uneguneg

ugh, saya paling tidak suka ketika :

atasan kecil saya yang sepertinya memang pelupa dan hanya selalu sibuk dengan apa yang bisa dikatakan sebagai kepentingan pribadinya, mengatakan pada dunia (ha!) bahwasanya dia SUDAH mengatakan apa yang harus saya lakukan ataupun sediakan berkaitan dengan suatu pekerjaan yang mendadak dan memerlukan tingkat kepanikan yang cukup tinggi. padahal, sebenarbenarnya dan sesungguhsungguhnya, dia TIDAK PERNAH mengatakan sepatah kata apa pun kepada saya.

misalnya :

seperti pada suatu hari ketika keesokan harinya orangorang yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut sudah akan muncul di hadapan hidung saya di kantor :

“va, sediain iniini ituitu blablabla yaddayadda dungdungdung preketek kampret, soalnya besok orangorang dari kantor anu mo datang”

dan ketika orangorang dari kantor anu itu muncul tapi pekerjaan yang bersangkutan belum beresberes juga, maka si atasan kecil akan dengan entengnya mengatakan :

“maaf yah bapakbapak ibuibu, padahal udah saya bilang sama eva supaya nyediain iniini ituitu blablabla yaddayadada dungdung preketek kampret sejak saya pulang dari kantor bapakbapak dan ibuibu sekalian, tapi belum beres juga, mungkin si eva nya lupa, hahahaha”

di hadapan saya, yang kemudian disambut tawa maklum dari bapakbapak ibuibu dari kantor anu itu.

BLAAAHHHHHHH!!!!!

atau :

seperti pada suatu ketika, akan diadakan rapat dan orangorang belum terkumpul semuanya (baca : ruangan rapat masih lengang), sedangkan atasan besar sudah duduk manis di depan ruang rapat, dan atasan kecil saya yang notabene tidak pernah mengatakan apapun kepada saya bersuara seperti ini :

“tadi kan saya udah bilang ke eva klo rapat akan diadakan jam segini, eva udah bilang belum ke temanteman yang lain?”

BLAAAAAAAAHHHHHH!

dengan kalimat singkat, saya benci sekali ketika atasan kecil saya itu sudah mulai mengkambinghitamkan saya atau siapa saja yang kebetulan apes atas kealpaan dirinya.

tapi top of all, yang paling saya tidak sukai sebenarnya adalah saya, yang hanya diam saja dengan perlakuan seperti itu. saya muak, dan sudah berada di titik tak tahu dimana, masuk telinga kiri keluar telinga kanan mungkin, disertai rasa malas tau dan malas mengerti atas kejadiankejadian seperti itu. lebih banyak BLAH! lagi buat saya klo begitu *sigh*

saya juga tak suka, kepada orangorang yang tak bisa antri. di atm, di kasir sebuah pasar swalayan, di toilet umum, di bank, di warnet, ataupun dimana saja yang kondisinya mengharuskan seseorang itu untuk standing on queue. terkutuklah kalian yang tidak bisa antri, apapun alasan kalian. apapun kepentingan kalian, sesiapapun kalian, yang bertindak seperti memiliki sepotong perasaan BERHAK dan segunung sikap BEBAL untuk menyerobot antrian dan tidak mempedulikan orangorang yang lain yang kemungkinan sangat besar sudah berada lebih lama di lokasi yang bersangkutan dan juga mungkin punya kepentingan lebih besar tapi diseimbangi dengan kesadaran diri yang sama besarnya juga sehingga tetap rela untuk antri.

dan lagi, saya tak suka, kepada saya yang hanya selalu melemparkan senyum permakluman dan serentetan umpatan dalam hati yang tak akan pernah diketahui ataupun didengar para bebal-sok-penting penyerobot antrian *sigh*

saya tak suka ketika akhirnya saya hanya berakhir di pojokan sebuah warnet, sambil mendengarkan walkman dengan lagulagu favorit saya dan kemudian hanya menuliskan sebagian kecil halhal yang tak saya sukai ini sebagai sebuah uneguneg dalam sebuah jagad maya.
itu, saya tak suka.

lalu, jika ada yang mengatakan

“santai aja kali va, nda cuman kamu yang ga suka dengan halhal begituan, ada banyak orang di negeri tercinta ini yang sudah eneg dengan halhal seperti itu. tapi sekian banyak orang itu tak meributkannya, karena memang masih ada lebih banyak hal penting yang harus diributkan, seperti korupsinya seorang jenderal yang sudah diwariskan kepada anakanaknya lantaran sang jenderal sudah berpulang, atau wisata lumpur di ujung timur pulau jawa yang sudah menggantungkan nasib sekian ribu (atau juta?) jiwa di daerah itu”

itu juga, saya tak suka.

bukannya saya meremehtemehkan perihalperihal besar itu. tapi menurut saya, begitu banyak perihal kecil yang lantaran kalimatkalimat seperti di atas akhirnya menumpuk dan menjadi perihal besar yang tak tertangani lagi.

terus?

yah ga terusterusan, namanya juga uneguneg. daripada jadi kotoran di kepala. dan iyah, tentu saja saya tak mengharap atau lebih tepatnya tak bisa berharap, bahwa apa yang saya tuliskan ini bisa membawa perubahan kecil pada halhal yang tak saya sukai itu.

nah, ini bagian yang paling saya tak suka, saya yang begitu maklum dan memiliki segudang alasan untuk membenarkan atas apa yang saya lakukan dan pikirkan, meskipun nyatanyata sebuah perbuatan yang bisa dilabeli sebagai jalur aman.

daripada jadi kotoran di kepala, mendingan mendingin.

Published by

eva

an arch of colors



4 thoughts on “uneguneg”

  1. terimakasih Tuhan, aku punya atasan yang baik banget....

    aku punya va, tapi bukan atasanku cuman orang kepercayaan atasanku...kekekeke....cuman biasanya selalu aku balas omongannya, aabis suka kesel sendiri kalo diem aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *