that time, with those people, at that place

that place

tempat di mana bentangan langit biru, bersisian dengan hamparan laut biru, disertai pasir putih yang halus..

that time

dan bila cukup beruntung, akan mendapati sekumpulan kupukupu terbang rendah di bawah rimbunan pohon yang saling menjalin ini di jalanan tepi pantai, ketika menuju ke sana.

mungkin begitu banyak kesenangan di sana. yang kemudian menjadi kenangan yang semakin menggenang. dan untuk mulai menimpanya dengan cerita baru dan kesenangan baru, untuk menyimpannya ke tempat yang lebih rapi sehingga tak akan menyesakkan ruangruang, berebut untuk diingat, membutuhkan begitu banyak rindu; begitu banyak perasaan 'merasa sendiri'.

bukan berarti di sini tidak ada kesenangan.
hanya tidak sama saja.
karena memang tidak akan pernah sama.

begitu banyak rindu yang terpakai untuk merapikan kenangan tentang kalian.

for those times,
you remember things you know you will never see again

then you remember,
you will see even better things.

*you wish*
*crossfinger*

lend me your hand and we'll conquer them all
but lend me your heart and i'll just let you fall
lend me your eyes i can change what you see
but your soul you must keep, totally free

- mumford & sons | awake my soul

*gambar di pinjam tanpa izin dari sana! terima kasih 🙂

tentang musim yang tak tercatat

i have seen the rain
i have felt the pain
i don't know where i'll be tomorrow
i don't know where i'm going
i don't even know where i've been
but i know i'd like to see them again

sudah september. empat bulan lagi berarti pergantian tahun. cepat yah? duaributigabelas tautau sudah mau habis. mungkin bumi berputar lebih cepat, dan harihari semakin ringkas. waktu seperti berjalan di luar saya. atau saya saja yang memang terlalu malas 🙂

sudah september, dengan musim yang masih saja tak tentu. dalam musim yang tak tentu itu pun, niatan untuk mencatati peristiwa di sini, masih saja tak terpenuhi. dan rindu saya membanjir jadinya. tak kunjung melapangkan. halaman ini akhirnya terlantar begitu saja. merugi sih klo kata saya 😀

jadi, di september ini, saya ingin mencoba membuat nyaman halaman ini, sekali lagi. melonggarkan jalinan peristiwa yang mulai tak beraturan. mengurai rindu yang tak habishabis. mencatati, daripada terjebak menghitung langkah kaki sedari pagi hingga dijemput malam. agar tak habis cerita, oleh rinai hujan, pun di tengah teriknya matahari.

untuk melapangkan hati.
for my own sake.

we have seen the rain, together
we have survived the pain, forever
oh it's good to home again
its good to be with my friends
it's good to feel that rain

pink - i have seen the rain

karena mungkin,

there is no time

the past,
the present,
and the future,
are all side by side,
hand in hand.
you move and change,

yet you go nowhere:
everything stays the same

time doesn't really exist.

unlike me - kate havnevik

tidak seperti yang terlihat, tidak sempat terbagi, silang peristiwa dan patahan waktu yang kerap membuat kita lupa arah dan kehilangan jarak pandang dengan titik awal yang semakin hari semakin mengabur dirajam gulungan hari. karena delapan puluh enam ribu empat ratus detik itu tidak pernah menjadi milik kita secara utuh. iyah, karena waktu yang tepat itu tidak pernah bisa dirumuskan. dan iyah, karena jarak yang telah berhasil dipangkas itu pun belum bisa mengalahkan rindu yang merajai ruangruang di hati. karena jauh tidak begitu saja hilang dengan adanya bersama.

kamu, memahaminya dengan baik, kan?

saya harus memulainya.
segera.
pelanpelan, saya akan memulainya.

🙂

ps. seringsering lah melepas tawamu di pagi hari, karena bagi saya, yang baru mencoba belajar mengerti pagi, untuk dapat mencintainya sepenuhpenuhnya dengan mungkin, kombinasi antara tawamu serta langit jingga pagi hari (ternyata ada jingga di pagi!) the great moodbooster ever! so there i called, my patronous 😉

pps. meski begitu, jingga nya sore di pucukpucuk pencakar langit, di jalur kereta api stasiun itu, masih saja lebih memerangkap tarikan nafas saya dengan lebih sungguh 😀

#track 2: what am i to you

januari duaribu lima

sebuah sapaan kedapkedip merah. ruang cakap maya. saya yang pemula dalam kancah itu. jejeran jendela yang lebih sempit. mendapati seorang kawan. kamu. bertukar sapa.
bertanya alur pikiran. menceritakan diri. uhm, kadang mungkin memang, kala itu sudah ada harap. tapi bukan untuk diwujudkan detik itu juga. yah, momentum yang untuk diangankan dahulu. saya hanya merasa. saya tahu. maka itu tak pernah terlepas. meski tak kadang sedikit hilang.

juni duaribu enam

lantun kereta pertama dengan setumpuk pertanyaan. dentingan irama khas norah jones dengan lekuk nya yang jazzy yang menjadi favorit telingaku. melambung angan. dendangan hati. tak mengumbar nada pun senandung. hanya apa yang bermain di kepala. kereta yang tidak membawa ke tempat jauh awalnya, tapi mampu mengubah rencana sesudahnya.

what am i to you
tell me darling true
to me you are the sea
fast as you can be
and deep the shade of blue

karena senja memang memikat. sekotak harap dituntun bergerak ke lantun kereta yang berbeda. ke suatu tempat, yang padanya tak pernah bosan kuucapkan kagumku. yang kini berubah menjadi kecintaan. dimana semua benih rasa bisa kutabur. dimana harap bisa dituai nyata. mungkin. walau tak kadang, nyata pun yang membentur buyarkan. menebar pedih. dan selalu saja tak mengapa. karena pasti kembali, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama lagi. dengan buncahan yang menggunung dan berbukitbukit banyaknya. lebih dari sebelumnya.

when you're feeling low
to whom else do you go
see i cry if you hurt
i'd give you my last shirt
because i love you so

perjalanan semalam. dahaga perindu. dijemput pagi oleh peron stasiun dengan bangkubangku panjangnya yang hampir penuh terisi musafir jalanan. menanti kereta lainnya, dan entah kemana kan dibawanya mereka. lantai dingin. kursi besi membeku. namun ada hangat disitu, kala kuraba hati. menjalari tubuh, memerahkan pipi, meronakan jiwa, dengan klimaks senyuman kepada asing yang selalu saja ramah. tak terasa asing sama sekali. membuatku berulangulang ingin kembali. meleburkan diri, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama. titian baru untuk menjaring mentari kah? doaku pagi itu, berselisih detik dengan embun pertama. meluruh gaungnya dalam diam.

if my sky should fall
would you even call
opened up my heart
i never want to part
i'm giving you the ball

romantisme kenangan. bangku taman, lampu taman, pada sepetak trotoar. depan sebuah gedung wakil rakyat. sesudah jingga berganti malam. ada pengamen. ada warung tenda. ada tukang becak. ada rindang pohon. ada kerlapkerlip lalulalang kendaraan. ada orangorang. ada seorang aku. dan seorang kamu. bertautan jemari. enggan bersuara. hanya binar gemintang, sejenak berpindah ke dua pasang mata. menggerai tirai langit. menikmati orkestra semesta yang turut bernyanyi bahagia. tanpa suara. mentakzimi semuanya..

when i look in your eyes
i can feel the butterflies
could you find a love in me
could you carve me in a tree
tell me darlin' true
what am i to you
don't fill my heart with lies

juni duaribu tujuh

ah, tak terasa sudah tiga ratus enam puluh lima hari lebih, ada kita diantara aku dan kamu. pameo usang itu mungkin saja benar, jodoh takkan lari kemana. tapi saya lebih suka mengatakannya sebagai buah dari kalimat 'semua itu indah pada waktunya'

on the wing*

soresore begini, selalu aroma kopi yang menyeruakkan wangi nya di ruangan ini.

suka.

selama tidak bercampur dengan asap rokok. aroma kopi yang baru diseduh itu, enak sekali.

dengan owl city di playlist,
mendung yang menggantung,
kubikel yang tumbentumbennya rapi,
sambil membaca komik candycandy pinjaman dari kota tetangga,

it’s almost feels like holiday
err, no..
it is holiday
*big grin*

breathe,
and i’ll carry you away into the velvet sky
and we’ll stir the stars around
and watch them fall away…

we’re on the wing
keep on singing

and we can go anywhere*

*lagu nya owl city