selalu. hubungan bencibencibenci tapi rindu jua yang terjadi dalam setiap awal bulan. dengan kotak yang di dalamnya -berkat kemajuan teknologi- terdapat sebuah mesin yang bisa mengeluarkan uang, apabila anda memiliki kartu dan acakan nomor yang tepat sebagai pin code nya. yup, tentu saja, apalagi klo bukan A[mbil] T[sendiri] M[oneynya].
cerita saya dengan ATM, meski dengan orangorang bebal-sok-penting yang selalu saja berbeda, tapi hampir selalu menyentuh tema yang sama tiap awal bulannya. apalagi klo bukan kemalasan untuk ngantri. udah liad antriannya bagai ular naga panjangnya, eh selalu saja nongol orang-bermobil-mewah-yang-bebal-dan-sok-penting-plus-sok-keren [meski kadang memang keren siyh *halah* :P] yang merasa waktu akan membeku diikuti oleh orangorang yang melihat dirinya turut membeku, ketika dia menginjakkan kaki ke tanah, maka dengan begitu dia bisa dengan seenak mukanya (??!!) menerobos antrian yang udah panjang bak naga itu. blah!
itu babak satunya. babak kedua bencibencibenci tapi rindu jua ini adalah, ketika semua ATM ituh tibatiba kehabisan uang di dalamnya! ealah. untung saja kejadian seperti ini tidak terjadi setiap awal bulan, tidak seperti kejadian ketemu orang-bermobil-mewah-yang-bebal-dan-sok-penting-plus-sok-keren-tapi-ga-ngerti-arti-kata-antri yang pasti setiap bulan.
fiuuhhh..
ada ATM, tentu ada bank nya juga donk. maka selain dengan ATM, hubungan bencibencibenci tapi rindu jua turut menular pada banknya. berhubung saya sudah terlanjur sayang dengan bank ini, dan telah mengikat janji setia sampai dua tahun kedepan *dan berharap bisa sampe lewat dua tahun seterusnya* dengan bank ini berkaitan dengan tabungmenabung, maka upah bulanan yang sedianya masuk ke rekening di bank ini, selalu saya transfer ke bank kesayangan saya. tapi, lagilagi tapi, saya tak tahu kenapa selaluuuuuuuuuuu saja, setiap awal bulan urusan transfer-mentransfer itu tak berjalan lancar. connection error kata si mesin. daripada memble, maka mulai bulan ini saya mensiasatinya dengan pergi menabung secara langsung sajah, meski dengan antrian yang tak kalah ajaibnya, tapi setidaknya orangorang yang antri di bank lebih melek arti kata antri daripada yang ngantri di ATM *sigh*
dan hasil kunjungan serta ngantri di bank selama dua jam pada hari ini, saya memiliki tiga pertanyaan besar disertai satu pernyataan ga penting :
- kenapa orang bisa dengan pedenya membunyikan koleksi mp3 di hapenya pada saat sedang ngantri? ngantri yang puanjang, terus disetel lumayan kuenceng pula, koleksi lagulagu pop sekarang : yang nada dan liriknya pas pertama denger nyenengin setelah jadi top hits dan keseringan diperdengarkan dimanamana bikin eneg *twink* saya hanya bertanyatanya, ‘kenapa ga didengerin pake headset aja yah?’ meskipun lagaknya jadi kayak tokoh jontra yang kemanamana berheadset ria di film si unyil, setidaknya, tidak memberangus keheningan yang lumayan itu kan? *wink*
- baju atasan garisgaris, entah horizontal pun vertikal; dipadankan dengan bawahan kotakkotak, lagi happening dan ngetrend sanget yah ternyata? dengan warnawarna yang kinclong pula.. *toenk*
- menerima tilpun masuk di hape saat anda sedang berhadapan dengan customer service disaat customer service sedang bercuapcuap dengan semangad 45 dalam rangka menjelaskan tentang masalah yang anda tanyakan, boleh nda siyh?
- jam dinding kayu *bukan ukiran* yang ada di tempat customer service bank kesayangan saya keren nian euy! bikin ngiler, pengen minta hehehehe.. it’s just simply beautiful! *sayangnya sayah ga bisa moto jam itu untuk dipajang di blog, hiks*
yap, demikianlah. begini deh klo kelamaan ngantri di bank. ada gerakan kecil aja diperhatiin. ada yang menarik dikit aja dipikirin. ada yang ganggu dikit aja dijadiin bahan postingan *halah*
selamat senja di hari rabu, semuah! 