my sweet acceptance

we question what we are
this i spent the best so far

saya ingat, dulu saya sempat begitu tidak menyukai pekerjaan saya. sampai berkalikali saya menyurati Tuhan, bertanyatanya kapan hati ini bisa dilapangkan untuk mulai belajar menerima, dan mulai menyukai pekerjaan saya. tentu saja masa itu adalah masa dimana keluhankeluhan terucap setiap hari : tentang rekan kerja, tentang kota ini, tentang gedung itu, tentang angkot yang mengangkut saya ke kantor, tentang rindu rumah, tentang apa saja yang menurut saya salah. air mata begitu gampang meretas, saya terkena sindrom akut rumput tetangga lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. masa dimana, kesenangan dan kebahagiaan itu adalah sebuah hitam putih; hitam putih adalah ketika saya merasa ketidaksenangan itu adalah sebuah harga mutlak, klo tidak A, maka tidak mungkin seuatu itu akan menjadi B, C, D, E dan seterusnya. masa dimana saya masih sedikit sekali pengetahuan saya tentang rasa syukur (bukan berarti sekarang sudah banyak pengetahuan saya tentang bersyukur, at least, i'm trying harder than yesterday, and yes, i think it works properly now, and i hope for then). masa dimana saya merasa begitu terikat : jam kerja, jatah liburan dan jalanjalan yang tak bisa seenaknya, aturanaturan tertulis yang tak jarang membuat muak karena dalam pengaplikasiannya tidak seperti itu. dan yang saya inginkan satusatunya adalah lari dari keadaan dan pekerjaan ini.

bertahuntahun surat saya kepada Tuhan itu, saya anggap tak berbalas. hanya menjadi sebuah monolog panjang. yah, sebut saja saya tidak sabaran klo begitu, untuk lebih lengkap lagi, seorang yang tidak sabaran dan tidak tau bersyukur pula (also known as tidak tau malu).

meski begitu, saya tidak bisa begitu saja berhenti untuk percaya.

saya tidak bisa begitu saja berhenti untuk percaya bahwa saat itu akan ada. saat saya bisa tertawa diantara keluh, peluh, dan lelah. saat saya bisa meminimalisasi keluhan tentang tetek bengek pekerjaan. saat dimana try to fit in itu bukan hanya slogan tanpa aksi. saat dimana saya bisa memiliki antusiasme dalam bekerja. saat saya akan bekerja dengan hati dan kebisaan yang optimal sambil mengharap hasil yang juga optimal, bukan lagi tentang sebuah keterpaksaan. saat dimana kalimat you win some, you lose some itu saya pahami dengan tepat sehingga bisa melegakan, dengan sungguh. saat dimana saya akan bertemu dan bekerja dengan orangorang yang hebat dengan caracaranya yang juga hebat, sehingga bisa menjadi tempat saya belajar. saat dimana bekerja itu adalah sebuah aktualisasi diri saya, bukan lantaran jaminan penghasilan yang lebih daripada cukup (klo pun jaminan penghasilan itu ada, anggaplah itu sebagai bonus *wink*). singkat kata, saat dimana saya bekerja tanpa berhenti belajar, dengan hati ikhlas dan syukur yang tak putusputus atas pekerjaan saya.

tahuntahun belakangan ini, saya tau, sesuatu yang saya sebut monolog itu sudah mulai terjawab (maafkan atas ketidaktaumaluan saya). dan percaya saya mulai berbuah satu per satu (alhamdulillah). saya belajar, dengan effort pada tempat dan saat yang tepat, (semoga) dapat menciptakan apresiasi atas apa yang dikerjakan, apapun itu, apresiasi yang dimulai dari dan untuk diri saya sendiri, dan kemudian berujung pada sebuah apresiasi yang tak terhingga, untuk Semesta, tempat segalanya bermula dan akan kembali, atas kecintaanNya membiarkan saya mengalami segala hingga detik ini.

and everything will get better if  i stay for a while
and we'll find another way to be happy one day
i don't hate you anymore

maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang bisa saya dustakan?

 

hei, selamat enam tahun diri saya yang bekerja 🙂 semoga tahuntahun mendatang menjadi lebih baik lagi dan belajar lebih banyak lagi, amin ^^

 

p.s. terima kasih untuk Yuna dan lirik lagunya : backpacking around europe dan blue sands.

.and i’m learning you.

is your favourite colour blue?
do you always tell the truth?
do you believe in outerspace?

is your skin as tanned as mine?
does your hair flow sideways?
did someone took a portion of your heart?

.and i'm learning you.

and if you don't mind
can you tell me all your hopes and fears
and everything that you believe in
would you make a difference in the world
i'd love for you to take me to a deeper conversation
only you can make me..

i let my guard down for you
and in time you will too....

- deeper conversation

perkenalkan, yuna. a female singer, from malaysia. suara yang unik. permainan gitar yang pas banged. lirik dan nada dalam setiap lagunya, ringan dan simple, intinya earcatching. yuna, mengingatkan saya pada sedikit lenka ditambahi sedikit alanis morisette ^^ kemudian, saya yang pemilih ini, lebih menikmati dirinya ketika menyanyi dalam bahasa inggris *twink* selain memang bagus, saya agak kesulitan memahami bahasa melayu, jadi ujungujungnya kurang bisa menikmati 😀