#track 2: what am i to you

januari duaribu lima

sebuah sapaan kedapkedip merah. ruang cakap maya. saya yang pemula dalam kancah itu. jejeran jendela yang lebih sempit. mendapati seorang kawan. kamu. bertukar sapa.
bertanya alur pikiran. menceritakan diri. uhm, kadang mungkin memang, kala itu sudah ada harap. tapi bukan untuk diwujudkan detik itu juga. yah, momentum yang untuk diangankan dahulu. saya hanya merasa. saya tahu. maka itu tak pernah terlepas. meski tak kadang sedikit hilang.

juni duaribu enam

lantun kereta pertama dengan setumpuk pertanyaan. dentingan irama khas norah jones dengan lekuk nya yang jazzy yang menjadi favorit telingaku. melambung angan. dendangan hati. tak mengumbar nada pun senandung. hanya apa yang bermain di kepala. kereta yang tidak membawa ke tempat jauh awalnya, tapi mampu mengubah rencana sesudahnya.

what am i to you
tell me darling true
to me you are the sea
fast as you can be
and deep the shade of blue

karena senja memang memikat. sekotak harap dituntun bergerak ke lantun kereta yang berbeda. ke suatu tempat, yang padanya tak pernah bosan kuucapkan kagumku. yang kini berubah menjadi kecintaan. dimana semua benih rasa bisa kutabur. dimana harap bisa dituai nyata. mungkin. walau tak kadang, nyata pun yang membentur buyarkan. menebar pedih. dan selalu saja tak mengapa. karena pasti kembali, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama lagi. dengan buncahan yang menggunung dan berbukitbukit banyaknya. lebih dari sebelumnya.

when you're feeling low
to whom else do you go
see i cry if you hurt
i'd give you my last shirt
because i love you so

perjalanan semalam. dahaga perindu. dijemput pagi oleh peron stasiun dengan bangkubangku panjangnya yang hampir penuh terisi musafir jalanan. menanti kereta lainnya, dan entah kemana kan dibawanya mereka. lantai dingin. kursi besi membeku. namun ada hangat disitu, kala kuraba hati. menjalari tubuh, memerahkan pipi, meronakan jiwa, dengan klimaks senyuman kepada asing yang selalu saja ramah. tak terasa asing sama sekali. membuatku berulangulang ingin kembali. meleburkan diri, menjatuhkan diri pada cinta. di tempat yang sama. titian baru untuk menjaring mentari kah? doaku pagi itu, berselisih detik dengan embun pertama. meluruh gaungnya dalam diam.

if my sky should fall
would you even call
opened up my heart
i never want to part
i'm giving you the ball

romantisme kenangan. bangku taman, lampu taman, pada sepetak trotoar. depan sebuah gedung wakil rakyat. sesudah jingga berganti malam. ada pengamen. ada warung tenda. ada tukang becak. ada rindang pohon. ada kerlapkerlip lalulalang kendaraan. ada orangorang. ada seorang aku. dan seorang kamu. bertautan jemari. enggan bersuara. hanya binar gemintang, sejenak berpindah ke dua pasang mata. menggerai tirai langit. menikmati orkestra semesta yang turut bernyanyi bahagia. tanpa suara. mentakzimi semuanya..

when i look in your eyes
i can feel the butterflies
could you find a love in me
could you carve me in a tree
tell me darlin' true
what am i to you
don't fill my heart with lies

juni duaribu tujuh

ah, tak terasa sudah tiga ratus enam puluh lima hari lebih, ada kita diantara aku dan kamu. pameo usang itu mungkin saja benar, jodoh takkan lari kemana. tapi saya lebih suka mengatakannya sebagai buah dari kalimat 'semua itu indah pada waktunya'

#bandara

#bandara: sekumpulan wajah cemas, bersama rindu yang tertahan. ketika sebuah jadwal tertunda.

#bandara: datang dan pergi. tawa dan tangis. rindu yang terbayar. janji yang tersemai. tempat baru untuk sekedar tersesat atau menyesatkan diri.

hiruk pikuk kendaraan. riuh rendah suarasuara. deru teredam burung besi. dan kemudian, disergap senyap: #bandara.

ketika asing meluruh dalam satu tarikan senyum dan sapaan bersahaja penjaja jasa: #bandara.

kalau saja segelas caramel macchiato dan sepotong chocolate croissant bisa membawamu. segera. disini: #bandara.

#bandara: temu pertama kita. bahkan kini, gemuruhnya masih seperti kala itu.

wajahwajah datang dan pergi. meninggalkan rasa yang melekat tetap. memenuhi ruangruang. besok itu episode lain lagi. dengan cerita sama yang tak usang: #bandara.

maka disinilah aku. kamu. kita. menggenapi sulaman kata tentang rindu. sebuah jumpa: #bandara.

#bandara: mata yang bersitatap. senyum yang terurai. pelukan hangat. jabatan erat jemari. menyurutkan segala penat. labuhan hati. rumah. pada akhirnya.

from my corner of the world

pagi ini baunya beraneka ragam. suka. 🙂

ada sisa hujan semalam dan sesubuhan, yang wanginya tertinggal di jalanan yang kelamaan kering, karena hujan yang mampir sewaktuwaktu di kota ini.
ada wangi kering yang basah, seperti edelweiss, di halaman rumah tetangga. menyegarkan. 
ada manis melati di halaman kantor.

bonus lainnya, langit biru yang bening, setelah memuntahkan hujan yang awet.

untung saya tidak sedang tergesa mengejar si finger print 😀 jadi bisa menikmati semuanya satu per satu. 

here without you masih nyaring terlantun dalam hati. haha. sepertinya rindu.

yak, semoga hidup hari ini bisa dirayakan dengan sederhana.  

the only excuse you have to come up with is, an excuse to always celebrate life
-- @jokoanwar

prelude-versary

i'm so glad, it is you..
    Let’s grow old together… beginning with today.
    Let’s work slowly with each other and build a relationship that we can both enjoy being a part of.
    Let’s share love and understand that neither of us is perfect; we are both subject to human frailties.
    Let’s hold each other close and whisper though the night—pledging our love, honoring our commitment.
    Let’s encourage each other to pursue our dreams, even when we’re weary from trying.
    Let’s expect the best that we both have to give and still love when we fall short of our expectations.
    Let’s be friends and respect each other’s individual personality and give one another room to grow.
    Let’s be candid with each other and point out strengths and weaknesses.
    Let’s understand each other’s personal philosophy, even if we don’t agree.
    Let’s lie awake long into the night sharing our innermost secrets.
    Let’s be friends as well as lovers.
    Let’s laugh at time and plan with each other and wonder how we ever got along without this love we’ve found.
    Let’s never take for granted these moments that we’ve shared, but always be reminded of how intensely we have learned to live, how completely we have learned to love.
    Let’s grow old together… and look back on life and smile.

hai swami, selamat hari ini.
thank god, it is you 😉

original post dari sini!