08.03.2011

#notes to myself

karena sepertinya, rumput di halaman rumah tetangga itu, selaluuuuuuuuuuuu sajah lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri, biarpun rumputnya udah dirawat baikbaik, udah pake pupuk nomor satu, jadwal penyiramannya pun selalu pake jadwal, teratur lah pokoknya. malah sebenarnya ngalahngalahin kehijauannya si rumput tetangga.

tapi teteup sajah, merasa ada yang kurang. ada yang salah.

jadi, selalu saja ada halhal yang bikin malas dengarnya. jadi pengen ngemplang orang. terus pengen banged deh ngomong “hei you, talk to my hand!”. dan berlalu begitu saja.

absolutely there is something wrong in your way of enjoying life, klo sedikitsedikit merasa salah dan merasa kurang. ow, c’mon, get real, dear. klo saya siyh, segala sesuatu itu, selama bisa di-enjoy-kan dan dijalani dengan hati ikhlas, akan enak kok rasanya. but hey, suits yourself. it’s your own life anyway.

tapi, nikmat Tuhan yang mana lagi yang hendak kau dustakan?

wish!

ah, sudah maret.

dan saya tau, janji saya tak tertepati. uhm, bukan janji mungkin, niatan sepertinya akan terdengar lebih tepat. waktu itu saya berniat mencoba lagi disini. sambil membuat janji dengan peristiwa, mencatatinya semampu saya. karena sepertinya sangat disayangkan klo halhal terlewati begitu saja, tanpa ada sisa untuk dikenang, sekedar pengingat. bisa saja untuk bahan pembelajaran, atau malah bahan tertawaan, kelak.

tapi, semampu saya itu ternyata, hanya seperti ini. *sillyme* :D

sudah menjelang semi kah, saat ini?

sekumpulan dandelion di jalan setapak menuju kantor sedang mekarmekarnya. kadang luruh oleh hujan yang datang tibatiba. atau terbang terbawa angin kala panas sedang terikteriknya. tak jarang, dicabut paksa oleh tangan saya yang selalu gemas melihat mereka yang bergoyang mengikuti bisiknya angin.

ketika meranggasi si dandelion, saya sambil membayangkan padang rumput yang luas, mendekati sebuah puncak, dimana ketika malam tiba, kita bisa menikmati pendaran beribu bintang di samping sebuah danau dengan kepulan kopi panas dari secangkir gelas yang terbuat dari kaleng. sambil bertukar cerita dan cita di pinggiran api unggun. rasanya hangat sekali! meski kala itu, dingin pasti sedang derumenderu dari segala arah. tapi toh bisa kita patahkan, meski gelap makin merambat naik, ceritacerita malah semakin panjang, dan kita seolah telah berhasil membekukan waktu.

ups, ternyata saya melamun, yah? seperti terseret cerita patahan dandelion yang sudah berkeliling kemanamana itu. tautau, saya sudah tiba di kantor dan tumpukan berkas di meja kerja saya, sudah menanti lagi untuk diselesaikan.

semoga, kala semi menjelma, kita bisa saling menyilangkan jalan, sedikit saja pun tak mengapa :)

15.01.2011

crosspath

we rise and we fall
and we feel like just walking away

maybe we’ll live and learn
maybe we’ll crash and burn
maybe you’ll stay
maybe you’ll leave
maybe you’ll return
maybe another fight
maybe we won’t survive

but maybe,
we’ll grow

we’re just ordinary people
we don’t know which way to go
coz we’re ordinary people
maybe we should take it slow
this time we’ll take it slow

- ordinary people | john legend

ps. selalu minjem gambarnya @afkus, tanpa izin dahulu, disini.

did i ever told you, that i always love your photographs? and waiting for your writings? *masih sajah edisi nagih mode on* :D

13.01.2011

“pulang menemui dirimu”

apakah kamu tau, lelaki?

setiap dirimu menyebutkan kalimat itu
ada kupukupu beterbangan dalam perut saya,
rasa yang tak bisa dibariskan dalam kata dan kalimat,
senyum yang sangat enggan meninggalkan wajah saya,
dan tentu saja, hangat, yang bisa mengalahkan dingin,
sedingin apapun itu.

:)

« Previous Page Next Page »