simplicity
yang saya inginkan hanyalah satu kesederhanaan untuk melengkapi semuanya.
ketika untaian kata bisa terlontar tanpa perlu dorongan yang keras. ketika kalimatkalimat bisa mengalir ke muaranya, samudera rasa nan luas itu. kala tawatawa tercipta karena di situ memang terselip suatu canda, cerita ceria, dan buncah bahagia. kala tangistangis terurai oleh bongkahan resah, sejumput nelangsa, sekeping gulana.
lesapan angin, tabuhan rinai hujan, terik mentari, lelehan kabut : ingin duduk diam menikmati, dengan satu pinta sederhana : menjamah kesederhanaan itu sendiri, tanpa janjijanji.
karena rumit melelahkan. karena sulit menyesakkan. karena syarat membawa pias menuntun makna membias.
mungkin sederhana itu sebatas sekat tipis, garis imajinasi yang memang membaurkan segala untuk tak menjadi sederhana.
mungkin…..
simplicity are completely complex, no?