameter waktu yang lebih baru, dengan dia sebagai penoreh titik dan menggoreskan kata tamat di batas halaman terakhir.

mungkin adalah ini, sebuah hati, dengan lupa yang tak merelakan, menyisipkan perih ketika waktu datang bersinggungan, meski itu hanya sedikit, bukannya lagi.

satu hati, semakin teguh. semakin meluas. dijejalkan begitu banyak air mata, menampung sejuta tawa. merotasikan letup emosi pada tempatnya. meretaskan harapanharapan dalam kedewasaannya. mengkompilasi semua itu dalam satu sosok yang bagi sekian orang terlihat terlalu tangguh sekaligus terlalu rapuh.

dan mungkin adalah ini, sekeping hati, tempat semesta menadahkan segala yang hidup di dalamnya. tempat dimana sebuah hati bisa melihat banyak, belajar banyak, memahami banyak.

pagi akhir januari yang hujan, meredalah semua yang hendak mereda. membuncahlah segala yang berdesakan, menghirup segarnya hari. sepotong pagi yang dingin, melatari lakon dua hati yang berbeda, di ujung januari. dan mungkin sisipan keyakinan baru, bahwa ini sudah merupakan awal yang baik

January 25th, 2008

lagi tolol

warna rasakata eva in categorized, sendaljepiter's, uncategorized
ada yang datang terlambat dan terjadi terlalu cepat, atau tepat tetapi tidak pas

-kesimpulan asalasalan saat kecapekan *wink*-

1801
karena satu dan lain hal yang lebih mengarah pada ketololan dan kedodolan saya mengenai perangkat komputer, dengan penuh semangad joeang empat lima saya menghapus jaringan LAN yang ada di komputer. dan dengan penuh semangad pula akhirnya koneksi intranet pun internet terputus. yippie!
masih di hari yang sama, seorang kawan berkabar, “va, ada panggilan ke kanwil lagi minggu depan, klo ga hari rabu yah kamis. bikin LK”. cihuuiii! -tapi ga juga siyh *halah*-

2101
tilpun sanasini demi memperjuangkan kembalinya jaringan intranet dan internet, dan menemukan beberapa saran :
“di copy aja drive nya dari komputer yang spec nya sama, biasanya sih jadi”
.gagal, gak berhasil, masih kecenderungan yang sama yang berkaitan dengan ketololan dan kedodolan saya mengenai perangkat komputer.
“komputer di kantor kan banyak yang nganggur, ditukar aja CPU nya”
.saran diterima dengan pertimbangan akan menjadi alternatif paling akhir bila benarbenar sudah tidak ada jalan lain lagi. karena saya mengalami kemalasan untuk membackup data di komputer, menukar CPU nya merupakan hal yang jauh dari sesuatu yang bernama solusi, tapi klo kepepet yah gak masalah *tuink*.
“create new connection va, trus di wizard nya pilih pilihan yang letaknya paling bawah semua”
.mbuh, inged, saya tolol dodol bin konyol klo berkaitan dengan ini. lagipula, saya sedang tak di kantor saat mendapat saran seperti itu. tapi layak dicoba juga.

repot?
iyah, lagilagi repot.

dasar saya si user manja. tiap ada masalah dengan komputer langsung minta tolong sama teman sekantor yang ngerti tentang halhal seperti itu. kan menurut nenek, ‘bertanyalah dan minta tolonglah pada orang yang tepat’. dan karena saya cucu nenek yang patuh, dengan senang hatilah saya melaksanakannya *wink* :P dan sekarang, setelah teman kantor saya yang ngerti itu kena pindah ke kantor lain, saya pun tetap menjadi si user manja ditambah dengan embelembel tolol di belakangnya.

oia satu lagi, masih masalah komputer. si virus Data Penting yang budiman, telah berhasil menghilangkan drive C di komputer yang sama juga.

2201
tilpun dari kanwil. sekaligus faks nya. info dari kawan terwujud. diminta ke manado lagi, dengan segambreng data yang adaada saja untuk keperluan penyusunan LK.
dapat kabar juga, klo si bapak ber dua setengah dekade. karena gak bisa intranetan, gaya-gaya-an pake acara tilpun *biasanya sms sajah cukup kok :D*

saya, assalamualaikum, menurut postingan hari ini ultah yah pak?
si bapak, waalaikumsalam, hehehehe, iyah bu
saya, waah.. kok pindah? perasaan taon lalu tanggal dua puluh tiga deuh
si bapak, emang iyah?
saya, halaah, yang ulang tahun sapa toh? malah ga yakin gitu, hahaha..
si bapak, hahahahahah..
saya, pokoknya antara dua aja, taon lalu saya yang telad taunya ato taon ini memang kecepatan :P

dan obrolan pun berlanjut, dari yang niatnya cuman ngasih ucapan selamat jadi kemanamana
yaddaaa yaddaaa yaddaaa
blaa blaaa blaaa blaaa blaa
dengan pertanyaan andalan, “jadi, kapan kita kemana?”
haha. dasar pegawaipegawai yang berbudi luhur. yang ada di pikirannya jalanjalan mulu’ *peaceee*

baru lima menit lewat tilpunnya udah bunyi teeettttt, padahal niatan saya untuk memberi ucapan selamat blom terlaksana

si bapak, lho va, apa itu yang bunyi?
saya, wah pulsanya abis pak, maafkaan, pokoknya selamat yah!

dengan kecepatan ngomong sudah lewat dari normal, dan saya ragu klo si bapak masih mendengarnya lantaran tilpun sudah terputus. provider gsm yang sangat sungguh. lantaran tilpun antar operator tarifnya gilagilaan. *sigh*

ga lama, tilpunnya bunyi lagi. ternyata dari si bapak

saya, halu.. lho pak, kok nilpun balik?
si bapak, tadi kenapa va?
saya, hehehehe pulsanya abis pak
si bapak, owalah, maaf va, makasiyh yah..
saya, hihihihi iyah gpp pak, anggap aja itu untuk ‘hadiah’ dua setengah dekade nya yah!
si bapak, hahahahahaha, dasar!
saya, tapi traktirannya lain lagi lhoo.. saya tunggu kapan aja, berlaku sepanjang tahun
si bapak, emang kupon bazaar. ini udah traktirannya, kan udah ditilpun balik. impas jadinya :P
saya, ew, bukannya traktirannya long trip di songa yah?
si bapak, hahahaha, ya udah, ayo ke sini!
saya, sekalian akomodasi nya juga dari sini ke sana pak :D
si bapak, ih maunya..

ngobrol ngalor ngidul lagi. dan kemudian berujung lagi pada pertanyaan “jadi, kapan kita kemana?”

hahaha, dasar!

2301
berangkat ke manado. rute perjalanan, dari palu setengah enam sore - tiba di makassar jam tujuh malam, transit kurang lebih empat sampai lima jam - berangkat dari makassar pukul 00.10 tiba di manado jam dua dini hari.

2401
setengah sembilan pagi sudah harus ada di kanwil. badan rasanya remuk, mata enggan melek. hujan. komplit untuk malasmalasan. dan sangat menyebalkan ketika tau saya tak bisa malasmalasan *doenk*
ketemu temanteman november, serasa reuni :D berhadapan dengan aplikasi yang tampal sana tampal sini dan laptop yang gak beres. ujungujungnya migrain.
nangkring di gramedia, lagilagi kalap liad bukubuku baru. janjian dengan nona ini. niatnya mo ngasih sesuatu yang mestinya saya serahkan tanggal tiga puluh nanti. hope u like it non! ;)
pulang, masih berkutat dengan laptop dan aplikasi yang gak pernah kompak. migrainnya tambah parah dan akhirnya memilih tidur.

2501
tadi sempat tidur sekitar empat jam. dan kemudian melek karena rasanya ada yang masih belum beres. lumayanlah menghilangkan migrain. ada catatan mengenai LK yang harus diselesaikan, lumayan fix, nanti tinggal mensinkronkan angkaangkanya. nge-burn data back up ke cd.
dan sekarang duduk ngetik postingan ini, ayamayam sudah mulai ribut. ada burung yang nyanyinyanyi sambil bertengger di pohon mangga. si raja siang blom kelihatan, terhalang mendung dan awan hitam yang bergulung, atap riuh diketukketuk hujan yang tetap saja kedengaran lembut di telinga.

ah, ternyata awal tahun yang nanonano masih terus berlanjut. maunya saya bisa ikut mbak dew berjalan di jalur lambat, sejenak, meski sekedar jeda sesaat pun mengirangira track seperti apa yang harus ditempuh tahun ini. tak mengapa juga bila hanya melihat lalulalang orangorang *keluh* -maunya apa toh nduk.. heraaaannnn deuh *toenk*-

hmm, ya sudah, semoga hari ini semuanya baikbaik saja dan lancarlancar saja. smangaaadd va! :)

January 17th, 2008

indikator nilai

warna rasakata eva in uncategorized

tapakan pikir pertama saya, tertuju pada pertanyaan,
‘klo memang gak suka, gitu aja kok sewot?’

tapi saya masih bingung, apa iyah saya sewot? uhm, sebenarnya, saya lagi berpikir, memutuskan untuk marahmarah atau menerima saja. klo perasaan yang bisa saya uraikan dalam kata per kata menjadi seperti ini :

………gemas
pengen marah……….
…………makin tak simpatik
pengen ketawa………..

jadi, rasa apa yang sebenarnya ingin menyeruak keluar ini? sudah hampir sepekan merasa, dan belum memutuskan untuk menunjukkan rona yang mana.

klo ada yang bilang :
‘gitu aja kok repot?’
hehe, iyah memang repot.
‘kok repot? kan tinggal mencakmencak klo marah. atau cuek aja klo biasa’
yah repot, begitu saja. tanpa alasan.

inginnya, saya mempercayai bahwa halhal seperti ini tidaklah ada. segala sesuatu berdasarkan objektifitas dan kesesuaian dengan keadaan. tapi klo ujungnya seperti itu, rasanya perasaan saya sudah begitu terbiasanya lebam dengan perihalperihal begini. sejak pertama kali saya ada disini.

klo begitu, kenapa saya harus sewot dan merasa tak biasa?

uhm, sepertinya saya tidak sewot, hanya saja tak menyangka klo lebamnya masih menyisakan sakit bila diremas. sudah cukup lama saya tak membiasakan diri dan mempersetankan perihal :)

Next Page »