one fine day

i like to reminisce about a time i've never had,
a book that no one read,
a film that never made me sad
and you remind me of a place i've never been
and something no one said,
When i was seventeen

remember when we never struggled through,
a bad time we never had,
a love we never fell into,
please don't remind me to forget,
cause forgiveness is a place,
i ain't got use to yet

all i ever wanted,
was to radiate your home,
but i guess it doesn't matter

so come reminisce about a time we didn't have,
i hear there's a sequel to that film that never made you sad,
don't rewrite my history,
cause you never really know how much you didn't mean to me

one fine day,
in the middle of the night,
you wake up in it
but you probably won't admit it

| robbie williams - one fine day

jadi, citacita untuk pulang kantor sehabis maghrib hari ini kandas.

jakarta, diguyur hujan deras berangin sejak sore sampai menjelang isya tadi. sebenarnya, pulang pas hujan badai lagi seruserunya kayak tadi adalah waktu yang pas, karena macetnya blom terlalu, pengguna kendaraan roda dua akan lebih memilih berteduh, dan pengguna kendaraan roda empat masih terjebak macet di jalan keluar kantor atau jalanjalan lainnya. dengan demikian, berarti jalanan depan kantor belum akan terlalu macet. yang berarti APTB tumpangan saya akan tiba lebih cepat daripada biasanya di depan kantor, dan kalo cukup beruntung, APTB tersebut tidak dalam kondisi penuh.

tapi, hujannya beneran ngeri, saudara!

gludukgluduk, kilatkilat, dan berangin. pake payung pun pasti basah juga. beberapa teman yang sudah pamitan dari jam lima saja dan turun ke lantai satu, akhirnya kembali lagi ke ruangan. nah, daripada saya terjebak dan basahbasahan, semangkok mie instant kuah rasa ayam bawang dan beberapa potong cabe rawit, dinikmati bersama beberapa teman sambil ngobrol ngalor ngidul, di sore hari ketika hujan sedang garanggarangnya menggedorgedor jendela di lantai dua puluh satu, jelasjelas adalah pilihan yang lebih menghangatkan *wink*

lalu, apa hubungannya dengan lagunya mas robbie williams di atas?

yah nda ada. saya hanya lagi suka lagu ini. saya baru tau klo mas robbie punya lagu ini. dan saya jatuh cinta dengan liriknya, hehehe.. klo mau maksa untuk teteup ada hubungannya, boleh lah hari ini disebut sebagai one fine day; one fine day yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari lagunya mas robbie, tapi *bigsmile*

baiklah, markipul temans. macetnya sudah rata, malamnya sudah hampir tua. terus, saya memutuskan pulang menggunakan jasa commuterline sajah malam ini. selamat berjuang!

#track 2: what am i to you

januari duaribu lima

sebuah sapaan kedapkedip merah. ruang cakap maya. saya yang pemula dalam kancah itu. jejeran jendela yang lebih sempit. mendapati seorang kawan. kamu. bertukar sapa.
bertanya alur pikiran. menceritakan diri. uhm, kadang mungkin memang, kala itu sudah ada harap. tapi bukan untuk diwujudkan detik itu juga. yah, momentum yang untuk diangankan dahulu. saya hanya merasa. saya tahu. maka itu tak pernah terlepas. meski tak kadang sedikit hilang.

juni duaribu enam

lantun kereta pertama dengan setumpuk pertanyaan. dentingan irama khas norah jones dengan lekuk nya yang jazzy yang menjadi favorit telingaku. melambung angan. dendangan hati. tak mengumbar nada pun senandung. hanya apa yang bermain di kepala. kereta yang tidak membawa ke tempat jauh awalnya, tapi mampu mengubah rencana sesudahnya.

what am i to you
tell me darling true
to me you are the sea
fast as you can be
and deep the shade of blue

karena senja memang memikat. sekotak harap dituntun bergerak ke lantun kereta yang berbeda. ke suatu tempat, yang padanya tak pernah bosan kuucapkan kagumku. yang kini berubah menjadi kecintaan. dimana semua benih rasa bisa kutabur. dimana harap bisa dituai nyata. mungkin. walau tak kadang, nyata pun yang membentur buyarkan. menebar pedih. dan selalu saja tak mengapa. karena pasti kembali, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama lagi. dengan buncahan yang menggunung dan berbukitbukit banyaknya. lebih dari sebelumnya.

when you're feeling low
to whom else do you go
see i cry if you hurt
i'd give you my last shirt
because i love you so

perjalanan semalam. dahaga perindu. dijemput pagi oleh peron stasiun dengan bangkubangku panjangnya yang hampir penuh terisi musafir jalanan. menanti kereta lainnya, dan entah kemana kan dibawanya mereka. lantai dingin. kursi besi membeku. namun ada hangat disitu, kala kuraba hati. menjalari tubuh, memerahkan pipi, meronakan jiwa, dengan klimaks senyuman kepada asing yang selalu saja ramah. tak terasa asing sama sekali. membuatku berulangulang ingin kembali. meleburkan diri, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama. titian baru untuk menjaring mentari kah? doaku pagi itu, berselisih detik dengan embun pertama. meluruh gaungnya dalam diam.

if my sky should fall
would you even call
opened up my heart
i never want to part
i'm giving you the ball

romantisme kenangan. bangku taman, lampu taman, pada sepetak trotoar. depan sebuah gedung wakil rakyat. sesudah jingga berganti malam. ada pengamen. ada warung tenda. ada tukang becak. ada rindang pohon. ada kerlapkerlip lalulalang kendaraan. ada orangorang. ada seorang aku. dan seorang kamu. bertautan jemari. enggan bersuara. hanya binar gemintang, sejenak berpindah ke dua pasang mata. menggerai tirai langit. menikmati orkestra semesta yang turut bernyanyi bahagia. tanpa suara. mentakzimi semuanya..

when i look in your eyes
i can feel the butterflies
could you find a love in me
could you carve me in a tree
tell me darlin' true
what am i to you
don't fill my heart with lies

juni duaribu tujuh

ah, tak terasa sudah tiga ratus enam puluh lima hari lebih, ada kita diantara aku dan kamu. pameo usang itu mungkin saja benar, jodoh takkan lari kemana. tapi saya lebih suka mengatakannya sebagai buah dari kalimat 'semua itu indah pada waktunya'

for once,

there was beauty here for me

under the wide northern skies

and once,

there was magic here for me

under the wide northern skies

find the time..

the time to read,

to breathe the fresh air in the morning,

to smile to the stranger that you meet at the office lift,

to have a lunchdate with an old friend,

to learn a new craft,

to write a letter,

to go somewhere special,

to REALLY be with the person you love,

or even to do nothing for a while..

i have returned to the northern skies

where the summer had not touched

the clouds that pass above..

Oh, and i have returned to the sombre grace

of the days too early to come and too early to stay..

DIDO - northern skies