uncategorized

so be it

saya ingin mencoba membuat nyaman halaman ini, sekali lagi. melonggarkan jalinan peristiwa yang mulai tak beraturan. mengurai rindu yang tak habishabis. mencatati, daripada terjebak menghitung langkah kaki sedari pagi hingga dijemput malam. agar tak habis cerita, oleh rinai hujan, pun di tengah teriknya matahari.


untuk melapangkan hati.
for my own sake.

jadi, pada suatu masa di tahun 2013 saya menuliskan perihal melapangkan hati ini. ketika itu, saya sepertinya sedang berjuang menyesuaikan ritme antara bekerja di jakarta dan bertempat tinggal di bogor. ketika itu juga, saya sangat berkeinginan menjadikan halaman ini sebagai pensieve, tempat menyimpan dan mencatati peristiwaperistiwa. klo saja hanya cukup dengan ingin catatancatatan itu bisa mewujud, pada kenyataannya banyak hal yang terlewati. those missing links, yang mungkin akan saya hargai, pun akan saya kenang dengan tawa ataupun tangis, halhal yang membawa saya sampai ke saat ini; hanya seperti ingatan berkabut. samar. dan bisa hilang kapan saja.

sekarang, sudah paruh kedua di tahun 2019, sudah enam tahun lewat dan saya masih tak berhasil melonggarkan jalinan peristiwa yang tak beraturan itu. rindu nya mungkin sudah kebas. saya tak tau apakah orangorang yang saya rindukan juga merindukan saya. kadang, saya merasa seperti ada lubang besar di dalam dada yang sepertinya bisa melenyapkan saya; ataupun kadang saya bertanyatanya, saya hendak ke mana? tiga tahun ke depan akan seperti apa? sepuluh tahun yang akan datang, saya akan seperti apa? saya sudah melakukan apa? apa yang akan temanteman, rekan kerja ingat tentang saya? what am i to you, dear life? pertanyaanpertanyaan yang seringnya saya diamkan saja, yang mungkin kemudian menciptakan si lubang besar itu.

untuk itu, mulai saat ini saya harus memaksakan diri. memanfaatkan lagi ruang ini. klo bertahuntahun yang lalu saya bisa menemukan bahwa menulis, apapun itu, tulisan panjang ataupun pendek bisa melegakan, kenapa sekarang saya tidak bisa? saya tidak mau terjebak dalam pertanyaanpertanyaan itu, sendirian, tanpa usaha sedikitpun untuk mencoba memahami.

for my own sake.

and oh, a little update about me, saya masih menuliskan postingan ini dari gedung perkantoran yang sama, lantai yang sama, dan tentu saja kubikel yang sama. rekan kerja dan atasan saja yang sudah beberapa kali berganti. dan pc unit nya juga. dari seorang pekerja yang masih newbie, sampai menjadi seorang pekerja yang "coba tanya eva aja" oleh orangorang di kantor.

One Comment

  • kei

    "saya tak tau apakah orangorang yang saya rindukan juga merindukan saya"

    rinduuu sekali padamuuuuuu...
    sungguh kurinduuuuu...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *