July 26th, 2008

hari ini..

warna rasakata eva in categorized, sendaljepiter's

dari palu, mestinya jam satu siang, udah pake panikpanik lantaran jam duabelas masih dalam perjalanan dari kantor hendak ke rumah, dengan tambahan packing yang belum sepenuhnya beres banged :-D , pas sampe di bandara, check in, petugasnya ngomong dengan ramahnya, “pesawatnya delay sampe jam dua siang, mbak”. uh-oh, ok then. paniknya saya cuman salah satu proses buangbuang energi ternyata :-)

lalu, transit surabaya, lima belas menit tanpa turun pesawat, kemudian landing dengan selamat, di cengkareng setengah lima sore *alhamdulillah*

janji temu dengan pak afree di bandara, terus barengan ke gambir, disitu udah nunggu pak iq bersama temannya yang nda mau salaman lantaran saya datang tanpa oleholeh, hehe *peace, pak!* lalu menyusul mas heri yang niatannya, di tempatnya saya akan membongkar muatan yang kata pak iq minimalis, berhubung cuman satu backpack :-D jadi berpisahlah kamikami sesudah makan malam penuh napsu *halah* saya menuju ke kostannya mas heri, sedangkan pak afree beserta pak iq dan temannya ke pasfest kuningan. maunya pasfest kuningan itu jadi meeting point lagi untuk kemudian samasama menuju daerah kalibata, di rumahnya pak trio, disitu udah nunggu kawankawan laennya yang akan samasama berangkat ke cibodas. tapi tentu saja karena kemacetan khas wiken kota jakarta, ketemuannya langsung di kalibata sahajah.

bonus di kalibata, disana udah ada jeng diah yang kali ini memilih tidak ikut trip ke gede lantaran sibuk kuliah :-)

berangkat dari jakarta jam sepuluh, langsung menuju ke cibodas. sampe di cibodas tepat jam dua belas malam.

total jenderal pesertanya sebelas orang, dari rencana semula tiga belas orang : pak trio, pak adit, pak sastro, pak afree, pak heri, pak sigit, mbak henny, mbak sheback, saya, dan vita :-)

fiuuuh.. lumayan.. sekarang bed rest duluw, ngecharge body untuk besok..

kawans, sungguh menyenangkan melakukan perjalanan dengan kalian lagi! thank you! ;-)

have a happy wiken, semuah :-D

July 20th, 2008

dan aku, mengerti..

warna rasakata eva in categorized

suatu ketika, saya seorang pelari ulung dari keadaankeadaan kacau yang saya ciptakan sendiri. dengan caracara yang tidak bisa disebut baik, tentunya. pengecut kata orangorang, yang kadang saya bantah, meski tak saya pungkiri pada setiap perjalanan memetik bintang di kala malam. saya, selalu memiliki alasanalasan dan pembenaran atas tindakantindakan ’melarikan diri’ yang dilakukan. a to z. lengkap dengan sepaket ego : aku aku aku aku aku aku aku aku, hanya aku.

maka, ketika akhirnya memaafkan ini ternyata meringankan, saya bersyukur.

sudah cukuplah saya memanjakan prasangka yang menggerogoti hati sekian lama. iyah, sekian lama. tanpa kalimatkalimat pernyataan, tanpa katakata yang mengamini. sekian lama. cukup lama untuk menghabisi saya dari dalam tanpa sisasisa berarti : kerdil, picik, tidak dewasa.

waktu itu memusar. dengan daya magisnya yang seperti memanggilmanggil saya untuk menghadapi halhal yang saya anggap lelucon dan hanya ada dalam ceritacerita fiksi sebuah novel. sekonyolkonyolnya lelucon dalam cerita fiksi, tetap saja lelucon dengan personal touch dan campur tangan Tuhan, adalah yang terbaik, begitu bukan?

dan lalu terjadilah..

saya memaafkan, sebuah lalu yang memberi sepotong torehan dalam kepada kiniku, yang saya yakini tak akan pernah tersentuh oleh saya, meski saya memiliki pengertian, meski bersamanya saya punyai kesabaran, dan dengannya kasih sayang seperti tumpah ruah dan membuat penuh.

lebihlebih, saya memaafkan saya, sekelebat diri saya, yang telah dituntun ketidaksukaan untuk berkubang dalam amarah tak terarah, tanpa titik pangkal, yang dengan jelas akan kesulitan menemukan ujungnya; kepada sebuah lalu, yang telah memiliki kini, yang sama berwarnanya, dengan coraknya sendiri, yang membentuk keindahannya sendiri.

memaafkan, tanpa melontarkan kalimatkalimat permintaan maaf atau pernyataan memaafkan :

”maafkan aku”
dan
”aku memaafkan kamu”

hadir begitu saja, dari sebuah senyum yang dipancarkan mata yang terulas dalam tarikan bibir yang memamerkan sederetan geligi yang rapi. satu detik, yang begitu hangatnya hingga meluluhlantakan amarah saya, dan menyapu kabut yang menyelubungi kepala saya, seperti ketika harry potter berhasil menciptakan patronousnya untuk mengusir dementor yang hendak melakukan kecupan maut.

satusatunya detik dalam hidup saya yang tak ingin saya ulangi, tapi hanya ingin saya kenang, sebagai suatu pembebasan, atas sebuah rasa yang disebut cinta.

satu episode yang [ternyata] bisa saya tamatkan dengan baik. maka izinkanlah saya menuliskan ini..

”and they live happily, ever after”

ku tahu tempat yang kutuju
semua cerita bertemu
berganti nyanyian pagi
sejukkan hati, bekukan waktu

semua yang kucari
berganti nyanyian pagi
tangisan dan tawanya
sejukkan hati, bekukan waktu

disini kuberdiri
disini kuhadapi
tak ingin semua berlalu
pancaran tak berujung

pergi menjaring bintang
samarkan suara
lelap dalam mimpi indah
dan aku mengerti

PAGI - Pure Saturday

July 10th, 2008

random!

warna rasakata eva in categorized, uncategorized

.satu.

tentang silang jalan, yang sepertinya selalu saja tak terduga. apalah daya saya ini, yang mengaku-aku sebagai salah satu dari sekian banyak pemilik waktu. saya boleh saja berkata, “waktu saya sudah berakhir dengan si anu, si ini, si itu, si dia, mereka ato siapapun yang sudah saya tinggalkan ataupun meninggalkan saya”; tapi klo Dia merasa belum cukup, maka dikasihlah injury time untuk itu. meski pada awalnya yang sempat melintas adalah pemikiran bahwa “do i miss something?” or “do i have any unfinished business with them?”; akhirnya saya kembali pada kalimat andalan saya, nothing for nothing, toh? so this is it. another crosspath, a new one, with the same old person. and yes, of course, it is not about blast from the past.

mari, lanjutkan saja perjalanan dengan waktu yang seadanya ini :D

.dua.

time do flies, people do change. lalu kenapa kita memaksakan diri untuk tetap sama? for the old time’s sake? padahal kita sadarsesadarsadarnya orang sadar, sedang melaju ke dapan, tidak berlari ke belakang. bukan? halhal yang dulunya lucu, menjadi tidak lucu. halhal yang dulunya kecil, menjadi besar. caracara yang dulunya biasa, menjadi sandungan. atau, ceritacerita yang dulu dikira sudah bisa dipelajari, masih saja berulang, pengulangan yang sama terusmenerus, tanpa ada yang terpetik untuk dipelajari. lalu apa kata kita? keterpaksaan? capek? bosan? tidak, saya tidak sedang membicarakan perpisahan. tidak juga ketidaksenangan. hanya pertanyaanpertanyaan saja, yang sepertinya terusterusan menuntut bertemu dengan jawabnya.

.tiga.

please.. just don’t you say “i can’t” at the very first time, when i’m asking for something.

tak tahu kenapa, itu membuat saya sakit, dari segala arah, dengan begitu banyak cara. hurt. it’s just hurt.

.empat.

obrolan dengan bapak ini,

8473 : va va
mejikuhibiniu!: iyah?
8473: gimana rasanya ketemu anu lagi?
mejikuhibiniu!: wuluh, hahahahahaha. sebelum jawab, kenapa dirimu bertanya?
8473: malah ngakak.. pengen tau aja
mejikuhibiniu!: it is your question or others question?
8473: :D
mejikuhibiniu!: ihihihihi.. kenapah pengen tau? diriku jadi ikudikudan pengen tau jugah
8473: hihihihihi, memuaskan rasa penasaran sajah :D
mejikuhibiniu!: jadi penasaran, berapa banyak orang yang penasaran :P
8473: huehehehehe.. no comment ah.. kayak gimana ya rasanya….
mejikuhibiniu!: hahahahahahhaha, gimana rasanya apa? ;)
8473: bekerja dengan orang yang pernah disayang.. :)
mejikuhibiniu!: diriku juga baru pertama ini ngalamin. instansi ini membuat semuanya jadi sempit ternyatah. hahahaha.. tapi yang jelas, Tuhan memang punya selera humor yang keren ;)
8473: lha Tuhan kan Maha Segalanya..
mejikuhibiniu!: baru sekarang diriku benerbener mengakuinyah
8473: termasuk Maha Berhumor dan Maha Sadis..:D
mejikuhibiniu!: hihihihi.. selama ini dengerdenger cerita doank, tementemen soal Tuhan dan leluconNya :D wutever dah, nothing for nothing
8473: hihihihihi.. been there, done that, got the t-shirt
mejikuhibiniu!: nah. mau dunk t-shirt nya. kaos nya putih, tulisannya item. boleh, tak? hahahahahhaha
8473: hihihihihi. dunia hanya berbatas 5 level pertemanan :)
mejikuhibiniu!: gubrak
8473: mo tau leluconNya yang lain?
mejikuhibiniu!: bolehboleh
8473: aku ngalami itu. dari dulu nunggu fungsional ketika udah ikhlas, ikutan D4, alhamdulillah keterima, dan mendadak fungsional keluar..
mejikuhibiniu!: ^_^ hm, mesti pada titik yang udah benerbener ikhlas.. dan percaya yang terjadi adalah yang terbaik dari Dirinya, buat diriku.. hehehehehehe.. seumurumur, baru satu kali sayah ada di titik ikhlas yang seperti itu :)
8473: dan lucunya lagi, janji penempatan jawa-bali gak ditepati, makanya kadang aku setuju sama rifai, cynical is the way we see the world..
mejikuhibiniu!: hehehehehe. kondisi mengantar kita menjadi sinis, ato qt memang sinis dari sananyah? naturally born to be cynical
8473: tampaknya kita dididik oleh kondisi.. sebenernya itu cuma masalah persepsi aja sih.. hihihihih.. dan kemampuan untuk menertawakan diri sendiri.. :D

jadi, Tuhan : Maha; Manusia : Sinis : Ikhlas (??????) :D

.lima.

“negara ini sedang bangkrut”, kata dia. pemadaman listrik di manamana. setiap hari. fiuhhhhh……

.enam.

jalan slamet riyadi itu, kedengaran seperti jalan ahmad yani di telinga para sopir angkot yang sedang sibuk pacaran. berkalikali saya ‘dibikin kesasar’ ke ahmad yani oleh sopir angkot seperti itu. terusterus, kalo kontur jalannya lurus, tak ada puncaknya tak ada bawahnya, anda akan menjawab apa ketika ditanya “slamet riyadi mana, atas ato bawah?”

.tujuh.

kekasih, dirimu memiliki wajah perindu yang sungguh tak terduga ;)

gambar dicomot tanpa izin, dari sini

Next Page »