dirimu:

tersimpan rapi di bilik angkasa
di antara gugusan gemintang
di selasela lapuknya ingatan
selintas ingin yang pernah singgah
sepotong doa yang telah lama kulupakan
yang tak cukup sabar kunantikan
untuk mewujud, kala itu

ketika saat itu tiba:

mengeja namamu adalah sebuah keindahan
memagut jemarimu adalah kesempurnaan
memandangi matamu yang serupa pendaran miliaran bintang
segalanya terasa benar dan sudah semestinya

aku tau, aku tak perlu lagi menunggu.

Published by

eva

an arch of colors



2 thoughts on “”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *