tidak tak terlihat
2009
itu melelahkan….
dan menjadi tak terlihat, memakan usaha yang berkalikali lipat lebih banyak daripada yang sudahsudah, kemudian menyebabkan kelelahan yang lebihlebih lagi.
perasaan terintervensi sanasini. justifikasi. ketidakyakinan terhadap entah. dan semburat rasa malu untuk sekedar menuliskan satu kalimat “hai, apa kabar?” kepada kalian, mereka, kamu, dia; meski buncahan rindu ini sudah menemui pucuknya; segala sesuatu yang seperti tidak pada tatanannya. ketidakpuasan yang cenderung memiliki aroma yang sama, namun melukiskan corak yang berbeda.
blablablabla yaddayaddaaa endeskei endeskoi
kesemuanya, pada akhirnya hanya bermain di benak saya, tanpa keinginan untuk saya biarkan bersentuhan dengan semesta. tautau, sudah empat bulan lebih beberapa hari dijalani untuk tahun ini.
hah! what a……
maka, semakin buta serta tak tahu lah diri ini tentang arah.
hmm, i think i need a map, plis……
11 comments
Trackback e pingback
No trackback or pingback available for this article
harus tegas pada diri sendiri lebih dari biasanya saat hidup sudah mulai jalan di tempat sementara dunia ini terus berputar..
(gaya bgt si holy ni nulis beginian, kek udah lepas aja dari derita ‘just spinning around not moving’)
ganbatte jeng!
hidup punya kita sendiri, kita yang menentukan arahnya kemana..
hai jg,kabar diriku baek ^-^
dan kangen jg tentunya
dimanakah dirimu ampe butuh map???masih sibuk kah???kangen berat ma dirimu
lebih berat daripada timbangan ku hikz hikzz
dirimu baik2 saja kah?
kabar kamu gimana va ? lama ngga main sini… baik baik saja kan ? senengnyaaaaa
va…
mau map yang mana??
semeru? karimun jawa? jogja?
mana??
*bongka2r*
kok jadi bongka bongka r…
hahaha
typo
hai.. nice essay..
met kenal sebelumnya.
hehe endeskei endeskoi
jadi inget lagu “bayangkan bila kau sebagai yang tak kasat mata aaa … “
haii jeng eva… *peluk*
just write “hai, apa kabar?” and send it.
tinggal lihat konsekuensinya nanti
^_*
Stuju ma bocahcilik.
Klo smua orang menunggu orang laen to take the first step, kapan mulainya?