September 22nd, 2008
terbiasa
warna rasakata
eva in
categorized
ternyata rasanya sekosong ini, ada embun di pelupuk mata yang terurai di sore ini, kemudian benak saya lagilagi sibuk mengejar bayang kemarin yang sejak dulu memang tiada itu.
saya melarut.
melangut.
dan meluruh.
ah, ini hanya satu saat. seperti saatsaat itu. saat dimana saya terlalu cepat terbiasa, yang tak pernah bersamaan dengan saat saya bisa terlalu cepat tak terbiasa.
saya pikir.
on September 22nd, 2008 at 9:54 pm
cepat terbiasa untuk tidak merasa biasa, melarut dalam setiap keadaan, jangan sampai terbawa luruh, dan kita harus lebih tegar.
on September 23rd, 2008 at 9:46 am
aza aza, fighting!!
on September 23rd, 2008 at 10:28 am
“sibuk mengejar bayang kemarin yang sejak dulu memang tiada ”
kok kna ya…
on September 23rd, 2008 at 11:03 am
waduh jeng, ada yang tertohok.
semangat yaa!!
on September 23rd, 2008 at 12:01 pm
holy kenaa!
*dicubitcubit holy*
on September 23rd, 2008 at 12:20 pm
sial T-T
on September 24th, 2008 at 11:36 am
Ganti template, Va? kayaknya bagusan yang dulu, pake gelap…
Ada PR dari sapimoto. kalau mau dikerjakan silahkan, enggak juga gak bakal dipaksa…
on September 24th, 2008 at 11:56 am
saya juga suka terbiasa utk terbiasa, terbiasa utk tidak terbiasa, tidak terbiasa utk terbiasa, tidak terbiasa utk tidak terbiasa, pura-pura terbiasa, dan pura-pura tidak terbiasa…. huah!!! (opo iki???)
on September 24th, 2008 at 4:52 pm
Kadang-kadang terbiasa untuk iya, kadang-kadang terbiasa untuk tidak…. Biasa-biasa saja…
Warna hidup, kan?
on September 24th, 2008 at 6:49 pm
jangan sampai deh terbiasa untuk biasa biasa saja…
on September 24th, 2008 at 7:35 pm
yuk kita lakukan sesuatu di luar kebiasaan hari ini
on September 24th, 2008 at 10:35 pm
Ruarr biasa!
Pusying..pusying… Makin lama makin ga bisa ngikutin..