October 28th, 2008

rasa kecoak*

warna rasakata eva in categorized, sendaljepiter's

tadi pagi, ketika saya online via hape, dan mendapati postingan baru berjumlah lima tulisan dari mbak yu ini, ada satu tulisan yang nyangkut, tentang cara membuat komposisi makanan yang berujung pada penganalogian tentang hidup;

dan,

kalo saya, saat mengkonsumsi makanan berkuah, seperti bakso atau soto ayam, atau apapun, selalu saja rasanya ga pernah plain atau polos. saya mesti selalu meraciknya kembali :

ditambahi saos tomat (banyakbanyak)
ditambahi kecap (banyakbanyak)
ditambahi cabe yang sudah diulek (banyakbanyak)
ditambahi garam (sedikitbanyak)
dan terakhir, perasan jeruk nipis (lumayanbanyak)

dan lalu,

ketika semuanya sudah berlebihan dan menghasilkan rasa kecoak *kata kakak saya, bukan kata saya, maka sekali lagi saya menambahkan kecap sebagai penyempurna komposisi rasa makanan itu. biar lebih berasa manisnya, daripada rasarasa yang lain, kilah saya ketika kakak menyoal rasa makanan itu.

dan kemudian,

kalo saya cobacoba ikudikudan menganalogikan cara menakar komposisi untuk makanan itu ke sesuatu yang berskala lebih besar lagi, yaitu HIDUP, maka sebagai kesimpulannya, bisa dikatakan, saya ini drama queen yang mendamba happy ending, yak? *d’oh*

dan kini,

bagaimana dengan takaran komposisi kalian? apakah kirakira akan berujung pada kesimpulan yang sama? -sambil harapharap cemas mencari rekan kerja sebagai drama queen ataupun drama king yang mendamba setitik happy ending- :lol:

note : betewe, betewe, out of topic, memangnya rasa kecoak gimana toh? mungkin saya mesti menanyakannya kepada Bapak Sumanto? atau kepada pemeran Sumanto saja, kan cukup mewakili, soalnya menurut artikel entah dimana saat scene antara Sumanto dan Kecoa, si artis memakan kecoa beneran, no tricks! itu lho, artis yang itu, yang dulu turut berperan di 9 Naga, dan sekarang jadi model video klip Hitamku-nya Andra and The Backbone, he’s so cool, keren, cakep, pokoknya gitu deh, saya suka! :oops: *halah*

August 15th, 2008

special cast!

warna rasakata eva in sendaljepiter's

disclaimer : ini masih tentang Gunung Gede (mudahmudahan belum bosan). semua penampakan yang ada di postingan ini, tanpa proses editing dan ditampilkan tanpa izin pemiliknya *wink* ;) enjoy!

punggungnya siapa?

saatsaat bersamamu

mbakheny&mbakshebackpaklambang&masheri

pakiq&mbakhenypaklambang&mbaksheback

kumpulpuncakdon juan, kah?

Kandang Badak

[katanya] candid!

mbakhenyfita

pak afreembak sheback

ini [niatnya] foto di puncak

jauuuhh

dan ini, Air Panas yang saat melewatinya menegangkan tapi bikin nagih itu

airpanasairpanaas

yak, sekian duluw.. fotofoto yang lain masih dalam perjalanan, dan di kantor mati lampu terusterusan, jadi begitulah. sebenarnya, niatnya sih cuman mo bikin jeng diah tambah nyesel lantaran ga ngikud, hehehehehehe.. *peaceeee* -mwah- ;)

selamat berakhir pekan, kawans!

August 12th, 2008

2627/07/2008

warna rasakata eva in categorized, sendaljepiter's

kakiku

perjalanan ke Gunung Gede, selain merupakan perjalanan muncak luar pulau yang pertama [tanpa memperhitungkan BTS, setahun yang lalu], juga merupakan salah satu perjalanan ‘push my own limit’. tapi, setelah saya mengingatngingat semua perjalanan saya ke gununggunung, ternyata semuanya layak dilabeli sebagai perjalanan push my own limit juga *sigh* :D

jadi, dengan alasan :
1. saya sudah datang jauhjauh dari pulau seberang
2. kapan lagi saya bisa sebegitu dekatnya dengan Langit yang saya cintai dengan amat sangat sungguh itu?

maka saya melalui perjalanan ke puncak gede, dengan susah payah, sangat makza dan dengan senang hati, tentunya ;)

jembatan

perjalanan yang dimulai dari cibodas ini, menyajikan track yang beraneka ragam disertai pospos pemandangan yang mengenakan, seperti Telaga Biru (1.575 mdpl), Air Terjun Cibeureum, Air Panas (yang saat melewatinya menegangkan tapi bikin nagih!), dan tentu saja, ternyata memakan waktu yang lumayan sangat lama (menurut saya), rasanya kok gak nyampenyampe yak :D kirakira setengah hari lebih banyak, pokoknya. beberapa kali mengalami kram kaki, berkalikali bertemu dengan orangorang yang saling berbagi salam, sapa dan senyum penyemangat, dilengkapi dengan kecepatan kaki saya yang tidak bisa dikatakan cepat, alias selalu tertinggal di belakang, perjalanan menuju base camp Kandang Badak (2.220 mdpl), amat sangat sungguh tak bisa digambarkan dengan katakata, saking melelahkannya dan menakjubkannya *wink* :)

intermezzo satu

sudah pernah mengkhidmati dingin? di base camp Kandang Badak saya sangat mengkhidmatinya, hehe. dingin mencumbui saya dengan penuh cinta, dari ujung jari kaki, tangan sampai rasanya memenuhi otak saya. dingin yang masuk ke dalam kepala, ternyata rasanya tidak enak. sangat tidak enak. dikompilasikan dengan perut yang tak mau menerima segala jenis asupan gizi penambah energi, membuat saya semakin menjadi pesakitan yang terbilang sukses :D

dari base camp Kandang Badak (2.220 mdpl) ke Puncak Gede (2.958 mdpl), normalnya mungkin sekitar dua jam-an, ya? dan saya menempuhnya *mungkin* sekitar tiga jam lebih :) bukan prestasi memang, saya hanya punya semangad yang bergaung berulangulang dalam hati “langitnya sudah dekat, ayo lebih semangad lagi, va! dirimu bisa!” untuk bisa mencapai puncak gunung gede ini, sedangkan tenaga saya sudah ditelan mentahmentah oleh sakit lambung yang saya rasakan.

puncak gede

intermezzo dua

Alun-alun Surya Kencana (2.750 mdpl), tak tergapai, kali ini. mungkin suatu saat saya akan kembali ke sana lagi, untuk menikmati matahari pagi bersama dengan hamparan ladang edelweiss. semoga :)

saya jadi inged kata teman seperjalanan saya dahulu kala sangat, pada saatsaat pertama saya mulai hobi jalanjalan begini,

“va, tenaga kamu memang gak seberapa, tapi semangad dan niat kamu untuk bisa mencapai puncak itu patut diacungin banyak jempol”

haha, entah itu pujian ato cercaan, waktu itu, saya senyumsenyum saja dikomentari seperti itu. sekarang, saya baru sadar, klo itu menandakan betapa keras kepalanya saya, dan seandainya perjalanan saya tidak bersama dengan orangorang yang hebat, tentu saja akan berakibat fatal *wink*

sekali lagi, thank you, kawans ;)

intermezzo tiga

ternyata, ketinggian Gunung Gede (2.958 mdpl) ini melebihi lumayan banyak daripada Gunung Klabat (2.100 mdpl), gunung tertinggi di manado, yang belum pernah saya jamah itu. klo begitu, anggap saja, saya sudah muncak ke Gunung Klabat, bahkan melewatinya! *mgreen*

Next Page »