my first

cendol campur duren.
my first cup of cendol campur duren, seumurumur saya berkantor di sini, dan ada tukang cendol yang jualan di belakang kantor jenis cendol ini, sudah dipromosikan sama temanteman dan saya tetap keukeuh dengan cendol original. baru kali ini saya mencicipinya. dan hasilnya, saya tak menyukainya. rasa pahit dari duren terlalu membekas. dan cendol nya pun jadi hilang rasa. jadi saya lebih memilih makan buah duren seutuhutuhnya duren, daripada duren dalam campuran rasa.

buah sawo.
dari tukang buah favorit, masih berlokasi di belakang kantor. buahnya segarsegar! dan selalu laris manis. telat sedikit, lewat pula kesempatan makan buahnya. dan sawo itu, ternyata rasanya seperti itu. manismanis tawar, dan ada empukempuknya. rasa buah yang nanggung. ehmmm, not my kind of fruit.. :D

there is always a first time for everything, no? :)
so, what's yours?

3 Thoughts on “my first

  1. my first diklat! -prajab ga diitung-
    rasa nya? seruuu
    pokok nya i'm excited
    i'm over-excited
    i'm extremely-over-excited
    :D

  2. tidak terlalu suka sama cendol. beberapa bulan lalu abang bawa pulang dawet bajarnegara, astajaah enaak..dari situ mulai suka dawet a.k.a cendol. tiap ke jogjes pasti singgah beli dawet yang di pinggir jalan masuk jogjes hehehe
    evaaaa misyuuuuuu

  3. I'd really love to try that cendol durian :D !!
    It's been too long since the last time I had my cendol and I miss it so much!
    What's my first? Uhmmm... Let me think... I had my first grilled sausage some weeks ago and it was great :)
    Keep writing Jeng Eva, :smooch: !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post Navigation