indikator nilai
tapakan pikir pertama saya, tertuju pada pertanyaan,
‘klo memang gak suka, gitu aja kok sewot?’
tapi saya masih bingung, apa iyah saya sewot? uhm, sebenarnya, saya lagi berpikir, memutuskan untuk marahmarah atau menerima saja. klo perasaan yang bisa saya uraikan dalam kata per kata menjadi seperti ini :
………gemas
pengen marah……….
…………makin tak simpatik
pengen ketawa………..
jadi, rasa apa yang sebenarnya ingin menyeruak keluar ini? sudah hampir sepekan merasa, dan belum memutuskan untuk menunjukkan rona yang mana.
klo ada yang bilang :
‘gitu aja kok repot?’
hehe, iyah memang repot.
‘kok repot? kan tinggal mencakmencak klo marah. atau cuek aja klo biasa’
yah repot, begitu saja. tanpa alasan.
inginnya, saya mempercayai bahwa halhal seperti ini tidaklah ada. segala sesuatu berdasarkan objektifitas dan kesesuaian dengan keadaan. tapi klo ujungnya seperti itu, rasanya perasaan saya sudah begitu terbiasanya lebam dengan perihalperihal begini. sejak pertama kali saya ada disini.
klo begitu, kenapa saya harus sewot dan merasa tak biasa?
uhm, sepertinya saya tidak sewot, hanya saja tak menyangka klo lebamnya masih menyisakan sakit bila diremas. sudah cukup lama saya tak membiasakan diri dan mempersetankan perihal ![]()
on January 18th, 2008 at 10:42 am
Gitu aja kok repot…
hehhehehe
on January 18th, 2008 at 1:57 pm
kalo memang suka, kok repot juga yakk…
on January 18th, 2008 at 3:52 pm
Saya anti menggosip di kantor..males..soalnya takut nanti mbalik ke saya..
on January 19th, 2008 at 3:19 pm
jadi kalau ga suka kenapa sewot? kalau sewot kan artinya peduli? hahahaha… nga nyambung ya?
on January 23rd, 2008 at 5:42 pm
mmmm….cukup sulit! pilihan saya biasanya, ketawa sambil nangis.
kalo nggak, saya nulis marah2 yg ga jelas ujung pangkalnya :d
on January 24th, 2008 at 3:25 pm
entahlah dengan gosip ..bagaimana dengan cerita manado saja..
on January 24th, 2008 at 5:32 pm
hmmm….
gosip…??
cukup sulit untuk tidak menafikannya…:)
on January 24th, 2008 at 10:29 pm
mantab tulisannya!!