that time, with those people, at that place

that place

tempat di mana bentangan langit biru, bersisian dengan hamparan laut biru, disertai pasir putih yang halus..

that time

dan bila cukup beruntung, akan mendapati sekumpulan kupukupu terbang rendah di bawah rimbunan pohon yang saling menjalin ini di jalanan tepi pantai, ketika menuju ke sana.

mungkin begitu banyak kesenangan di sana. yang kemudian menjadi kenangan yang semakin menggenang. dan untuk mulai menimpanya dengan cerita baru dan kesenangan baru, untuk menyimpannya ke tempat yang lebih rapi sehingga tak akan menyesakkan ruangruang, berebut untuk diingat, membutuhkan begitu banyak rindu; begitu banyak perasaan 'merasa sendiri'.

bukan berarti di sini tidak ada kesenangan.
hanya tidak sama saja.
karena memang tidak akan pernah sama.

begitu banyak rindu yang terpakai untuk merapikan kenangan tentang kalian.

for those times,
you remember things you know you will never see again

then you remember,
you will see even better things.

*you wish*
*crossfinger*

lend me your hand and we'll conquer them all
but lend me your heart and i'll just let you fall
lend me your eyes i can change what you see
but your soul you must keep, totally free

- mumford & sons | awake my soul

*gambar di pinjam tanpa izin dari sana! terima kasih 🙂

tentang rindu yang sepi

untuk orang-orang yang pernah berpapasan pada perjalanan kita, terima kasih.
sesingkat apapun persimpangan kita di 31 tahun ini.
terima kasih telah menjadi warna dan cerita.
terima kasih telah menjadi ingatan.
terima kasih untuk cinta dan kasih sayang kalian.

mbak dewi

terima kasih telah menjadi ingatan.

ketika sampai pada kalimat ini dalam tulisannya mbak dewi, entah bagaimana, efeknya kepada saya adalah menjadi begitu sedih. dan tautau mata saya sudah berkacakaca. rasarasa nya seperti ditampar. jenis tamparan yang kamu ketahui pantas didapat, sehingga tak bisa marah pun membalas, selain menerimanya, dalam diam.

saya seringkali membicarakan rindu:
rindu kamu, rindu kalian, rindu kita, rindu perjalanan, rindu masamasa bersama, rindu saatsaat itu, rindu pada sebuah kota, rindu pada pesanpesan di sebuah milis, rindu pada rakrak buku itu, rindu pada pesanpesan singkat di suatu masa sebelum telepon pintar yang tak terlalu pintar itu meraja, rindu pantai, rindu pada pucukpucuk gunung, rindu bertemu dengan orang asing, rindu mencatati peristiwa yang bisa menjadi pengingat atau bahan tertawaan.

begitu banyak rindu, yang klo dituliskan akan semakin memberatkan hati dan menggenangkan air mata. rindu yang kalah, pada kalimatkalimat seperti "nanti saja, capek" atau "nanti saja, kerjaannya lagi banyak" atau "nanti saja, gamenya lagi seru". rindu yang ketika lelah telah meluruh, ketika pekerjaan telah cukup berkurang, dan ketika saya tidak sedang melakukan apaapa pun, tetap tak mewujud.

rindu yang patah, karena tak pernah sampai.
rindu, yang akhirnya menjadi ingatan, saja.
rindu yang sepi.

dan sampai beberapa saat yang lalu, sebelum saya membaca tulisan itu, saya masih saja yakin bahwa saya yang ditinggalkan. bukan yang meninggalkan. berdiam diri di balik alasan sedang adaptasi dengan tempat baru, jobdesk yang kurang lebih sama tapi dengan ritme yang baru, serta perihalperihal yang melelahkan bagi saya. dan meyakini bahwa halhal yang saya rindukan itu sedang menjalani ceritanya sendirisendiri tanpa menghiraukan saya. pada akhirnya, saya begitu banyak meminta pengertian, tapi tidak sambil belajar untuk mengerti.

saya, yang begitu mempercayai halhal dalam hidup terjadi dalam gerak yang dinamis, dilengkapi dengan interaksi dua arah bahkan lebih; hanya diam dan menunggu. menjadi pasif. memilih untuk menempati bangku penonton yang paling bagus pemandangannya, melihat peristiwa dalam hidup terjadi silih berganti: kelahiran, kematian, sakit, sehat, perpisahan, pertemuan, serta tahun yang berganti; tanpa terlibat di dalamnya. menghindari komplikasi rasa. menanti halhal jatuh pada tempatnya, tanpa berusaha. untuk kemudian, hilang arah.

*sigh*

the thing about life is:
that no matter how clueless you are,
you just keep moving on,
without possibility to moving back.

forward, and forward.

@justHityou

maafkan saya, orangorang yang saya rindukan, tempattempat yang saya rindukan, halhal yang saya rindukan.
maafkan saya, diri saya yang merindu.
maafkan saya, rindu.

dan, terima kasih, untuk masih selalu mengingatkan saya.

we're beautiful,
we just got lost somewhere along the way

let's start from here, lose the past
change our minds, we don't need a finish line
let's take this chance don't think too deep
of all those promises we couldn't seem to keep

i don't care where we go..

joanna wang - let's start from here

dan ternyata

dan ternyata, ada orangorang tertentu yang secara terusterusan berulang kali melemparkan diri mereka sendiri ke masalah yang sama. secara random. dengan modus yang sama. terluka di tempat yang sama. terpuruk di titik yang sama.

dan

lebih ternyata lagi, ada orang yang tetap saja setia: mendengarkan, membalut lukaluka, merapal doadoa berharap terbaik, menjadi pengkatrol bagi dia untuk bisa melihat sisi yang terang.

saya tak mengerti. terkadang begitu marah dan patah hati, sampai tak mau mencoba lagi, untuk mengerti.

i want to feel your hands
i want to feel your fire burning
right from where i stand

katie herzig - wish you well

#bandara

#bandara: sekumpulan wajah cemas, bersama rindu yang tertahan. ketika sebuah jadwal tertunda.

#bandara: datang dan pergi. tawa dan tangis. rindu yang terbayar. janji yang tersemai. tempat baru untuk sekedar tersesat atau menyesatkan diri.

hiruk pikuk kendaraan. riuh rendah suarasuara. deru teredam burung besi. dan kemudian, disergap senyap: #bandara.

ketika asing meluruh dalam satu tarikan senyum dan sapaan bersahaja penjaja jasa: #bandara.

kalau saja segelas caramel macchiato dan sepotong chocolate croissant bisa membawamu. segera. disini: #bandara.

#bandara: temu pertama kita. bahkan kini, gemuruhnya masih seperti kala itu.

wajahwajah datang dan pergi. meninggalkan rasa yang melekat tetap. memenuhi ruangruang. besok itu episode lain lagi. dengan cerita sama yang tak usang: #bandara.

maka disinilah aku. kamu. kita. menggenapi sulaman kata tentang rindu. sebuah jumpa: #bandara.

#bandara: mata yang bersitatap. senyum yang terurai. pelukan hangat. jabatan erat jemari. menyurutkan segala penat. labuhan hati. rumah. pada akhirnya.