January 14th, 2008

memulai lagi, disini..

warna rasakata eva in categorized

ah, selamat datang kumparan waktu yang baru. bergulunggulung dalam hari untuk mengukir ceritacerita baru lagi. mari, duduk disini, di bangkutaman ini. sengaja saya pindahkan ke sisi dermaga panjang yang menjorok ke pantai, pun namanya tak menjadi bangkutaman lagi? ah saya tak peduli kawan, saya tetap menyebutnya bangkutaman ;)

ayo duduk disini, ditepi lautan, bersama jejak pasir lembut sapuan buih ombak, mengamati batas samudera dan lazuardi yang menyatu di ujung sana. indah tak?

duduk, duduklah disini, disamping saya, di bangkutaman di tepi lautan.. kita akan menjemput senja pertama kita, menyentuh gemintang malam di langit bening nanti malam, dan menyambungnya hingga fajar. menyambangi terik mentari di musim panas. dan bermain dengan riakriak air hujan kala musim penghujan. melihat daundaun menghijau lagi dari tunastunas pohon, dan menunggunya menguning kecoklatan sampai jatuh..

bagaimana? sudahkah nyaman dudukmu? merapatlah kalau sepoi angin membuatmu sedikit menggigil. dan rengkuhlah saya kalau guncangan bahu ini tibatiba tak beraturan dan membuatmu khawatir. menurutmu, bagian mana yang paling mengasikkan kawan, mengenang atau merencanakan? mana yang kita mulai dahulu? atau kita bercerita saja tanpa arah, ikuti saja alur ini, sampai kita menemukan tikungan untuk sejenak bersandar dan melepas peluh dan penat.. kita tak akan pernah tau apa yang sudah terlalui sampai benarbenar melewatinya.. jadi, iyah, begitu saja..

mari, duduk disamping saya, kita memulai perjalanan kita, sekali lagi..

January 7th, 2008

nanonano

warna rasakata eva in categorized

awal taon baru ini rasanya nanonano banged. manis itu biasa, ditambah kadar ke-asem-an yang kebanyakan yang bikin perut meletusletus dan saya divonis sakit lagi. hehehehe. dilanjutkan dengan paitpait apes yang bikin bingung *zriinnkk*

kemarin, saldo berkurang lantaran pas transaksi di ATM, mati lampu dan saya masih dalam keadaan dilema mau pengaduan ke bank ato dibiarin aja dengan pertimbangan mungkin saja saya punya hutang senilai saldo yang hilang ke seseorang dan gak sadar blom melunasinya *doenk* dan tentu saja, seperti biasa saya semakin tak simpatik saja pada perusahaan listrik milik negara ini *ikz*

mahawukemarin yang masih hari yang sama dengan peristiwa ATM, asikasik naik gunung turun gunung bertiga : saya, neng ini, sama nona yang lagi menanti persidangan TA nya. maunya sama si nona ini juga sih, tapi lantaran izin ortu gak keluar dan dia nya juga nda mau dikutuk jadi batu, maka batal lah kepergiannya. gunung kecilkecilan yang berjudul Gunung Mahawu, letaknya di kota tomohon, sekitar setengah jam perjalanan dengan bus dari manado. dan dilanjutkan sekitar sepuluh menit dari terminal bus ke desa rurukan sebagai kaki gunungnya. dan dari kaki gunung sampai ke puncaknya, menurut plangnya sekitar 2km. dekat kan? *wink* :) jangan tanya berapa tinggi nya dari permukaan laut, saya tak tahu soalnya *toenk*plang

terakhir ke gunung mahawu ini, tahun 2003 kemaren. jalannya masihjalannya belum selebar sekarang. dan sekarang, sudah tambah lebar, hohoho.. sepertinya didesign supaya mobilmobil off road bisa naek sampai ke jarak yang lumayan dekat dengan puncak. jadi tempat piknik dunks ;) selain jalan yang melebar, pinuspinusnya masih asik, tapi basecampnya hilang, huhuhu. pendakiannya dimulai jam stengah empat sore dari rencana awal jam sepuluh pagi *doenk* gak lengkap klo gak ngaret *halaah* sampe di puncak, udah hampir jam lima, dengan kecepataan kaki normal cenderung lambat dan ngosngosan :P puncak gunung ini, berbentuk cincin, tipikal bromo gituh, tapi yang ini gak keurus :D trus di tengahnya ada kawahnya.

perasaan pertama, yah lega masih bisa sampe puncaknya :) pas udah nemu lagi ritme nafas yang normal, mulai nyempil rasa kuciwa. kawahnya udah jelek. dan ilalangnya tumbuh subur sampai menutupi jalan ke arah salah satu spot yang disebut ‘mata angin’ dimana best view nya paling nancep klo dari situ : di sisi timur bisa lihat gunung klabat sebagai gunung tertinggi di sulawesi utara ini, trus sisi baratnya nemu gunung lokon sebagai gunung berapi paling sering ngancem untuk muntah lahar. di sisi selatan dapat view ke danau tondano, dan sisi utaranya pemandangan kota manado yang kelihatan kecilkecil. uhmm, intinya udah gak seasik dulu sih, ikz. tapi sempet kok ber narsist ria di puncaknya *hayaah*narsist

senjamulai turun lagi udah stengah enam sore dengan kecepatan kaki gak normal, cenderung lari. takut keburu gelap dan menemukan halhal yang tak ingin ditemukan soalnya. dan juga takutnya udah gak ada angkutan yang bisa mengantarkan kamikami ke terminal bus. tapi masih saja sempatsempatnya memburu garis senja yang seadanya di langit barat. hasilnya, sampe di kaki gunung udah gelap blass. dan angkutan udah gak ada. tinggal berharap pada tukang ojek. berhubung kami bertiga, yah susah juga berojek ria kek gini. tapi untung tukang ojeknya berbaik hati menghubungi sesama tukang ojek lainnya sehingga nda selisih berapa lama kamikami udah sampe di terminal dan duduk manis di dalam bus tujuan manado yang lagi ngetem dengan keadaan lapar :D

di bus, si puput cerita klo dirinya sempat ngobrolngobrol dengan tukang ojeknya

Tukang Ojek (TO) : ‘kok berani cuman naik bertiga ke atas? turunnya juga udah gelap gini’
Puput (Ppt) : ‘iyah, udah lama gak kesini, cuman pengen jalanjalan aja’
TO : ‘tadi kesorean sih naiknya, klo berikutberikut mo naik trus langsung turun gini, jangan soresore, soalnya dulu udah pernah ‘kejadian’ gitu’
Ppt : ‘ooo, iyah’

aih aih. entah ‘kejadian’ apapun itu. saya sangat bersyukur mengetahuinya saat sudah dalam perjalanan pulang ke manado. dan tentu saja bersyukur bangeeeedd tidak terjadi apaapa dengan kami *tuink*

rentang waktu empat tahun ternyata begitu yah *halaaah*

dan saat saya menceritakan kembali semuanya pada kakak saya, tanggepannya lempem aja,

kalian itu gak konyol. cuman lagi sinting aja.

*sigh*

AHHH, MASIH MUDA INI *wink*wink* ^____^

 view

January 2nd, 2008

konyol!

warna rasakata eva in categorized
kamu itu konyol! dan kamu tau? orang konyol itu lebih tolol daripada orang bodoh

*sigh*

untuk penyakit yang sama, yang untuk kesekian kalinya mengidapi saya. yang tak pernah saya hiraukan dengan sepenuh hati. mungkin pengaruh pikiran yang mengatakan ‘ah saya ini kan masih muda‘ *wink* serta tentu saja begitu banyak godaan disanasini. untuk menikmati yang pedas. mencicipi yang asam. menambahi garam untuk sebuah rasa asin yang melekat di lidah. dan sebagai anak kost yang berbudi luhur, menikmati segala produk mie instant dan jajanan tepi jalan.

uhm, semoga saya bisa lebih memperhatikan diri sendiri lagi klo begitu *tuink* :)

« Previous PageNext Page »