19.10.2008

my perfect ending!

jumat kemarin, saya melakukan pelanggaran kecilkecilan. boncengan naik motor dengan cowoknya kakak, ke pasar, tanpa pake helm *yang mana yang jadi pelanggarannya dari ketiga fakta ini, you think? hahahaha -mbahas- :lol: *

pas jalan pergi ke pasarnya, masih lancarlancar sajah, giliran pulang dan liwat di suatu perempatan yang ada lampu lalulintasnya yang sudah pasti ada pos polisinya dan jelaslah ada polisi yang jaga, perasaan saya sudah mulai tak enak, meski lampu lalulintas lagi hijau, tapi berhubung kendaraan disitu lagi padat, dan entah kenapa si cowoknya kakak malah memilih mengendarai motornya lebih dekat ke arah pos polisi itu padahal sudah tau lagi membonceng saya yang tak menggunakan helm :roll:

akhirnya terjadilah, saya dan pak polisi yang budiman itu bersitatap. dan yang saya lakukan adalah mencoba tersenyum semanis mungkin :cool: dan mengatakan kepada cowoknya kakak bahwa polisinya sudah melihat saya yang tak menggunakan helm ini.

yang selanjutnya terjadi adalah diluar dugaan saya dan cukup mampu memompa adrenalin saya!

#1
pak polisi membalas senyuman saya (!!??!!)
ya iyalah ini diluar dugaan saya. karena saya berpikir peluit di tangannya itu akan langsung berbunyi nyaring dan panjang untuk menghentikan laju motor kami, bukannya membalas senyuman saya, dalam slow motion pula, iya toh? meski sesudah pak polisi itu membalas senyuman saya, beliau meniupkan peluit itu, akhirnya, meski masih dengan raguragu. dan…

#2
motor yang saya tumpangi itu sudah melaju lebih cepat!
diluar dugaan saya, karena, tega tega tega tega tega! membonceng calon adik ipar yang manis ini yang tak memakai helm sambil kebutkebutan serta menyalip truk dan beberapa mobil? huhuhuhuhuhuhuhuhu, set dah, saya kan shock :shock: kelajuan motor itu masih terus berlanjut, dan berhenti mendadak ketika jalanan sepi yang dilewati terhadang mobil truk yang lagi mengangkut patahan rantingranting dari pohon besar yang tumbang di tengah jalan. ternyata,

#3
motornya kehabisan bensin!
ya ampuunnn.. hahahaha. benarbenar sungguh dah. dorongdorongdorong, sampe ketemu warung yang menjual bensin eceran. setelah tangki terisi dan motor bisa jalan lagi, dalam perjalanan pulang saya ketawaketawa seneng di jok belakang *halah* :lol: soalnya, pada akhirnya saya menemukan my perfect ending untuk sebuah pekan yang hectic dan menguras energi :D

yah begitulah jadinya, saya lolos dari pelanggaran yang saya lakukan, dan sepertinya menambah pelanggaran baru lagi dengan kebutkebutan di jalan *meski saya hanya berperan sebagai penumpang* dan diatas semuanya, saya ketawaketawa senang dengan kejadian itu *gelenggeleng, anak muda, anak muda!* :D

but heyy, itu kan salah satu cara Semesta ‘bercanda’ dengan saya toh, daripada melihat saya merengut terus terusan sepanjang hari pada pekan ini, yang mana tentu saja sangat tidak disarankan, iya kan, kan kan kan kaaannn? *makza* :P

have a very happy sunday, anyone! ;)

note : mungkin yang saya perlukan sekarang adalah melakukan perihalperihal konyol sebagai relaksasi untuk mood saya, otak saya, perasaan saya, selain mengganti isi playlist tentunya :mrgreen:

16.10.2008

e n o u g h

the heart is a bloom
shoots up through the stony ground
there’s no room
no space to rent in this town

you’re out of luck
and the reason that you had to care
the traffic is stuck
and you’re not moving anywhere

you thought you’d found a friend
to take you out of this place
someone you could lend a hand
in return for grace

it’s a beautiful day
sky falls, you feel like
it’s a beautiful day
don’t let it get away

you’re on the road
but you’ve got no destination
you’re in the mud
in the maze of her imagination

you love this town
even if that doesn’t ring true
you’ve been all over
and it’s been all over you

it’s a beautiful day
don’t let it get away
it’s a beautiful day

touch me
take me to that other place
teach me
i know I’m not a hopeless case

see the world in green and blue
see China right in front of you
see the canyons broken by cloud
see the tuna fleets clearing the sea out
see the Bedouin fires at night
see the oil fields at first light
and see the bird with a leaf in her mouth
after the flood all the colors came out

it was a beautiful day
don’t let it get away
beautiful day

touch me
take me to that other place
reach me
i know i’m not a hopeless case

WHAT YOU DON’T HAVE YOU DON’T NEED IT NOW
WHAT YOU DON’T KNOW YOU CAN FEEL IT SOMEHOW
WHAT YOU DON’T HAVE YOU DON’T NEED IT NOW
DON’T NEED IT NOW

U2 | beautiful day

duh, udah cukup yah saya mutungmutungan tak jelas tak tentu arah, sudah mulai membosankan tentunya melihat isi postingan yang misuhmisuh kesana kemari seperti beberapa hari belakangan ini. klo diladenin makin seneng aja itu bad mood bergerilya, mengganyang harihari saya *berasa lagi perang* :D tapi sebenarnya nemu fakta baru tentang saya juga sih, bahwa saya ini autisnya kebangedan, dulu saya tau saya ini autis, tapi nda tau klo autisnya kebangedan seperti ini, keknya semua orang disekitar saya sudah berhasil menotice keautisan saya. (jadi inged tugasnya jeng dyra dan oom mave) :roll:

dan uhm, mengutip komentarnya chang’e disini,

kadang, sendiri itu menyenangkan. tapi, inginnya sendiri dan ngga merasakan sepi (which is ngga mungkin :P )

itu, saya banged. penyendiri yang menolak sepi. ternyata ga mungkin yaks? :neutral:

terus, di, terima kasih liriknya. dan lagunya. dan emailnya. dan katakatanya. makasiyh yaah yaah :wink:

pulang ah, saya sedang tak ingin berlamalama di kantor hari ini. marii… :smile:

what you don’t have, you don’t need it now
what you don’t know, you can feel it somehow
*singing out loud*

15.10.2008

semoga,

hari ini tidak akan berakhir dengan kalimat seperti ini,

what am i doing?
n o t h i n g
i am letting life rain upon me
Rahel Varnhagen

semangads, va! :D

12.10.2008

kembali..

kini, malam merambat, pelanpelan menua, meski terlalu pagi untuk kokok ayam yang bersahutsahutan.

disini, bulan penuh separuh, semakin meninggi. membirugelapkan langit, membawa jiwajiwa melayang mewujud gemintang. merangkai konstelasi. memenuhi rongga langit, mengosongkan separuh, ruh ku.

sekejap, malam melarung pagi, bersama rindu yang tumpah ruah, tak juga habis. meresap, meloloskan bilurbilur air mata.

aku, bergegas mengayuh langkah, menguatkan hati, kembali…

« Previous Page Next Page »