it’s okay to be caught in the rain (:

caught in the rain

akan ada suatu masa di mana kamu tenggelam dalam prasangka, atas diri sendiri, juga atas orangorang yang bersisian dengan kamu karena cerita, cita dan cinta. terutama atas diri sendiri. berprasangka atas hidupmu. prasangka yang bermain dalam kepala, yang menyeret kamu hingga kalut. mengambil seluruh rasa percayamu. dan mungkin juga kemantapan hatimu. atau yang paling buruk, merampas satusatu nya sisa kekuatanmu: harapan.

lalu akan muncul lagi pertanyaanpertanyaan itu:

kaki, sudah sampai di mana engkau melangkah?
sudah berapa besar tanah jejakanmu?
bila hingga kini mimpi tak juga menemukan jalannya, pada apa dan siapa harap ini hendak dilabuh?

kemudian, kamu ketakutan.

disertai dengan amarah yang semakin lantang.
dengan langkah yang semakin gamang.
dengan resah yang semakin mengguncang dunia kecil dalam kepalamu.
yang tidak juga membawamu bergerak, selain merasa semakin hilang.

kemudian, ketakutanmu menjadijadi.

karena kamu tau, kali ini kamu tak akan bisa lari kemanamana. karena kamu tau, menghilang sejenak tak akan menyelesaikan pun melapangkan. kamu sendiri, termakan prasangkamu. mungkin kamu terlalu malu untuk meminta, karena doadoamu telah berdesakdesakan. atau mungkin juga, kamu terlalu sombong untuk meminta, karena kamu terlalu terbiasa sendiri. mungkin.

yang kamu tau, kamu harus menghadapinya. menguraikannya satu per satu. membaginya dalam komposisi yang tepat. mencatatinya. menelaahnya. kamu paham sekali rumusnya, tapi tidak bisa mengaplikasikannya. ada bagian yang terlewatkan, yang tidak kamu ketahui apa, sehingga rumusnya tidak berfungsi. kalau saja hidup itu adalah ilmu pasti, yang akan cukup dengan menggunakan logika, mungkin bagian ini akan kamu lewati dengan mudah. mungkin.

tapi, ketakutanmu tak juga surut.
malah dirimu terasa semakin kecil.
semakin susut.
semakin kerdil.

lalu apa?

kamu masih saja ketakutan, semakin sering menangis dalam diam, semakin merasa sendiri, mulai kelelahan. bersirebut dengan waktu bukanlah keahlianmu. yang terlintas di benakmu hanyalah berhenti, bukan untuk selamanya. hanya berhenti. sejenak melupakan dirimu yang ketakutan. dan melakukan hal yang paling bisa kamu lakukan, yang mungkin satusatunya keahlianmu: mendengarkan.

tanpa disangkasangka ternyata membebaskanmu. mendengarkan ketakutan itu dari orang lain. membiarkan ketakutan itu mewujud dalam katakata orang lain. yang ternyata tidak akan memakanmu hiduphidup. lalu, kamu membiarkan orang lain mengetahui ketakutanmu. dalam sebuah obrolan panjang.

kamu dan ketakutan yang menyusutkanmu,
yang sedang menggigil di bawah hujan.

dan mungkin, pada akhirnya kamu akan merasa baikbaik saja.
harapanmu perlahanlahan menyala kembali, tak lagi hilang arah.

mendengarkan yang membuat kamu merasa didengarkan.

dan klo kamu cukup beruntung, bisa untuk mengingatkanmu:
tentang kekecilanmu, tentang semesta ini yang sungguhlah teramat luas,
tapi selalu siap menangkapmu yang sedang jatuh.

i owe the pic and the title! 😉

the day you read this

On this day, you read something that moved you and made you realize there were no more fears to fear. No tears to cry. No head to hang in shame.

That every time you thought you’d offended someone, it was all just in your head and really, they love you with all their heart and nothing will ever change that.

That everyone and everything lives on inside you. That that doesn’t make any of it any less real.

That soft touches will change you and stay with you longer than hard ones.

That being alone means you’re free. That old lovers miss you and new lovers want you and the one you’re with is the one you’re meant to be with.

That the tingles running down your arms are angel feathers and they whisper in your ear, constantly, if you choose to hear them.

That everything you want to happen, will happen, if you decide you want it enough. That every time you think a sad thought, you can think a happy one instead.

That you control that completely.

That the people who make you laugh are more beautiful than beautiful people. That you laugh more than you cry. That crying is good for you. That the people you hate wish you would stop and you do too.

That your friends are reflections of the best parts of you.

That you are more than the sum total of the things you know and how you react to them. That dancing is sometimes more important than listening to the music.

That the most embarrassing, awkward moments of your life are only remembered by you and no one else. That no one judges you when you walk into a room and all they really want to know, is if you’re judging them.

That what you make and what you do with your time is more important than you’ll ever fathom and should be treated as such.

That the difference between a job and art is passion.

That neither defines who you are. That talking to strangers is how you make friends.

That bad days end but a smile can go around the world.

That life contradicts itself, constantly. That that’s why it’s worth living.

That the difference between pain and love is time. That love is only as real as you want it to be. That if you feel good, you look good but it doesn’t always work the other way around.

That the sun will rise each day and it’s up to you each day if you match it. That nothing matters up until this point.

That what you decide now, in this moment, will change the future. Forever.

That rain is beautiful.

And so are

YOU.

-pleasefindthis, the day you read this

a note to noted

kepercayaan bahwa hidup adalah fluktuasi emosi, kumpulan dari deraan dan tawa manja, kadang obat mujarab.

esok adalah rahasia namun membawa secercah harap bahwa akan lebih baik dari sekarang.

kita merasa bosan dan sedih hanya karena kita pernah menyebut sesuatu adalah bahagia dan indah. dalam harmoni yang tak kita duga, kadang. semua yang terjadi pada saya pun juga sesuatu yang berbeda dari ingin dan harap, namun tak selalu semuanya menyakitkan karena kadang dalam tangis saya bisa tertawa, yah saya memiliki sesuatu untuk berbagi semua itu.. saya yakin lelah dan penat adalah sedikit petunjuk agar kita selalu mengingat.

hidup tetap rahasia dan kita semata menjalaninya.....