September 19th, 2008

low[est]

warna rasakata eva in uncategorized

eh eh, tadi pagi blablablablablabla. ngekngokngekngokngekngok. yaddayaddayaddayadda. gokil!
“hah? terus?”
mo gimana lagi? yah gak gimanagimana. masa mo disuruh pergi?
hm, mo gimana lagi. kamunya juga seneng-seneng aja dibegituin, yah memang ga usah digimanagimanain

ihw. nyesek dengarnya. kedengarannya seperti, uhm seperti, saya memang bermaksud, ada maksud, memang ingin; dan dengan senang hati, bersuka cita, tertawatawa karena berada dalam keadaan seperti ini. dengan kata lain, saya, dengan kesadaran yang sangat penuh, turut serta bermain dalam permainan yang sudah mulai membuat saya merasa kehilangan kewarasan secara perlahanlahan tapi pasti ini. kemudian, saya merasa diperlakukan tidak adil dalam hal ‘didengarkan’. dan lalu, katakata seperti itu, yang saat sampe di telinga saya menjadi ‘do not do this!’ ‘do not do that!’, yang kemudian diterjemahkan oleh rasa saya, yang bebal ini, yang stubborn ini, yang kepala angin ini, menjadi sebuah tantangan untuk ‘lakukan saja!’

apa iyah saya lupa memperingatkan ‘don’t say DO NOT to me, in this case’ ? sepertinya iyah. saya memang lupa mengingatkan itu di awal dari segala rentetan lelucon ini.

uhhm, saya terusterusan merasa. tanpa mau berpikir dengan kepala dingin. tanpa mau repotrepot mereview apa yang sudah saya lakukan, menimbangnimbang apa yang sebaiknya saya lakukan ataupun tidak lakukan. dan sangat enggan mendengarkan. kalopun sekarang, saya ingin mengumpatngumpat kesana kemari. marahmarah kesana sini. dan mempersalahkan orangorang yang saya harap bisa mengerti saya, yang ternyata kemudian tidak memahami saya [atau kesulitan memahami saya?]. lalu berakhir dengan kaki yang sudah mulai menemukan jalannya untuk jatuh dan tersungkur, dengan penghiburan kepada diri sendiri it is just not their cup of coffee. it is mine, totally mine;

masih sebuah situasi yang bisa dikatakan normal, kan?

i’ve been down so low
people look at me and they know
they can tell something is wrong
like i don’t belong

staring through a window
standing outside, they’re just too happy to care tonight
i want to be like them
but i’ll mess it up again

i tripped on my way in
and got kicked outside, everybody saw…

and i know that it’s a wonderful world
but i can’t feel it right now
well i thought that i was doing well
but i just want to cry now
well i know that it’s a wonderful world
from the sky down to the sea
but i can only see it when you’re here, here with me

sometimes i feel so full of love
it just comes spilling out
it’s uncomfortable to see
i give it away so easily
but if i had someone i would do anything
i’d never, never, ever let you feel alone
i won’t i won’t leave you, on your own

but who am i to dream?
dreams are for fools, they let you down…

and i wish that i could make it better
i’d give anything for you to call me, or maybe just a little letter
oh, we could start again

James Morrison ~ Wonderful World

2 Responses to ' low[est] '

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' low[est] '.

  1. gita said,

    on September 24th, 2008 at 11:54 am

    Hahakz.. Kong dang?

  2. gita said,

    on September 24th, 2008 at 12:02 pm

    Uhm, kalo dibalik situasinya, mungkin dirimuwh akan berkata yang sama.
    Oio, kong, tidak ada maksud untuk mengatakan “don’t do that”. It’s all up to you.
    ~Terkadang cara orang lain mencintai kita, tidak sesuai dengan cara kita ingin dicintai. Sebaliknya, cara kita mencintai seseorang, tidak sesuai dengan cara dia ingin dicintai~

    Susah juga ya?

Leave a reply

:mrgreen: :neutral: :twisted: :shock: :smile: :???: :cool: :evil: :grin: :oops: :razz: :roll: :wink: :cry: :eek: :lol: :mad: :sad: