awal taon baru ini rasanya nanonano banged. manis itu biasa, ditambah kadar ke-asem-an yang kebanyakan yang bikin perut meletusletus dan saya divonis sakit lagi. hehehehe. dilanjutkan dengan paitpait apes yang bikin bingung *zriinnkk*
kemarin, saldo berkurang lantaran pas transaksi di ATM, mati lampu dan saya masih dalam keadaan dilema mau pengaduan ke bank ato dibiarin aja dengan pertimbangan mungkin saja saya punya hutang senilai saldo yang hilang ke seseorang dan gak sadar blom melunasinya *doenk* dan tentu saja, seperti biasa saya semakin tak simpatik saja pada perusahaan listrik milik negara ini *ikz*
kemarin yang masih hari yang sama dengan peristiwa ATM, asikasik naik gunung turun gunung bertiga : saya, neng ini, sama nona yang lagi menanti persidangan TA nya. maunya sama si nona ini juga sih, tapi lantaran izin ortu gak keluar dan dia nya juga nda mau dikutuk jadi batu, maka batal lah kepergiannya. gunung kecilkecilan yang berjudul Gunung Mahawu, letaknya di kota tomohon, sekitar setengah jam perjalanan dengan bus dari manado. dan dilanjutkan sekitar sepuluh menit dari terminal bus ke desa rurukan sebagai kaki gunungnya. dan dari kaki gunung sampai ke puncaknya, menurut plangnya sekitar 2km. dekat kan? *wink*
jangan tanya berapa tinggi nya dari permukaan laut, saya tak tahu soalnya *toenk*
terakhir ke gunung mahawu ini, tahun 2003 kemaren. jalannya masih
belum selebar sekarang. dan sekarang, sudah tambah lebar, hohoho.. sepertinya didesign supaya mobilmobil off road bisa naek sampai ke jarak yang lumayan dekat dengan puncak. jadi tempat piknik dunks
selain jalan yang melebar, pinuspinusnya masih asik, tapi basecampnya hilang, huhuhu. pendakiannya dimulai jam stengah empat sore dari rencana awal jam sepuluh pagi *doenk* gak lengkap klo gak ngaret *halaah* sampe di puncak, udah hampir jam lima, dengan kecepataan kaki normal cenderung lambat dan ngosngosan
puncak gunung ini, berbentuk cincin, tipikal bromo gituh, tapi yang ini gak keurus
trus di tengahnya ada kawahnya.
perasaan pertama, yah lega masih bisa sampe puncaknya
pas udah nemu lagi ritme nafas yang normal, mulai nyempil rasa kuciwa. kawahnya udah jelek. dan ilalangnya tumbuh subur sampai menutupi jalan ke arah salah satu spot yang disebut ‘mata angin’ dimana best view nya paling nancep klo dari situ : di sisi timur bisa lihat gunung klabat sebagai gunung tertinggi di sulawesi utara ini, trus sisi baratnya nemu gunung lokon sebagai gunung berapi paling sering ngancem untuk muntah lahar. di sisi selatan dapat view ke danau tondano, dan sisi utaranya pemandangan kota manado yang kelihatan kecilkecil. uhmm, intinya udah gak seasik dulu sih, ikz. tapi sempet kok ber narsist ria di puncaknya *hayaah*
mulai turun lagi udah stengah enam sore dengan kecepatan kaki gak normal, cenderung lari. takut keburu gelap dan menemukan halhal yang tak ingin ditemukan soalnya. dan juga takutnya udah gak ada angkutan yang bisa mengantarkan kamikami ke terminal bus. tapi masih saja sempatsempatnya memburu garis senja yang seadanya di langit barat. hasilnya, sampe di kaki gunung udah gelap blass. dan angkutan udah gak ada. tinggal berharap pada tukang ojek. berhubung kami bertiga, yah susah juga berojek ria kek gini. tapi untung tukang ojeknya berbaik hati menghubungi sesama tukang ojek lainnya sehingga nda selisih berapa lama kamikami udah sampe di terminal dan duduk manis di dalam bus tujuan manado yang lagi ngetem dengan keadaan lapar
di bus, si puput cerita klo dirinya sempat ngobrolngobrol dengan tukang ojeknya
Tukang Ojek (TO) : ‘kok berani cuman naik bertiga ke atas? turunnya juga udah gelap gini’
Puput (Ppt) : ‘iyah, udah lama gak kesini, cuman pengen jalanjalan aja’
TO : ‘tadi kesorean sih naiknya, klo berikutberikut mo naik trus langsung turun gini, jangan soresore, soalnya dulu udah pernah ‘kejadian’ gitu’
Ppt : ‘ooo, iyah’
aih aih. entah ‘kejadian’ apapun itu. saya sangat bersyukur mengetahuinya saat sudah dalam perjalanan pulang ke manado. dan tentu saja bersyukur bangeeeedd tidak terjadi apaapa dengan kami *tuink*
rentang waktu empat tahun ternyata begitu yah *halaaah*
dan saat saya menceritakan kembali semuanya pada kakak saya, tanggepannya lempem aja,
kalian itu gak konyol. cuman lagi sinting aja.
*sigh*
AHHH, MASIH MUDA INI *wink*wink* ^____^
