simpang rasa
Apr
2009
2009
25
sudah banyak yang lewat
berlalu
pergi
datang
lagi, pergi
menyisakan banyak hal, tanpa saya cernai, cermati, dan bahkan sekedar untuk menyimpannya sejenak untuk dikekalkan dalam kalimatkalimat, sebagai pengingat.
dan ketika pada akhirnya, disuatu simpang jalan, saya bisa berhenti sebentar dan menengok ke belakang, tapi rasa yang menggelegak berebutan keluar adalah amarah, adakah waktu disitu menunggu untuk saya caci?
6 comments
Trackback e pingback
No trackback or pingback available for this article
uhmm…
ndak tahu mesti komen apa
I don’t know what’s the matter but…
*peluk jeng eva*
sabar ya…
baru mampir lagi va…
teh cap wayangnya sudah ketemu…
let it go (???)
mbak,,,mbak,,,,kata2mu itu lho…..susyah dipahami….
masih kecil saya kasiyan…..jangan terlalu abstrak kata2nya….
hehehehe……
biarpun ga ngerti artinya,,,tapi emang bagus kok kata2nya….
ayo mbak……lanjutkan!!!!!!!!
hancurkan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
diamkan saja mbak…