21.08.2008

mari

yang disitu, pelankan lajumu sejenak
yang disana, mari dudukduduk dahulu
yang disini, ingin bercerita tanpa kata
sambil menunggu hati yang tertinggal di garis awal

mari, selamat menikmati!

yang disana, bercerita tanpa kata
disini, merasa tapi tak jengah
karena harus melintas rimbun aksara

samasama, meski tidak sama

jadi mari,
untuk kesekian kali
membiarkan hati menyelesaian urusan
sebelum ia datang menyusul yang duluan pergi

sajaknya pak iq

20.08.2008

maksuuuudddddddd????

maksud???

kemaren sore, mampir ke toko buku gramedia tanpa g itu. setelah sumpek dengan pemadaman listrik yang nda abisabis, saya pengen banged membuat diri tersesat di antara rakrak buku tua di toko itu. selain itu, saya pengen juga cari majalah mingguan ini sih, yang entah kenapa minggu lalu gak masuk kota berbudi luhur yang budiman yang sekarang saya huni ini *sigh*

berhubung tokonya gak bisa dikatakan rame banged, maka obrolan antar penjaga tokonya, tanpa niatan saya untuk nguping, teteup saja sampe di telinga saya yang kata kakak memiliki radar yang tokcer untuk mendengar halhal ajaib :P

penjaga toko 1 : eh, ibu nya ibu meninggal hari ini
penjaga toko 2 : oh, pantesan ibu ga keliatan hari ini
penjaga toko 1 : iyah..
penjaga toko 2 : terusterus gimana, ibu nangis donk berarti? hehehehe..

keterangan : ibu yang dimaksud adalah sang pemilik toko buku gramedia tanpa g

ok, ada beberapa hal yang lumayan mengganggu saya dari dialog di atas itu
1. cara kedua orang yang bersangkutan ngobrol itu bergosip banged *halah*
2. terus, menanyakan klo sang pemilik toko [ato menanyakan orang yang berduka] menangis ato ga, maksudnya apa?

sebenarnya sih saya pengen isengiseng nyambung obrolan mereka dengan nanya “emang klo nda nangis kenapa, mbak?” ato “emang klo nangis kenapa, mbak?” ato something like that lah.. ayayayayaya, untung rakrak buku tua itu lebih kuenceng panggilannya daripada keisengan saya :D sekalian saya sadar kok, daripada mendapat pandangan dan pertanyaan “siapa yah?” mendingan saya memenuhi hasrat untuk bercengkrama dengan bukubuku ituh *wink*

ternyata, kedua penjaga toko di atas, baru part satu dari halhal yang bikin saya terheranheran kemaren sore, pas membayar di kasir, lagilagi, tanpa niatan nguping, toh obrolannya terekam juga di telinga saya. kasirkasirnya pun juga terlibat pembicaraan dengan tema yang sama dengan kedua penjaga toko di atas,

kasir 1 : ibu nya ibu meninggal yah hari ini, pantesan tadi malam ada kupukupu masuk ke toko”
kasir 2 : hah?

entah si kasir 2 lagi sibuk melayani transaksi saya, sehingga ga nangkep omongan temannya, ato memang dirinya juga bingung seperti saya dengan pernyataan ajaib temannya itu.

kupukupu masuk ke toko [ruangan/rumah ato apa saja] means ada yang mo meninggal?

sekali lagi aahhh, maksuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuddddddddddd????

*fiuuhh*

gambarnya minjem tanpa izin di sini

19.08.2008

[ke]racun[an]

poisonous!
“menyimpan kemarahan sama dengan menenggak racun yang perlahanlahan menghabisi tubuhmu sendiri”

gambar dari sini

!fragile

mudah pecah!

please, handle with care

dan lalu..

rasa itu tak mungkin lagi, kini
air mata tak mungkin lagi, kini
sekitarku tak mungkin lagi, kini

tersimpan di hati
bicara tentang rasa
meringankan lara

bawa aku pulang

s e g e r a

jelajahi waktu, ke tempat berteduh, hati, kala biru

FLOAT ~ PULANG

gambar dari sini

Next Page »