in memoriam, bukubuku kesayangan

jadi, hati saya dan suami, sedang patah se patahpatahnya. sebabnya? semua, saya ulangi S E M U A, bukubuku koleksi dari zaman kapan: yang cetakan pertama, yang masih cover edisi pertamanya, yang ada tanda tangan penulisnya, dan buku yang akhirnya (terpaksa) diduplikasi suami karena sudah ngubekngubek ke toko buku maupun pasar buku bekas di jakarta tidak ada lagi yang menjualnya, habis tak bersisa; dimakan rayap 🙁 tiga kardus besar, yang berisi bukubuku kesayangan, habis, dimakan rayap.

ini bongkarbongkar sambil berkacakaca, fiuuuh.. maafkan yah, bukubukunya ndak bisa diselamatkan 🙁

isi pesan suami via whatsapp kemarin sore. huhuhuhuhuhuhuhu *speechless* *nangis bombay* pindahan ke bogor dari kapan tau, tapi barangbarang di kostan di jakarta tak kunjung diangkut juga, dengan berbagai alasan. ujungujungnya dibantu rayap, gak perlu bingung gimana ngangkutnya, gak pake acara ngangkutngangkut >_<

yang tersisa
yang tersisa

tapi, ndak segitunya juga kali, rayap.. cara membantunya.. *mewek* *sigh* klo dulu saya pernah bilang buku yang hilang tak kembali karena dipinjam orang itu membuat saya patah hati. percayalah, itu tidak ada apaapanya, dibandingkan dengan yang ini. *masih nda rela*

Published by

eva

an arch of colors



3 thoughts on “in memoriam, bukubuku kesayangan”

  1. Jeng Evaaa
    OMG... itu bukunyaaaa
    *pelukpeluuk*

    aku ikut patah hati...

    kapan-kapan kalau sempat main ke rumahku, insya Allah aku ajak ya ke toko buku second yang ada di deket sana, it's a small shop that would easily be loved by booklovers.. maybe you'll find the replacements of these though I know they're irreplacable..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *