12.09.2010

tentang dirimu

ternyata menyoal dirimu pada sebuah halaman yang salah satu bagiannya harus memaparkan dirimu, bukan hal yang mudah. padahal, diriku ngakunya mengenal dirimu. dan tak jarang juga, dirimu mengamini analisa diriku tentang dirimu, saat kita sedang ngobrol ngalor ngidul kesanakemari.

lalu sekarang, diriku menyimpannya di bagian paling akhir yang harus dikerjakan. klo dalam kasus ujian sekolah atau test masuk kuliah, diriku selalu menyisakan soalsoal yang memiliki tingkat kesulitan lumayan rumit di bagian terakhir untuk dikerjakan, supaya tidak melewatkan soalsoal yang ternyata mudah hanya garagara diriku mentok di satu soal rumit. tapi, masa iya siyh tentang dirimu memiliki tingkat kesulitan yang lumayan rumit?

ketika yang bisa diriku lakukan dalam jangka waktu satu jam hanyalah mengetikkan sebuah tanda petik ” ini, tautaunya diriku sudah menelantarkan diri di blog ini, dan menelusuri satupersatu kotak kenangannya. dan dirimu tau, ternyata sedikit banyak kotak kenangannya menyoal dirimu! iyah, dirimu, dalam prosa, dalam puisi, atau selintas lagu yang diriku dengarkan dari kumpulan playlist teman sekantor, dan bahkan dalam satu kalimat saja. rasarasanya diriku ingin menampilkan tautannya saja di halaman itu. sambil berharap, bila saja memang bisa seperti itu :D

hmm, diriku masih perempuan yang jatuh pada dirimu, lelaki. berkalikali. sejak saat itu. merumuskan dirimu dengan barisan katakata yang faktual malah membuatnya menjadi terasa tak meyakinkan. karena iyah, diriku ternyata seegois itu ketika datang pada hal yang harus membagi tau tentang dirimu kepada orang lain :P

19.06.2010

19

pulang ke kotamu
ada setangkup haru dalam rindu
masih seperti dulu
tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna

terhanyut aku akan nostalgi
saat kita sering luangkan waktu
nikmati bersama
suasana Jogja

di persimpangan langkahku terhenti
ramai kaki lima
menjajakan sajian khas berselera
orang duduk bersila

musisi jalanan mulai beraksi
seiring laraku kehilanganmu
merintih sendiri
ditelan deru kotamu …

walau kini kau t’lah tiada tak kembali
namun kotamu hadirkan senyummu abadi
ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
bila hati mulai sepi tanpa terobati

yogyakarta – kla project

seribuenamratustujuhpuluhenam senja,
seribuenamratustujuhpuluhenam pagi,
dan empat puluh delapan purnama.

:)

kata ‘kita’ itu benar sungguh berupa leburan seorang aku dan seorang kamu.
taburan bintang yang sejenak pindah itu masih di sini, di mata ini.
dan rasarasanya semua terus bertumbuh.

di sini, di hati.

dan merayakannya dengan untaian kalimat, kata dan huruf, sepertinya tak akan pernah cukup.

happy anniversary, my dearest!

23.05.2010

menjelang pertemuan denganmu,

waktu yang pecah
jeda yang terlupa

mempertanyakan yang ditunggutunggu
gegas hidup yang terburuburu

lalu mei,
menggelinding begitu saja di depan mata.

« Previous Page