karena mungkin,

there is no time

the past,
the present,
and the future,
are all side by side,
hand in hand.
you move and change,

yet you go nowhere:
everything stays the same

time doesn't really exist.

unlike me - kate havnevik

tidak seperti yang terlihat, tidak sempat terbagi, silang peristiwa dan patahan waktu yang kerap membuat kita lupa arah dan kehilangan jarak pandang dengan titik awal yang semakin hari semakin mengabur dirajam gulungan hari. karena delapan puluh enam ribu empat ratus detik itu tidak pernah menjadi milik kita secara utuh. iyah, karena waktu yang tepat itu tidak pernah bisa dirumuskan. dan iyah, karena jarak yang telah berhasil dipangkas itu pun belum bisa mengalahkan rindu yang merajai ruangruang di hati. karena jauh tidak begitu saja hilang dengan adanya bersama.

kamu, memahaminya dengan baik, kan?

saya harus memulainya.
segera.
pelanpelan, saya akan memulainya.

🙂

ps. seringsering lah melepas tawamu di pagi hari, karena bagi saya, yang baru mencoba belajar mengerti pagi, untuk dapat mencintainya sepenuhpenuhnya dengan mungkin, kombinasi antara tawamu serta langit jingga pagi hari (ternyata ada jingga di pagi!) the great moodbooster ever! so there i called, my patronous 😉

pps. meski begitu, jingga nya sore di pucukpucuk pencakar langit, di jalur kereta api stasiun itu, masih saja lebih memerangkap tarikan nafas saya dengan lebih sungguh 😀