surviving monday

manic monday!
messymonday

tl 2 (lalulintas di jakarta itu selalu merupakan sebuah anomali, keajaiban alam. dan tergantung berapa kali saya mendapat bonus lampu merah di lampu lalulintas yang sama, sepanjang pancoran - kuningan untuk bisa tiba di gatot subroto, just in time!)
kerjaan yang deadline nya minggu ini (wis biyasa..)
berkasberkas yang berhamburan (sejak awal tahun 2014 ndak bisa mengendalikan berkasberkas ini seperti tahun kemarin, hiks)
dan cerita patah hati kemarin (yang tak tau kapan sembuhnya *sigh*)

jadi, bagaimana saya bisa melalui hari senin ini, mencoba membereskan kerjaan sebelum tenggatnya tinggal satu hari lagi seperti yang sudahsudah (syukurlah bisa dikirim hari ini juga), dan alhamdulillah merasa baikbaik saja di penghujung hari?

untuk itu, terima kasih,

untuk orangorang yang membuat mixes di 8tracks yang berhasil mendongkrak mood di pagi hari tadi: http://8tracks.com/search/monday/mixes

untuk @KartuPos atas perayaan 17agustus yang sangat meriah di twitter dengah hashtag #RekomenIndonesia, yang berhasil bikin ngiler maksimal, takjub, dan ngiri 😛 merdeka! kumpulan tweetnya pun sudah dibuat oleh admin @KartuPos yang baik hati di: http://chirpstory.com/li/225119, enjoy!

untuk @float_project, atas lagulagunya sebagai pelengkap yang sempurna untuk hari ini. sangat menantikan album terbarunya 😉 mendengarkan lagulagu float, sambil melihat gambargambar ini:

golden sunrise gunung prau

lie down and get lazy
set all of your senses free
gather all thoughts, let go
fill up your mind with this flow

bunga prau

tomorrow’s not a day
it’s not yet ours, anyway
now is our time
it’s time to start, it’s time to stop
it’s time for bright, it’s time for dark

*

sukses membuat semakin ngiler!

jadi, prau, anyone? anytwo? anythree?
*tibatiba bucket listnya semakin panjang*

aamiiiin..
semoga ada kesempatan..

*lirik lagu float, judulnya TIME
**golden sunrise nya dipinjam dari sini
***bunga prau nya juga dipinjam dari situ

terima kasih, it's really made my day!
*dance*

in memoriam, bukubuku kesayangan

jadi, hati saya dan suami, sedang patah se patahpatahnya. sebabnya? semua, saya ulangi S E M U A, bukubuku koleksi dari zaman kapan: yang cetakan pertama, yang masih cover edisi pertamanya, yang ada tanda tangan penulisnya, dan buku yang akhirnya (terpaksa) diduplikasi suami karena sudah ngubekngubek ke toko buku maupun pasar buku bekas di jakarta tidak ada lagi yang menjualnya, habis tak bersisa; dimakan rayap 🙁 tiga kardus besar, yang berisi bukubuku kesayangan, habis, dimakan rayap.

ini bongkarbongkar sambil berkacakaca, fiuuuh.. maafkan yah, bukubukunya ndak bisa diselamatkan 🙁

isi pesan suami via whatsapp kemarin sore. huhuhuhuhuhuhuhu *speechless* *nangis bombay* pindahan ke bogor dari kapan tau, tapi barangbarang di kostan di jakarta tak kunjung diangkut juga, dengan berbagai alasan. ujungujungnya dibantu rayap, gak perlu bingung gimana ngangkutnya, gak pake acara ngangkutngangkut >_<

yang tersisa
yang tersisa

tapi, ndak segitunya juga kali, rayap.. cara membantunya.. *mewek* *sigh* klo dulu saya pernah bilang buku yang hilang tak kembali karena dipinjam orang itu membuat saya patah hati. percayalah, itu tidak ada apaapanya, dibandingkan dengan yang ini. *masih nda rela*

eh, halo!

saya berhasil login.
ternyata password nya masih yang ini 😀

duh, rumahnya lagilagi tak terurus.
*bersihbersih tumpukan debu dulu*

dan yeah, sudah agustus sajah.
*makin giat ngelap debudebu intan*

trying to make a move, just to stay in the game
i try to stay awake and remember my name
but..
everybody's changing
and i don't feel the same

keane | everybody's changing

kenyamanan di pojokan itu, dulu

ih, terus kenapa klo saya bilang saya merindukan masamasa itu?

masamasa dimana klo saya diam, dan diam dan diam saja, tenggelam dalam monitor cembung itu, di pojokan yang ituitu saja, dan playlist yang ituitu saja? dan tidak merasa terganggu dengan halhal yang terjadi di sekitar saya.

sekarang kok agak susah yah mendapatkan kenyamanan di pojokan itu lagi?

tapi halhal yang saya rindukan itu, ternyata tak juga selamanya sama.

terus mendapati halhal berubah, tautau, saya sebel sajah.

doh!