rasa kecoak*
tadi pagi, ketika saya online via hape, dan mendapati postingan baru berjumlah lima tulisan dari mbak yu ini, ada satu tulisan yang nyangkut, tentang cara membuat komposisi makanan yang berujung pada penganalogian tentang hidup;
dan,
kalo saya, saat mengkonsumsi makanan berkuah, seperti bakso atau soto ayam, atau apapun, selalu saja rasanya ga pernah plain atau polos. saya mesti selalu meraciknya kembali :
ditambahi saos tomat (banyakbanyak)
ditambahi kecap (banyakbanyak)
ditambahi cabe yang sudah diulek (banyakbanyak)
ditambahi garam (sedikitbanyak)
dan terakhir, perasan jeruk nipis (lumayanbanyak)
dan lalu,
ketika semuanya sudah berlebihan dan menghasilkan rasa kecoak *kata kakak saya, bukan kata saya, maka sekali lagi saya menambahkan kecap sebagai penyempurna komposisi rasa makanan itu. biar lebih berasa manisnya, daripada rasarasa yang lain, kilah saya ketika kakak menyoal rasa makanan itu.
dan kemudian,
kalo saya cobacoba ikudikudan menganalogikan cara menakar komposisi untuk makanan itu ke sesuatu yang berskala lebih besar lagi, yaitu HIDUP, maka sebagai kesimpulannya, bisa dikatakan, saya ini drama queen yang mendamba happy ending, yak? *d’oh*
dan kini,
bagaimana dengan takaran komposisi kalian? apakah kirakira akan berujung pada kesimpulan yang sama? -sambil harapharap cemas mencari rekan kerja sebagai drama queen ataupun drama king yang mendamba setitik happy ending-
note : betewe, betewe, out of topic, memangnya rasa kecoak gimana toh? mungkin saya mesti menanyakannya kepada Bapak Sumanto? atau kepada pemeran Sumanto saja, kan cukup mewakili, soalnya menurut artikel entah dimana saat scene antara Sumanto dan Kecoa, si artis memakan kecoa beneran, no tricks! itu lho, artis yang itu, yang dulu turut berperan di 9 Naga, dan sekarang jadi model video klip Hitamku-nya Andra and The Backbone, he’s so cool, keren, cakep, pokoknya gitu deh, saya suka!
*halah*
on October 29th, 2008 at 9:47 am
saya kok malah penasaran ma bapak yang main 9 naga. sopo sih? selain fauzi baadillah dan lukman sardi ya?
hummm…
saya ga suka manis, dan ga suka kecap. hihihi
on October 29th, 2008 at 6:10 pm
donni alamsyah?
saya taunya ( naga yang main lukman sardi, fauzi baadillah sama donni alamsyah…
yang enam naga lainnya nggak tau siapa pemerannya….
on October 30th, 2008 at 12:29 pm
haha donni alamsyah..
bener tuh itu
*langsung ngeh begitu ingat yang ganteng*
lebih suka yang plain, penyedap rasa banyak msg-nya
yang dikemudian hari justru merusak sensor perasa di lidah
>>klo saya terlalu merasa2, jadinya malah kebal..bal.. bal
terlepas dari imej kecoa yang jelek itu
saya memprediksi rasa kecoa itu lumayan enak,
renyah kriuk-kriuk di luar
berisi saos rasa petis di dalam
on October 30th, 2008 at 4:08 pm
aku aku aku…
baso, tambah seledri banyak-banyak dan sambal dikit aja, ga pake yang lain-lain (tongcai, bawag goreng, micin, cuka, kecap, saos)
soto, tambah selederi banyak-banyak, sambal secukukupnya,jeruk nipis banyak,sedikit kecap mungkin, ga pake bawang goreng
mie ayam, tambah daun bawang banyak-banyak, saos botol bawa sendiri, ga pake pangsit, mungkin sedikit kecap
sup, ga pake apa-apa
jadi artinya apa va? mendengar hanya apa yang pengen didengar, melihat hanya yang ingin diliat. intinya sih sama aja kayaknya, sama-sama drama queen dan mendamba happy ending
on November 3rd, 2008 at 9:12 am
tidaaaaaaaaaak…..
*histeris baca komen diah*
diah kalo beli bakso bawa botol saos sendiri…
hihihihihihi