paralel
sekitar awal menuju pertengahan tahun 2005, saya jatuh cinta pada sebuah gambar yang secara tak sengaja saya temukan pada sebuah media uploduplod file di jaringan intranet kantor (baca : rikpafiles). gambar berupa foto, yang didalamnya terangkum warnawarna indah yang tajam : langit biru, pasir putih, hijau pepohonan, dan sebuah lighthouse yang menjulang tinggi, seperti sedang menjunjung langit.
semakin sering saya memandangi foto itu, semakin ingin saya ke tempat dimana semua objek dalam foto itu bisa saya jamah. dalam imajinasi saya, lighthouse itu merupakan jalan rahasia menuju langit, dengan tumpukan awan putih yang seperti manisan kapas berwarna merahmuda. percayalah, imajinasi seperti itu sudah sangat cukup untuk memanjakan saya dalam buaian mimpi, sangat menggoda!
setelah bergerilya tanya sana tanya sini, dimana kirakira letak pasti sebuah tempat dengan langit biru yang begitu memanjakan mata dengan sebuah lighthouse sebagai jalan rahasia untuk mencapainya. saya mendapatkan satu jawaban : belitong.
maka mulailah saya merekareka rencana, menumpuknumpuk ingin dan berharapharap cemas, bisa tidak saya sampai kesana, suatu saat nanti? hingga akhirnya daundaun mimpi itu jatuh satupersatu karena musim gugur sudah tiba, lalu saya memutuskan untuk melepaskan angan saya untuk berkelana kemana dia suka, sendiri.
pada suatu masa, menjelang akhir tahun 2005, saya diperkenankan bersilangan cerita dengan bapak ini, yang mempunyai begitu banyak hal untuk membuat saya terkagumkagum takjub. dari beliau, saya berkenalan dengan sebuah karya, “tau buku ini? bukunya keren. ada empat buku, dan ini buku pertamanya, inspiratif banged.” bergegas saya mencari buku itu, membacanya sampai tamat dalam suatu perjalanan pulang ke rumah dalam rangka liburan, dan kemudian mengamini apa yang dikatakan oleh bapak ini.
lagilagi saya jatuh cinta. pada mimpimimpi yang terangkum dalam sebuah karya tulisan. pada setiap tokoh dalam buku itu. dan lagilagi, pada belitong, yang ternyata punya cerita yang mengharu biru nan bermakna, tak hanya sebuah lighthouse yang menjunjung langit biru ditemani butir pasir pantai yang putih bersih.
tahun 2006 (atau 2007 yah? *lupa* -CMIIW-), bapak ini, lagilagi menyuguhkan belitong melalui fotofoto yang dikirim via email, dari satu sesi liburannya. batubatu karang besar yang mungkin bisa menyembunyikan lima sampai sepuluh anak kecil dibaliknya, tanpa ketahuan. lengkung pelangi yang cantik yang menancap di laut. pasir putih. dan sepintas lighthouse, yang katanya sudah tak terawat *hiks*
lalu tadi, di tahun 2008, pada pagi dimana saya masih terkantukkantuk tapi memaksakan diri untuk duduk di depan televisi dan menonton sebuah acara. saya menemukan belitong, lagi! lagu Laskar Pelangi nya Nidji yang selama ini hanya mampir di telinga saya, akhirnya menggenapi separuh takdirnya bertemu tatap dengan mata saya. memanjakan imaji saya yang selama ini bermainmain di benak.
saya menemukan batubatu karang yang besar itu, melihat pasir putih itu, laut yang bening, langit yang biru, dan tentu saja, tentu saja lighthouse itu! tibatiba mata saya menghangat, dan terus menjalar sampai ke hati. antara haru dan bahagia.
mimpi saya sudah separuh jalan untuk mewujud, sepertinya. alhamdulillah….
mimpi adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah
sampai engkau meraihnyalaskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
warnai bintang di jiwa
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumimenarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di duniaselamanya…
cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau hidup kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita
mudik sambil membaca Laskar Pelangi lagi, sebagai prelude untuk menonton filmnya. ah, rencana yang menarik….
selamat mudik, kawans!
semoga kita semua selamat sampai tujuan, tanpa kurang suatu apapun.
*amin*

on September 26th, 2008 at 5:23 pm
Hu’uh.. Met mudik Va..
on September 26th, 2008 at 5:27 pm
Selamat mudik…hati2 di jalan…. Selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir Batin…
on September 27th, 2008 at 10:31 am
Sudah mudik tho?
Weh makin heran, semua yg kukirim tak kunjung ada balasannya.
Dari telepong, sememes mpe komeng komeng di blog..
Met mudik ajah. Salam wad papa, mama and sister paling baikku, Ai!
Miss u all much..
on September 27th, 2008 at 11:51 am
Pernah berimajinasi tentang surga?
on September 28th, 2008 at 9:11 pm
pantai berbatu-batu itu memang indah bangettt. minal aidin wal faidzin, eva, semoga kita selalu melihat keindahan dalam setiap hal yang kita temui sepanjang perjalanan *peluk*
on October 5th, 2008 at 12:20 pm
diriku kembali
mudik ke jawa dengan ditemani Canting-nya Arswendo jadi merasa menemukan sisi ke-Jawa-an dlm diri ini.
on October 5th, 2008 at 1:34 pm
maaf lahir batin ya…
on October 6th, 2008 at 11:41 am
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin
on October 7th, 2008 at 10:40 am
maap lahir batin jenggg…. =)
on October 8th, 2008 at 8:21 am
*pelukpeluk jeng eva*
sukaaa tulisan inii.. ^___^
memang menakjubkan saat menemukan hal-hal dan peristiwa-peristiwa saling bertaut..
Awalnya saya tak sukai tembang itu, tapi sekarang, karena saat mendengarkan liriknya samar-samar wajah-wajah dan harapan-harapan melintas…
Senang rasanya, berbagi mimpi. We pray the same prayer, semoga suatu saat impian menjadi kenyataan ^^
on October 9th, 2008 at 10:30 am
lagu favoritku. sekarang kalo liat klipnya jadi berkaca-kaca. inget anak-anak yang berlari-lari di pantai.
jeng eva, welcome back!