2627/07/2008
2008
perjalanan ke Gunung Gede, selain merupakan perjalanan muncak luar pulau yang pertama [tanpa memperhitungkan BTS, setahun yang lalu], juga merupakan salah satu perjalanan ‘push my own limit’. tapi, setelah saya mengingatngingat semua perjalanan saya ke gununggunung, ternyata semuanya layak dilabeli sebagai perjalanan push my own limit juga *sigh*
jadi, dengan alasan :
1. saya sudah datang jauhjauh dari pulau seberang
2. kapan lagi saya bisa sebegitu dekatnya dengan Langit yang saya cintai dengan amat sangat sungguh itu?
maka saya melalui perjalanan ke puncak gede, dengan susah payah, sangat makza dan dengan senang hati, tentunya
perjalanan yang dimulai dari cibodas ini, menyajikan track yang beraneka ragam disertai pospos pemandangan yang mengenakan, seperti Telaga Biru (1.575 mdpl), Air Terjun Cibeureum, Air Panas (yang saat melewatinya menegangkan tapi bikin nagih!), dan tentu saja, ternyata memakan waktu yang lumayan sangat lama (menurut saya), rasanya kok gak nyampenyampe yak
kirakira setengah hari lebih banyak, pokoknya. beberapa kali mengalami kram kaki, berkalikali bertemu dengan orangorang yang saling berbagi salam, sapa dan senyum penyemangat, dilengkapi dengan kecepatan kaki saya yang tidak bisa dikatakan cepat, alias selalu tertinggal di belakang, perjalanan menuju base camp Kandang Badak (2.220 mdpl), amat sangat sungguh tak bisa digambarkan dengan katakata, saking melelahkannya dan menakjubkannya *wink*
intermezzo satu
sudah pernah mengkhidmati dingin? di base camp Kandang Badak saya sangat mengkhidmatinya, hehe. dingin mencumbui saya dengan penuh cinta, dari ujung jari kaki, tangan sampai rasanya memenuhi otak saya. dingin yang masuk ke dalam kepala, ternyata rasanya tidak enak. sangat tidak enak. dikompilasikan dengan perut yang tak mau menerima segala jenis asupan gizi penambah energi, membuat saya semakin menjadi pesakitan yang terbilang sukses
![]()
dari base camp Kandang Badak (2.220 mdpl) ke Puncak Gede (2.958 mdpl), normalnya mungkin sekitar dua jam-an, ya? dan saya menempuhnya *mungkin* sekitar tiga jam lebih
bukan prestasi memang, saya hanya punya semangad yang bergaung berulangulang dalam hati “langitnya sudah dekat, ayo lebih semangad lagi, va! dirimu bisa!” untuk bisa mencapai puncak gunung gede ini, sedangkan tenaga saya sudah ditelan mentahmentah oleh sakit lambung yang saya rasakan.
intermezzo dua
Alun-alun Surya Kencana (2.750 mdpl), tak tergapai, kali ini. mungkin suatu saat saya akan kembali ke sana lagi, untuk menikmati matahari pagi bersama dengan hamparan ladang edelweiss. semoga
![]()
saya jadi inged kata teman seperjalanan saya dahulu kala sangat, pada saatsaat pertama saya mulai hobi jalanjalan begini,
“va, tenaga kamu memang gak seberapa, tapi semangad dan niat kamu untuk bisa mencapai puncak itu patut diacungin banyak jempol”
haha, entah itu pujian ato cercaan, waktu itu, saya senyumsenyum saja dikomentari seperti itu. sekarang, saya baru sadar, klo itu menandakan betapa keras kepalanya saya, dan seandainya perjalanan saya tidak bersama dengan orangorang yang hebat, tentu saja akan berakibat fatal *wink*
sekali lagi, thank you, kawans
intermezzo tiga
ternyata, ketinggian Gunung Gede (2.958 mdpl) ini melebihi lumayan banyak daripada Gunung Klabat (2.100 mdpl), gunung tertinggi di manado, yang belum pernah saya jamah itu. klo begitu, anggap saja, saya sudah muncak ke Gunung Klabat, bahkan melewatinya! *mgreen*
16 comments
Trackback e pingback
-
Sendal Jepit « A B C D I A H
[...] Jalan-jalan kedua dan ketiga (ada yang posting selain di FB?) aku nggak ikut. Cuma mengantarkan dan ikut ketemuan pasca jalan-jalan. [...]



Horeee pertamax plus plus…
Wah hobi naik gunung ya mba,ak seh ogah,males capek,mending ke pantai,hehe..
akhirnya muncul juga cerita itu disini, hehehe….
sedapat mungkin semangad itu tetap diimbangi dengan stamina, tapi bagaimana pun selamat-selamat, akhirnya muncak juga
lalu langit sebelah mana lagi yang akan kita dekati selanjutnya?
I’ve been there twice!!! at the summit !!!!
and it feels great even now….. it’s still GREAT…
cuma mau benerin url, dari kemaren2 salah mulu, kurang 1 huruf, hehehe…
Semangat tinggi bisa menaklukan tingginya pegunungan!
baca entry ini, jadi merasa nyesel lagi ga ikut perjalanan kali ini…
semangat jeng!!!
saya blom pernah naik gunung beneran. pernahnya gunung boong deket kosan waktu kuliah di cimahi
gataw kapan bakal naik…
hehehe…pesona gede emang dahsyat! sayang, waktu itu aku gak bisa muncak…cuma sampe kandang badak…soalnya, ada dua orang pasien yang kuurus malemnya…mo muncak gak kuat…takut senin gak bisa masuk kerja..
gimana jembatan setan? masih dahsyat?
eva apa kabar? dah lama gak mampir kesini ^_^
>> ada anak kecil yang mainan sama blogku…tadinya dia mau nitip iklan gitu..tapi malah gak ganti tahun…makanya pas buka halaman pertama kesannya iklan semua… T_T
ah jadi pengen cerita juga….
eh tapi bener loh… tiap perjalanan itu selalu ada pelajaran yang bisa diambil. contohnya kemaren itu ya….
gara gara liat si fita sama adit, aku jadi tau mesti harus ngapain kalo ada orang gejala hipotermia.
ah… asik ya…
jadi pengen ikut pelatihan SAR. kira kira ada gak, SAR bagian Dokumentasi Proses Evakuasi?
nggak ada ya?
been there, done that, got the t-shirt..
sudah lama saya ngga naek gunung…
va… kalau naek gunung lagi ajakin saya yah…
untuk apa mendaki jika harus turun lagi. wakakakakak
lain kali kalau sedang di atas gunung jangan sakit, yahhh! ^o^
wah,hoby muncak juga ternyata….sampe keluar jawa…hebat…
mampir… setelah sekian lamaa….
aku belum kesampaian ni naik gunung
yuk nyari yang di atas 3000an va…….