biarkan tubuh mengalami. biarkan hasrat menghendaki. dan biarkan kecemasan memetakan. sebab itu saja yang jelas kupunya : warnawarni!
menabuh warnarasa dalam reriungan warnakata
lesapan angin, tabuhan rinai hujan, terik mentari, lelehan kabut : ingin duduk diam menikmati, dengan satu pinta sederhana : menjamah kesederhanaan itu sendiri, tanpa janjijanji.
satu kesederhanaan, untuk melengkapi semuanya.
tepian april
lelaki, aku ini perempuan yang jatuh hati padamu. berkalikali. sejak saat itu. kala bungabunga di hari pertama pada bulan ke empat mengembang sempurna. sesempurna mekar hatiku ketika menerima rangkaian kata darimu. ketika semilir angin membawa ilusi sapaan darimu mampir di telingaku. dan saat hujan bulan april merambati tanah merah yang meranggas di kota ini.
kemudian, jadilah kamu, lelaki yang membawa hatiku pergi di bulan april.
lelaki, perempuan ini, terusmenerus jatuh. dalam hangat tatap matamu, yang didalamnya tersimpan pendar seribu bintang, bahkan lebih! tapi apalah bilangan angka, lelaki? tetap saja hatiku jatuh, padamu. pada luas langitmu yang selalu biru membiru merajam asaku. pada erat tautan jemarimu di dekap tanganku. pada kayuhan langkah kakimu yang kadang menikung terlalu tajam dalam belokan. bahkan, bahkan pada dingin yang merambat, disertai julangan tembok yang kau bangun dalam diammu. aku jatuh. selalu padamu.
hatiku tertangkup olehmu, lelaki. sejak april menyemaikannya begitu saja dalam silangan jalanku.
lelaki, april sebentar lagi berlalu. menambatkan jangkarnya, menyerahkan sauhnya pada teman seperjalanannya yang sudah menunggu giliran sedari dulu. dan hatiku, masih saja jatuh padamu. tertawan oleh pesonamu. sejak sekian lalu, hingga saat mendatang. candu, lelaki. kulesap karenamu. senja sementara jatuh saat ini, lihatlah! kujaring merahnya jingga, untukmu. disitu kutitipkan senandung untukmu, lelaki aprilku. simaklah dawai cakrawala dari tepian jendela, di kotamu itu. sudah kau rekam dalam memorimu? bertalutalu kah rinduku kau dengar? itu, rinduku. rinduku. rinduku : untukmu, selalu.
aku, perempuan, yang jatuh padamu. disaat april memekarkan bungabunga dengan sempurna. dan padamu, hatiku terbawa, tanpa ingin kembali.
yang indah pagi ini
aku. nafas. mimpi. tentang :
kamu.
kamu. suaramu. rindu kamu. lembut mata kamu. rekaan temu dengan kamu. di pagi yang :
hujan.
tempias hujan. gemunung yang menjinjing pucatnya biru langit. jalan panjang di tepi laut yang berkabut. sejuk. dan semua yang melambat. mengkristalkan waktu.
pagi, yang seperti pagi ini.
P.S : thank you, dearest God
…..
your love is king
crown you with my heart
your love is king
never need to part
your love is king
crown you with my heart
you’re the ruler of my heart
your kisses ring
round and round and round my head
touching the very part of me
it’s making my soul sing
tearing the very heart of me
i’m crying out for more
your love is king
i’m coming on
you’re making me dance inside
this is no blind faith
this is no sad or sorry dream
this is no blind faith
your love is real
gotta crown me with your heart
never need to part
touch me
never letting go
never gonna give it up
i’m coming
making me dance
sade ~ your love is king
yang disitu, pelankan lajumu sejenak
yang disana, mari dudukduduk dahulu
yang disini, ingin bercerita tanpa kata
sambil menunggu hati yang tertinggal di garis awal
mari, selamat menikmati
mungkin sederhana itu sebatas sekat tipis, garis imajinasi yang memang membaurkan segala untuk tak menjadi sederhana.
mungkin…