lebih 11 kata

saya rasa itu sungguh sudah lebih daripada cukup.

sekedar ego, sesaat, untuk bisa membuktikan bahwa saya bisa lebih. pada percobaan pertama, tidak sampai enam puluh, percobaan kedua cuman bisa melebihi empat dari enam puluh. begitu pula dengan percobaan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya, sampai saya malas menghitung sudah berapa kali saya mencoba dengan kelebihan yang tak bergeser dari empat. biar saya gambarkan bagaimana sekiranya rasa malas untuk mencoba yang saya maksud : loading.... loading... loading...uhm, tak bisa. tak bisa saya gambarkan. jadi kirakira sudah bisa dipahami rasa malas yang saya maksudkan? masih tidak juga? klo begitu, saya sarankan kalian mencobanya sendiri 😀

dititik malas, saya pikir saya harus mengambil garis jeda. untuk melihat batas, menyudahi dan kemudian puas atas kelebihan empat dari parameter enam puluh; atau lagi, memupuk yakin, bahwa saat saya bisa melebihi empat dari parameter enam puluh, semestinya saya bisa lebih lagi. sungguh manusiawi, tak? *wink*

dan lalu, mulai mencoba lagi.

saya sempat berpuas pada kelebihan yang ke tujuh. empat berubah tujuh, bukankah itu penambahan yang meyakinkan? maka sepantasnyalah rasa penasaran dan 'peng-aku-an' yang sepertinya sedang berada dalam kadar berlebih mengalahkan rasa puas yang sudah saya kecapi. dan tentu saja ketika tujuh bergulir ke sembilan dalam dua atau tiga kali percobaan, dua angka tambahan itu berhasil mengorekngorek ego sesaat saya dengan begitu sempurnanya, meyakinkan kembali bahwa saya bisa lebih.

dan kemudian, saya mencoba lagi. entah percobaan yang keberapa. yang saya tau itu sudah percobaan yang ke puluhan.

tanpa garis jeda untuk melihat batas pun meyakinkan saya. hanya terus mencoba. satu
yang sempat terlintas, obsesi dan kebisaan ternyata memiliki sekat yang terlalu tipis untuk dipahami : kesadaran diri untuk bersyukur, yang biasanya terdorong keras sampai hilang di tepian jurang oleh ego dan peng-aku-an. dan dalam kasus saya saat ini, sadar diri lagi jatuh di palung terdalam bukan hilang, hanya tertutup kabut 😉

dan akhirnya sampai juga pada kelebihan sebelas kata daripada parameter enam puluh putaran detik yang berdetak. saya mencukupinya. menyudahinya. mengucapkan kata selesai. mengamininya. sebelas kata yang berlebih, sudah lebih daripada cukup. bagi saya, tak tau bagi kalian. untuk saya, keyakinan saya yang hampir saja berubah menjadi sebuah obsesi konyol sudah terbukti. entah pembuktian atas apa. hanya ingin membuktikan saja.

btw, jangan terlalu serius, postingan ini tentang ini, yang saya dapatkan dari sini.

ini dia piguranya, untuk dikenang 😛 *tuink*

71 words

Speedtest

selamat mencoba! 🙂

Published by

eva

an arch of colors



9 thoughts on “lebih 11 kata”

  1. Warningnya kok diblakang? Udh baca serius kata demi kata eh ga taunya tentang kcepatan ngetik :p
    btw,klo tanpa warning pasti bikin mumet nih postingannya,ha3

  2. hahahha. klo aku ga yakin lebih drpd itu. nulis satu, bengong dulu 5 menit. bengong yah, bukan nyari inspirasi. hehhehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *