uhm, saya baru selesai melanglang buana kesana kemari. hari ini saya tidak doing nothing berkaitan dengan pekerjaan menumpuk itu, alhamdulillah. mungkin dua hari kemarin masih shock lantaran baru balik dari cuti, jadi ritmenya belum dapat *ngeles* meskipun tadi saya sempat esmosional terhadap beberapa hal, dan saya menyesal telah bertindak demikian, tapi syukurlah saya menyalurkannya langsung, tidak menimbunnya sendiri dalamdalam sampai gondok ataupun bisulan.
setelah melanglang buana kesana kemari, entah kenapa *boongbanged* rasarasanya saya ingin menangis sejadijadinya saat ini. hati jadi penuh dan kosong secara sekaligus. kepala terus mengaunggaungkan sesuatu tentang pencapaian. rasarasanya hampir habis waktu malam ini dihabiskan dengan menekur diri, mengingatngingat, mengenangngenang, serta mencoba mengerti; dan saya tetap saja tak menemukan halhal yang bisa dipadankan untuk dikategorikan ke dalam sesuatu yang disebut pencapaian.
sepertinya saya sedang berjalan terseokseok dengan langkah lamat nan berat yang tak pasti ke arah timur, sedangkan ingin dan mimpi saya, seperti memiliki tuannya sendiri, melaju bagai roket tak terhenti ke arah barat, memilih jalan berbelok dan membuat janji temu dengan saya entah kapan entah dimana.
mungkin ini adalah alasan sebenarnya kenapa saya begitu defensif serta pemilih terhadap kegiatan bersosialisasi [itupun klo kegiatan membaca blog orang, secara random, sebagai silent reader pula bisa disebut sebagai sosialisasi]. saya keseringan menyerap sebanyakbanyaknya cerita, menandainya dengan emosi berlebih, lalu menyerang bolakbalik pikir dan rasa saya, untuk kemudian tenggelam bersamanya, dengan pasti.
karenanya, saya lebih memilih menyembunyikan diri dibalik kediaman saya, bermainmain dengan dunia saya sendiri, lalu pada suatu saat isengiseng berjalanjalan keluar dari cangkang yang sudah saya tata sedemikian rupa (seperti saat ini) dan merasa tak jelas (masih, seperti saat ini), dan saat ingin kembali dalam diam, ternyata cangkang yang sudah saya tata sedemikian rupa itu telah porak poranda tak bersisa (tepat, seperti saat ini).
rasa dan kata,
membuat kita (saya) terapungapung
dalam kontinen makna,
dan tak kunjung berani menjejak,
meski demi sebuah pasti
-eva di almost fullmoon
nasehat jiwaku kepada diriku : va, penyendiri mana siyh yang bisa menyangkali sepi? *sigh*