selalu, sekali lagi

May 29th, 2009

sudah lama saya tak mencumbui secercah venus di ufuk timur di pagi hari. sejak dia mulai berpendarpendar, mengundang kepala untuk menengadah, dan membiarkan mata menelanjangi langit biru sang malam, bergerak mencari dan menikmati keindahannya. sebuah kemegahan yang memanjakan, bagi saya. mengikuti ritualnya secara lengkap, hingga dia ditelan langit pagi yang keemasan, yang merambat pelan dengan penuh kepastian. untuk menemukan sosok awanawan berbentuk lumbalumba di balik gemunung yang mencumbu lautan. serta mendapati siluet sang puncak segitiga yang menjunjung langit begitu dekat, yang begitu gagah, menggantikan sang venus.

dan saya tau, mestinya saya tak perlu khawatir dengan mobilitas yang ada, karena kota ini masih menyimpan semua itu untuk saya kecapi.

selalu, sekali lagi.

Leave a Reply