June 30th, 2008

perihal yang romantis*)

warna rasakata eva in categorized

#1
kemarin, tumbentumbennya ada topeng monyet di depan rumah. riuhrendah dan tepukan tangan anakanak yang merasa terhibur. saya cobacoba ikud ngintip dari jendela kamar. feelingnya tak kunjung ngepas lantaran monyetnya dirantai. dan baru tau dari sini, klo ternyata monyet seberbahaya itu, makanya dirantai. lihat monyet itu, jadi inged film monkey trouble. film hollywood pertama yang saya tonton di bioskop kebanggaan manado, kala itu : president theater. waktu itu, saya hanya diajak nonton ke bioskop klo film yang sedang tayang adalah Warkop DKI yang sedang jayajayanya, dan itupun tidak SEMUA film Warkop DKI. adapun film Bodyguard, tapi yang nonton cuman kedua orang tua saya, bukan untuk anakanak, katanya. curang sekali! padahal kevin costner cakep sekali di situ *hayah* :D tentu saja, belum masanya 21 apalagi megaplex, cineplex atau apapun. pada hari natal ke dua, 26 desember 1994. inged banged. tante kesayangan saya menjanjikan pergi ke bioskop pada hari liburan akhir tahun itu. janji yang selalu diingad oleh anakanak seumuran saya kala itu, dan dengan senang hati selalu ‘membayangbayangi’ orang yang menjanjikan dengan pertanyaan ‘kapan perginya?’ yang setelah saya sudah seumuran ini ternyata terdengar begitu annoying, haha! : ke bioskop, membeli kembang api, dan makan es krim! :D selain lantaran tante kesayangan saya, film monkey trouble melekat di memori lantaran sang anak pemeran utama bernama eva! heeyy.. a little girl inside of me tertawatawa karenanya. bahagia, tepatnya. bagaimana menjelaskannya yah, pokoknya begitu deh! senang namanya disebutsebut sepanjang pemutaran film yang berdurasi kirakira 90 menitan itu. serasa diri ini yang sedang ditonton itu. rasarasanya klo bisa berbuat gaduh di dalam bioskop, diri ini akan berteriak teriak “heyy, itu nama saya! nama saya!”, alhasil saya cuman membanggabanggakan diri pada keluarga ketika pulang ke rumah :P tentu saja disambut dengan gelak tawa oleh seluruh keluarga. tapi, kebanggaan memiliki kesamaan nama dengan seorang artis tidak berlaku pada tante eva arnaz yang waktu itu sering warawiri di filmfilm Warkop DKI *sigh* klo ada yang manggil saya dengan sebutan eva arnaz, pasti saya manyun banged sambil ngambek. hehehe. yah maap. saya yang anakanak, sangat enggan sekali disamasamain dengan seorang tantetante ibuibu yang berpakaian sexy yang kadang dikerjai dan kadang mengerjai di filmfilmnya Warkop DKI. sekali lagi, maaf :) sudah, cukup mengenangnya. pas giliran nyalain tivi, ealah salah satu stasiun tivi malah akan menayangkan film itu (entah kapan, sayanya ga notice), sudah sering sih memang ditayangkan di tivi (kata dirinya), tapi yah kok bisabisa nya pada saat saya sedang mengenang film itu beserta kenangan di sekitarnya, malah di tivi akan di tayangkan. romantis! klo kata saya ;) biasa aja, klo kata dirinya -sebel- :P

#2
masih tentang kemarin. berhubung selera makan saya lagi ga puol, sering mati ide klo ditanya pengen makan apa.
kakak, “enaknya makan apa yah?”
saya, “hmm, lagi malas makan. tapi mesti makan yah. seharian belum makan makanan yang bergizi ini”
kakak, “iyah, sama. malas makan. malas jalan ke warung makan juga”
saya, “hmmmmmm, pengennya sih makan kepiting. diapain ajah!”
kakak, “hahahahaha.. persisss. KITA MEMANG BERSAUDARA YAH! dari tadi juga lagi mikirin kepiting. waktu itu kan makan kepiting dilalap doank ama sambal. sekarang pengennya kepiting nya di asam manis. pasti enak tuh”
saya, “yukyukyukyuk, ayoayoayo”

romantis dikit doank. abis akhirnya, ga jadi makan kepiting, lantaran kakak malah ngambekngambekan dengan cowonya. huh!

#3
lagilagi, kemarin. dalam suatu obrolan sore, saya menyatakan pengen ke gunung gede. iyah, gunung gede yang itu. yang ada di situ itu. yang kata pak KHAkilangID lewat puisinya, sunrise nya keren. saya sebagai orang yang sangat jarang mendapatkan sunrise yang keren, penasaran. pengen ke gunung gede, entah kapan. tapi klo dalam waktu dekat bisa, why not? :D giliran sampe di kantor hari ini, dan bacabaca email, seorang kawan mengajukan usul itu, pertengahan ataupun akhir juli ini! haiyyaaah. romantis pangkat tujuh! keren keren! dan saya langsung semangad banged pangkat banyak menghadapi akhir bulan ini. sambil berharap kereta yang sedang saya tumpangi saat ini tidak akan berpindah rel secara mendadak lantaran memang sudah saatnya membelok *amin* :)
saya, “whoaaa, semangadsemangad”
dirinya, “wuuuiih, siapa siyh yang ga semangad klo jalanjalan. dirimu gituh lho!”
saya, “hahahahahaha..”

ah yah, selamat menepi juni ku. terima kasih untuk sekelumit rasa sederhana ini! :)

*) maap klo kadar romantisnya adalah romantis yang menurut saya ;)

June 29th, 2008

tersesat?

warna rasakata eva in uncategorized

hei, sudah lama saya tak begini. merasa seperti ini tepatnya :

sedih yang mendalam hingga yang terlintas di benak saya adalah ketidakberdayaan penuh yang mutlak, dilengkapi remuk hati, diwujudkan oleh linangan air mata.

dan,

dan rona bahagia atas ideide konyol yang meski saya tau memerlukan kadar kewarasan yang berada pada titik terendah untuk mewujud, tapi nyatanya bisa menentramkan riuh rasa, disertai nadanada dalam larik lagu yang sedang dicandui; saya tertawa, terbahak, lepas, melegakan, meski tak serta-merta meringankan.

dari sekian lama waktu yang berselang, entah kenapa, kedua rasa itu, tangis dan tawa itu, memilih menyeruak pada saat yang bersamaan, detiknya, menitnya, jamnya, harinya, tanggalnya, bulannya, tahunnya. mungkin, seperti dua sisi mata uang yang tak bisa saling lepas.

ah, hari minggu yang aneh. rasa yang aneh. ato malah saya yang aneh.

tersesat? iyah, tersesat, mungkin. ah, entah!

UPDATED : obrolan sore dengan dirimu, menyegarkan kekasih! dan meringankan! thank you ;-)

June 27th, 2008

thirty seven seconds

warna rasakata eva in categorized

mr. magorium, “that’s the last. thirty seven seconds”
molly mahoney, “great. well done! now, we wait”
mr. magorium, “no. we breathe. we pulse. we regenerate. our hearts beat. our minds create. our souls ingest. thirty seven seconds well used, is a lifetime

dari film, Mr. Magorium’s Wonder Emporium

hmm.. absolutely rite. segala sesuatu yang dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya [bukan dengan cara oportunis, pastinya], tentu tidak akan berujung pada deretan panjang penyesalan dan keluhan. tidak perlu seratus tahun pun seribu tahun, selama segala sesuatunya dalam kondisi well used. thenĀ of course, it is a lifetime!

hey, i love this quotes! it’s making up my weekend, colouring my [almost] gloomy weekend ;)

have a very happy weekend, friends! :D

Next Page »