simpang rasa

sudah banyak yang lewat

berlalu
pergi
datang
lagi, pergi

menyisakan banyak hal, tanpa saya cernai, cermati, dan bahkan sekedar untuk menyimpannya sejenak untuk dikekalkan dalam kalimatkalimat, sebagai pengingat.

dan ketika pada akhirnya, disuatu simpang jalan, saya bisa berhenti sebentar dan menengok ke belakang, tapi rasa yang menggelegak berebutan keluar adalah amarah, adakah waktu disitu menunggu untuk saya caci?

6 Responses to “simpang rasa”

  1. HoLyDee writes:

    uhmm…

    ndak tahu mesti komen apa :D

  2. chang'e writes:

    I don’t know what’s the matter but…

    *peluk jeng eva*

    sabar ya…

  3. mrflow writes:

    baru mampir lagi va…

    teh cap wayangnya sudah ketemu…

  4. diah writes:

    let it go (???)

  5. bonju writes:

    mbak,,,mbak,,,,kata2mu itu lho…..susyah dipahami….
    masih kecil saya kasiyan…..jangan terlalu abstrak kata2nya….
    hehehehe……
    biarpun ga ngerti artinya,,,tapi emang bagus kok kata2nya….
    ayo mbak……lanjutkan!!!!!!!!
    hancurkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  6. bocahcilik writes:

    diamkan saja mbak…

Leave a Reply