February 22nd, 2008

muntahan kenang

warna rasakata eva in categorized

sudah saya lesapi huruf per huruf, kata per kata, kalimat per kalimat yang berloncatan keluar dari benakmu itu, dari jejakan tahun yang silam ke tahun yang kini. sampai mabuk dan sempoyonganlah saya. hingga berhamburan keluar sudah semua muntahan kenang yang tergenang, lalu terkenangkenanglah saya pada kenangan entah, yang ujungnya bukan sebuah gamang. 

kemudian, sudah saya punguti satu per satu juga nadanada itu, berawal dari andai sampai perempuan ini. berlanjut ke permintaan hati hingga jangan lupakan. lalu terantuklah saya pada kasih tak sampai dengan sesuatu yang indah pun tak pernah sama. juga pada suatu awal yang indah yang berbenturan dengan kesepian kita. semuanya mengajak saya berputarputar ke dimensi waktu kemarin, maju-mundur mundur-maju, sejenak enggan beranjak lalu tak segan melontarkan sadar kembali ke saat ini. iyah, kali ini muntahan kenang yang tergenang membuat saya terkenangkenang pada kenangan entah tanpa harus berujung gamang malah membuat saya lapang.

dan lalu, sudah saya putar kembali fragmenfragmen panjang-pendek-seadanya dalam memori yang benarbenar usang ataupun yang diusangkan. susah payah melarung asa. ah, semuanya memang ada di situ. masih di situ. situs-sejarah-peristiwa-kejadian-kenangan-lalu teronggok dalam perkamen papyrus yang bertumpukan debu. masih nyamannyaman saja berdiam diri, meski itu merupakan sudut paling tak nyaman sekalipun. menggenang di situ, minta dikenang, katanya supaya lapang.

jika, dan hanya jika, kamu bertanyatanya tentang muntahan kenang yang tergenang lalu terkenangkenang tanpa ujung gamang malah melapangkan ini. begini kasih, ini hanya satu perkara singkat, perjalanan membolakbalikan waktu dengan cara saya. tanpa sebah. tanpa gamang. tanpa tenggelam. hanya muntahan kenang yang melapangkan. hari ini dan esok, saya tetap disini, masih disini, semoga selalu disini.

ingatkah kawan kita pernah saling memimpikan?
berlari-lari ‘tuk wujudkan kenyataan
lewati, segala keterasingan
lalui jalan sempit yang tak pernah bertuan

ingatkah kawan kita pernah berpeluh cacian
digerayangi dan digeliati kesepian
walaupun, sejenak nafas dari beban
‘tuk lewati ruang gelap yang teramat dalam

hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
memaksa kita, memendam kepedihan

tapi kita juga pernah duduk bermahkota
pucuk-pucuk mimpi yang berubah jadi nyata
dicumbui, harumnya putik-putik bunga
putik impian yang membawa kita lupa

hidup ini, hanya kepingan, yang terasing dilautan
memaksa kita, merubah jadi tawa

5 Responses to ' muntahan kenang '

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' muntahan kenang '.

  1. ancilla said,

    on February 25th, 2008 at 3:13 am

    hmph.. ada apakah gerangan?
    kenangan memang tidak untuk dilupakan, tapi dikenang. masa lalu itu penting dan berperan besar hingga kita bisa sampai titik ini.

  2. crushdew said,

    on February 25th, 2008 at 2:02 pm

    coba buka album PURE SATURDAYS…akan banyak warna yang bakal kau dapat…

  3. flowflow said,

    on February 27th, 2008 at 7:01 pm

    minum antimo dong ah….

  4. fitri mohan said,

    on March 1st, 2008 at 7:31 am

    keren banget tulisanmu…

  5. kugelfang said,

    on March 6th, 2008 at 9:46 pm

    kok didelete

Leave a reply

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad: