September 26th, 2008

paralel

warna rasakata eva in categorized

sekitar awal menuju pertengahan tahun 2005, saya jatuh cinta pada sebuah gambar yang secara tak sengaja saya temukan pada sebuah media uploduplod file di jaringan intranet kantor (baca : rikpafiles). gambar berupa foto, yang didalamnya terangkum warnawarna indah yang tajam : langit biru, pasir putih, hijau pepohonan, dan sebuah lighthouse yang menjulang tinggi, seperti sedang menjunjung langit.

semakin sering saya memandangi foto itu, semakin ingin saya ke tempat dimana semua objek dalam foto itu bisa saya jamah. dalam imajinasi saya, lighthouse itu merupakan jalan rahasia menuju langit, dengan tumpukan awan putih yang seperti manisan kapas berwarna merahmuda. percayalah, imajinasi seperti itu sudah sangat cukup untuk memanjakan saya dalam buaian mimpi, sangat menggoda!

setelah bergerilya tanya sana tanya sini, dimana kirakira letak pasti sebuah tempat dengan langit biru yang begitu memanjakan mata dengan sebuah lighthouse sebagai jalan rahasia untuk mencapainya. saya mendapatkan satu jawaban : belitong.

maka mulailah saya merekareka rencana, menumpuknumpuk ingin dan berharapharap cemas, bisa tidak saya sampai kesana, suatu saat nanti? hingga akhirnya daundaun mimpi itu jatuh satupersatu karena musim gugur sudah tiba, lalu saya memutuskan untuk melepaskan angan saya untuk berkelana kemana dia suka, sendiri.

pada suatu masa, menjelang akhir tahun 2005, saya diperkenankan bersilangan cerita dengan bapak ini, yang mempunyai begitu banyak hal untuk membuat saya terkagumkagum takjub. dari beliau, saya berkenalan dengan sebuah karya, “tau buku ini? bukunya keren. ada empat buku, dan ini buku pertamanya, inspiratif banged.” bergegas saya mencari buku itu, membacanya sampai tamat dalam suatu perjalanan pulang ke rumah dalam rangka liburan, dan kemudian mengamini apa yang dikatakan oleh bapak ini.

lagilagi saya jatuh cinta. pada mimpimimpi yang terangkum dalam sebuah karya tulisan. pada setiap tokoh dalam buku itu. dan lagilagi, pada belitong, yang ternyata punya cerita yang mengharu biru nan bermakna, tak hanya sebuah lighthouse yang menjunjung langit biru ditemani butir pasir pantai yang putih bersih.

tahun 2006 (atau 2007 yah? *lupa* -CMIIW-), bapak ini, lagilagi menyuguhkan belitong melalui fotofoto yang dikirim via email, dari satu sesi liburannya. batubatu karang besar yang mungkin bisa menyembunyikan lima sampai sepuluh anak kecil dibaliknya, tanpa ketahuan. lengkung pelangi yang cantik yang menancap di laut. pasir putih. dan sepintas lighthouse, yang katanya sudah tak terawat *hiks*

lalu tadi, di tahun 2008, pada pagi dimana saya masih terkantukkantuk tapi memaksakan diri untuk duduk di depan televisi dan menonton sebuah acara. saya menemukan belitong, lagi! lagu Laskar Pelangi nya Nidji yang selama ini hanya mampir di telinga saya, akhirnya menggenapi separuh takdirnya bertemu tatap dengan mata saya. memanjakan imaji saya yang selama ini bermainmain di benak.

saya menemukan batubatu karang yang besar itu, melihat pasir putih itu, laut yang bening, langit yang biru, dan tentu saja, tentu saja lighthouse itu! tibatiba mata saya menghangat, dan terus menjalar sampai ke hati. antara haru dan bahagia.

mimpi saya sudah separuh jalan untuk mewujud, sepertinya. alhamdulillah….

mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

mudik sambil membaca Laskar Pelangi lagi, sebagai prelude untuk menonton filmnya. ah, rencana yang menarik….

selamat mudik, kawans!
semoga kita semua selamat sampai tujuan, tanpa kurang suatu apapun.
*amin*

September 26th, 2008

sebuah pagi

warna rasakata eva in categorized

suatu pagi!

suatu ketika, aku mencoba menangkap basah matahari yang mengendap-endap, merangkak menggapai tingginya langit. terlihat ia malumalu, atau mungkin masih malas, menyapa kota nan angkuh ini.

semakin merapat ku ke tepian, pada tingkat tertinggi sebuah gedung, mencoba memberi sapaan kepadanya, “ada yang sedang menantimu, bergegaslah, tak perlu mengendap-endap. derapmu selalu membuat hangat hari. buatlah pagi ini menyenangkan!”

dengan enggan, dia mulai bergulir, meniti satusatu anak tangganya sambil lirih berbisik, “untuk apa bergegas? lajuku seperti putaran roda yang berkarat, dengan bunyi yang memekakkan telinga. toh, mereka tak butuh aku untuk menandai hari yang berganti. aku ini sudah terlalu tua, dan kota ini begitu ingin mengambil peranku. maka biarkanlah mereka mendapatkannya!”

lalu, pagi ku pun pecah terbelah, oleh derap langkah yang tergesa, deru mesin serta serentetan bunyi nyaring parade klakson. dan aku akhirnya mengerti, mengapa disini nyanyi burung dengan kicaunya yang riang tak lagi dibutuhkan untuk melengkapi pagi.

*sebuah pagi, di ibukota negara.

September 25th, 2008

intermezzo sore

warna rasakata eva in categorized

kucinggg...!

kucing ini, udah berhasil menciptakan pertanyaan dan pernyataanpernyataan ajaib selama bulan ramadhan ini,

# suatu dini hari, pada jam sahur, di awal bulan ramadhan

de’ kucingnya jangan lupa dikasih makan yah. dia nya nda mau tulang ikan yang dari ikan yang dikuahin, sukanya klo tulang dari ikan yang digoreng.

ini pesan kakak saya, beberapa minggu lalu. dimana ketika pada saat itu, dirinya lagi pulang manado dalam rangka urusan tertentu, dan saya ditinggal sendiri disini, dengan perasaan yang sedih bertubitubi karena sangat ingin pulang tapi tak bisa, ditambah memperhatikan jatah makan si kucing, sedang menu sahur saya masih tak karuan :roll:

# suatu malam hari, sesudah tarawih, di hampir akhir bulan ramadhan

klo kalian semua pulang, terus siapa yang ngasih makan kucingnya?

tanya papa saya, via tilpun. ealah :shock: hehehehe, yang kemudian saya jawab sambil bercanda, “apa sebaiknya ade lebaran di sini aja, bareng kucing? kan kasian kucingnya sendirian” :D

biarpun saya cinta kucing banged, tapi maap yah pus.. dua minggu lagi, insya allah kita ketemu lagi! :lol:

Next Page »