tidak tak terlihat

itu melelahkan….

dan menjadi tak terlihat, memakan usaha yang berkalikali lipat lebih banyak daripada yang sudahsudah, kemudian menyebabkan kelelahan yang lebihlebih lagi.

perasaan terintervensi sanasini. justifikasi. ketidakyakinan terhadap entah. dan semburat rasa malu untuk sekedar menuliskan satu kalimat “hai, apa kabar?” kepada kalian, mereka, kamu, dia; meski buncahan rindu ini sudah menemui pucuknya; segala sesuatu yang seperti tidak pada tatanannya. ketidakpuasan yang cenderung memiliki aroma yang sama, namun melukiskan corak yang berbeda.

blablablabla yaddayaddaaa endeskei endeskoi

kesemuanya, pada akhirnya hanya bermain di benak saya, tanpa keinginan untuk saya biarkan bersentuhan dengan semesta. tautau, sudah empat bulan lebih beberapa hari dijalani untuk tahun ini.

hah! what a……

maka, semakin buta serta tak tahu lah diri ini tentang arah.

hmm, i think i need a map, plis……

11 Responses to “tidak tak terlihat”

  1. HoLyDee writes:

    harus tegas pada diri sendiri lebih dari biasanya saat hidup sudah mulai jalan di tempat sementara dunia ini terus berputar..

    (gaya bgt si holy ni nulis beginian, kek udah lepas aja dari derita ‘just spinning around not moving’)

    ganbatte jeng!
    hidup punya kita sendiri, kita yang menentukan arahnya kemana.. :)

  2. heri writes:

    hai jg,kabar diriku baek ^-^
    dan kangen jg tentunya

  3. ranny writes:

    dimanakah dirimu ampe butuh map???masih sibuk kah???kangen berat ma dirimu
    lebih berat daripada timbangan ku hikz hikzz
    dirimu baik2 saja kah?

  4. mata writes:

    kabar kamu gimana va ? lama ngga main sini… baik baik saja kan ? senengnyaaaaa

  5. mrflow writes:

    va…
    mau map yang mana??
    semeru? karimun jawa? jogja?
    mana??

    *bongka2r*

  6. mrflow writes:

    kok jadi bongka bongka r…
    hahaha

    typo

  7. primoseto writes:

    hai.. nice essay..

    met kenal sebelumnya.

  8. nadya writes:

    hehe endeskei endeskoi
    jadi inget lagu “bayangkan bila kau sebagai yang tak kasat mata aaa … “

  9. dyra writes:

    haii jeng eva… *peluk*

  10. bocahcilik writes:

    just write “hai, apa kabar?” and send it.
    tinggal lihat konsekuensinya nanti

    ^_*

  11. gita writes:

    Stuju ma bocahcilik.

    Klo smua orang menunggu orang laen to take the first step, kapan mulainya?

Leave a Reply